Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
ressa anak denada
Youtube.com/CURHAT BANG Denny Sumargo

Intinya sih...

  • Kuasa hukum Denada, Muhammad Iqbal, menyatakan Ressa memang anak kandung Denada.

  • Selama ini, Ressa sudah dibiayai, difasilitasi, serta disekolahkan oleh Denada. Sang kuasa hukum menegaskan Denada tidak pernah menganggap Ressa bukan anaknya.

  • Mediasi di PN Banyuwangi berakhir buntu karena Denada tak hadir langsung. Kasus berlanjut ke pokok perkara, sementara publik menyoroti perbedaan versi dari kedua pihak.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Kabar mengenai Ressa Rizky Rossano (24) atau Ressa yang menggugat artis Denada Elizabeth Anggia Ayu Tambunan atau Denada karena tidak mengakui dirinya sebagai anak semakin bergulir. 

Di YouTube Denny Sumargo, pihak Ressa mengakui kalau ia sudah tahu anak dari Denada sejak berusia SMP.

"Aku tahunya dari mulai SMP. Teman-teman banyak ngomong, orang Banyuwangi sudah banyak yang tahu katanya," kata Ressa kepada Denny Sumargo.

Awalnya Ressa mengetahui Denada adalah mamanya karena penasaran mengenai asal-usul kelahirannya. Ia sempat mempertanyakan kelahiran dan asal-usul dirinya kepada orangtua pengasuhnya di Banyuwangi. Terbaru, Ressa sudah menjalani mediasi atas gugatan dugaan penelantaran anak terhadap artis Denada digelar di Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi pada Kamis (29/1/2026). 

Namun, hasil mediasi itu berakhir buntu karena Denada tidak hadir dan hanya diwakili kuasa hukumnya. Agenda berikutnya akan memasuki pokok perkara. 

Seusai sidang tersebut kuasa hukum Denada, Muhammad Iqbal memberikan pengakuan soal status Ressa. Pengacara tersebut membenarkan kalau Ressa adalah anak dari Denada

"Ya, (Ressa) memang anaknya (Denada)," kata Iqbal, dikutip dari berbagai sumber.

Berikut Popmama.com rangkum informasi mengenai kuasa hukum benarkan Ressa anak Denada.

1. Denada disebut tidak pernah tak mengakui Ressa

Instagram.com/denadaindonesia

Sebuah video viral beredar di media sosial yang menunjukkan kuasa hukum Denada, Muhammad Iqbal, menyampaikan bahwa kliennya tidak mengakui bahwa Ressa adalah anaknya. 

"Mbak Denada nggak pernah menganggap Ressa itu bukan anaknya, nggak,” jelas Iqbal.

2. Kuasa hukum Denada sebut sang artis biayai hidup Ressa

Instagram.com/denadaindonesia

Menurut Iqbal, Denada telah membiayai kebutuhan anaknya termasuk biaya sekolah, fasilitas, serta memberikan kasih sayang selayaknya mama kandung. 

“Mbak Denada ini bukan sekedar diakui atau tidak. Ressa ini bukan sekedar diakui sebagai anak atau tidak. Dia dibiayai, difasilitasi, disekolahkan. Kok tiba-tiba ada ini (kasus) juga aneh,” jelasnya dalam video itu.

3. Alasan Denada menutupi kehadiran Ressa di publik

Instagram.com/denadaindonesia

Di kesempatan yang sama, Iqbal menerangkan kemungkinan alasan Denada tidak memberitahu ke publik siapa Ressa sebenarnya. 

"Mbak Denada mungkin sibuk, ada konflik pribadi, dalam hal ini fokus ke pengobatan anak (Aisha Aurum)," ujar Iqbal. 

Dengan pengakuan yang resmi datang dari kuasa hukum Denada, kini status Ressa menjadi jelas. Ia adalah anak dari Denada. Artis kelahiran 19 Desember 1978 itu belum memberikan pernyataan langsung. Semua keterangan ini bersumber dari kuasa hukum yang mewakili Denada.

4. Pengakuan kuasa hukum Denada berbanding terbalik dari Ressa

Instagram.com/denadaindonesia

Ressa sebelumnya mengungkapkan bahwa sejak bayi hingga usia dewasa ia tidak pernah menerima biaya hidup dari Denada. Ini berbanding terbalik dari pengakuan kuasa hukum Denada di keterangan terbaru, Jumat (30/1/2026). 

Sebelumnya, Ressa mengatakan bahwa kebutuhan hidupnya dipenuhi oleh orangtua yang merawatnya dan sejak SMA. Sejak saat itu, ia bekerja keras untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.

Dalam pengakuannya, Ressa bahkan pernah bekerja sebagai sopir pribadi dengan upah yang kecil. Ia merasa memiliki pengalaman hidup yang sangat berbeda dibandingkan putri Denada yang lain, yakni Aisha Aurum.

Itulah tadi kuasa hukum benarkan Ressa anak Denada. Semoga kasus ini segera menemui titik terang.

Editorial Team