4 Fakta BDSM sebagai Alternatif Cara Memuaskan Pasangan saat Bercinta

Ada yang sudah pernah mencoba BDSM bersama pasangan?

25 Februari 2020

4 Fakta BDSM sebagai Alternatif Cara Memuaskan Pasangan saat Bercinta
Instagram.com/thevropes

Kehidupan seks yang dijalani oleh pasangan suami istri memang perlu dibangun dengan baik. Perlu diingat bahwa kehidupan seks sangat penting untuk meningkatkan hubungan rumah tangga yang berkualitas. 

Untuk sebagian pasangan yang berusaha menciptakan alternatif seks di atas ranjang agar tak membosankan, BDSM pun menjadi salah satu pilihan.

Sebagian orang mungkin merasakan perlakuan BDSM dari pasangannya, tidak jarang juga yang kurang paham bahkan kebingungan. Apa yang hendak pasangannya lakukan kepada dirinya. 

Orang yang melakukan BDSM biasanya memiliki latar belakang tersendiri yang menyebabkan dirinya senang jika melakukan hal tersebut.

Kesenangan ini akan didapat jika ia merasa puas dengan perilaku BDSM yang ia lakukan bersama pasangan saat bercinta.

Untuk Mama yang ingin mengetahui informasi sekaligus pengertian dari BDSM secara lebih detail, kali ini Popmama.com telah merangkumnya. 

Semoga bermanfaat untuk menambah wawasan tentang ragam aksi saat bercinta bagi kamu dan pasangan ya, Ma! 

Apa itu BDSM? 

Apa itu BDSM 
Instagram.com/thevropes

BDSM adalah salah satu bentuk lain dari kegiatan seksual yang melibatkan suatu roleplay (permainan peran) dan harus dilakukan atas kesepakatan kedua belah pihak. Dalam BDSM, semua orang yang terlibat biasanya berdasarkan kemauannya sendiri atau pasangan untuk mencari sensasi baru selama sedang bercinta.

Tanpa disadari memang sensasi yang dilakukan sangat erotis serta intens saat berada di atas ranjang. 

Perlu diketahui bahwa perilaku erotis saat BDSM menjadi inti selama berhubungan seksual. 

Bukan hanya di atas ranjang, aksi BDSM juga bisa dilakukan di atas properti lainnya seperti sofa, kursi, ruang makan bahkan penyangga ruangan atau lorong kamar.

Sensasi mengikat pasangan, mencambuknya hingga menggunakan alat bantu seks pun dianggap membahagiakan untuk pasangan yang menerapkan BDSM. 

BDSM sendiri merupakan sebuah gabungan akronim yang tersusun oleh berbagai istilah terkait pihak-pihak selama menjalani BDSM ketika sedang berhubungan seks, seperti: 

  1. Bondage (Perbudakan) dan Discipline (Disiplin) yang disingkat menjadi BD.
  2. Domination (Dominasi) dan Submission (Subordinat) yang disingkat menjadi DS.
  3. Sadism (Sadisme) dan Masacochism (Masakokis) yang disingkat menjadi SM.

Dalam aktivitas BDSM pelaku dibagi menjadi dua pihak saat sedang bercinta, yakni: 

  • Tuan/Master/Dominant artinya yang memegang kontrol atas semua kegiatan di atas ranjang.
  • Budak/Slave/Submissive artinya yang harus mengikuti semua peraturan selama BDSM berlangsung karena ia pun telah kehilangan kuasa atas pikiran dan tubuhnya sendiri. 

Selama melakukan BDSM juga dapat dibantu dengan menggunakan beberapa alat bantu agar mampu membanggkitkan hasrat seksual selama bercinta. Berbagai alat yang digunakan mampu menciptakan suasana baru bersama pasangan ketika berada di atas ranjang. 

Beberapa alat bantu yang bisa digunakan selama BDSM, seperti borgol atau tali dengan bahan yang tidak menyakiti kulit, cambuk, baju seks dengan strap hingga ball gag mouth. Selain itu, choker atau neck collar juga bisa digunakan sebagai aksesori yang menandakan kepemilikan dan submisif ketika menjalani BDSM.  

Dengan alat bantu seks tersebut, maka saat melakukan BDSM pasti akan menimbulkan fantasi seks yang luar biasa dan menyenangkan. 

1. Bondage dan Discipline

1. Bondage Discipline
Instagram.com/thevropes

Bondage (Perbudakan) dan Discipline (Disiplin) yang disingkat menjadi BD. BD secara keluruhan dalam BDSM memiliki aktivitas seperti mengikat, menahan hingga mengekang pasangannya.

Dilansir dari MensXP, istilah Bondage secara umum melibatkan kendali fisik untuk menciptakan sensasi serta kepuasan seks untuk kedua belah pihak. 

Tak jarang juga ada aturan serta hukuman yang diterapkan selama sedang berada di atas ranjang. Bahkan salah satu pihak saat melakukan BDSM harus terikat dengan menggunakan bantuan tali atau borgol untuk membantu dalam merangsang gairah seksual. 

Selain itu, Discipline tidak jauh berbeda dengan Bondage karena mampu melibatkan psikologis kedua belah pihak saat melakukan BDSM. 

Editors' Picks

2. Domination dan Submission

2. Domination Submission
medium.com

Domination (Dominasi) dan Submission (Subordinat) yang disingkat menjadi DS. DS secara keluruhan dalam BDSM mampu membuat salah satu pihak memberikan sebuah kesempatan kepada pasangannya untuk mengambil peran dominasi serta kekuasaan terhadap dirinya. 

Domination sendiri menjadi tanda bahwa ada pihak yang akan lebih mendominasi dalam sebuah hubungan. Ia akan seolah akan memberikan rasa sakit, memberikan hukuman bahkan mengendalikan pergerakan serta psikologis kepada pasangannya. 

Dominasi di sini dapat terjadi secara fisik, emosi atau bahkan keduanya selama melakukan hubungan seks. 

Sementara itu, Submission menjadi pihak yang ikhlas dalam menerima segala hal selama melakukan hubungan BDSM. Pihak ini pun seringkali menerima hukuman dan harus patuh terhadap segala perintah yang telah diberikan. 

3. Sadism

3. Sadism
Pixabay/Joshuatkd

Sadism dalam aktivitas BDSM biasanya akan muncul dari salah satu pihak sebagai dorongan agar pasangannya mengalami kesakitan melalui beberapa hal. 

Sebagai pihak yang dominan biasanya akan melakukan beberapa tindakan seperti memukul bagian pantat, mencambuk, mengucapkan kalimat-kalimat yang bersifat merendahkan, meneteskan lilin ke bagian kulit hingga melakukan rangsangan secara berlebihan. 

Sementara pihak yang lain harus ikhlas ketika mendapatkan perilaku tersebut selama sedang berhubungan seks. Cara ini tanpa disadari dapat meningkatakn rangsangan seksual karena begitu menikmati setiap rasa sakit yang sedang dialaminya. 

4. Masochism

4. Masochism
Freepik

Menurut sebuah jurnal dari American College of Orgonomy, masochism atau masokisme dapat diartikan sebagai sebuah perilaku seks yang seringkali disertai dengan tekanan dalam hal emosi seperti saat melakukan BDSM. 

Mereka pun yang melakukan kegiatan seksual dengan BDSM, seringkali akan disertakan bersama sebuah tekanan, emosi atau bahkan kekerasan. 

Sama seperti sadism, seseorang dengan masochism memiliki dorongan untuk memberikan rasa sakit yang terjadi pada pasangan. Dengan begitu, gairah seksual mereka akan meningkatkan karena melihat reaksi pasangan yang mengalami kesakitan. 

Perlu diketahui juga bahwa seseorang yang menyukai masokisme ini memiliki ciri-ciri, seperti: 

  • Mampu bertahan cukup lama saat sedang bercinta dengan pasangan. 
  • Takut ditinggal oleh pasangan karena sudah memiliki rasa cinta yang terlalu berlebihan. 
  • Seringkali menyakiti diri sendiri ketika pasangan enggan untuk menyiksanya ketika sedang berhubungan seks. 
  • Mudah melepaskan kemarahannya melalui serangan fisik yang dapat terjadi ketika sedang bercinta di atas ranjang. 

Nah, itulah beberapa informasi mengenai BDSM sebagai salah satu alternatif berhubungan seks bersama pasangan tercinta. 

Itulah penjelasan BDSM yang perlu kamu pahami sebagai orang dewasa, apakah kamu pernah mencobanya?

Baca juga: 

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.