Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Lewat Musikal Perahu Kertas Dee Lestari bicara mimpi dan diri
Dok. Image Dynamics

Intinya sih...

  • Dee Lestari membuka musikal Perahu Kertas dengan menyanyikan lagu tema dari film pada 2012. Momen ini begitu istimewa setelah 15 tahun.

  • Musikal Perahu Kertas menjadi refleksi perjalanan Dee Lestari dalam menulis novel hingga diangkat ke panggung musikal.

  • Kisah Perahu Kertas tetap relevan dan lintas usia, seolah mengajarkan tentang proses tambatan hati dan keberanian untuk menghidupkan kembali mimpi.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Kisah Kugy dan Keenan dari novel legendaris Perahu Kertas karya Dee Lestari kembali menyapa publik lewat pertunjukan musikal. Diadaptasi dari novel populernya, musikal ini ini mengusung tema ”Menghidupkan Kembali Mimpi-Mimpi” dan disutradarai oleh Venytha Yoshiantini.

Bertempat di Ciputra Artpreneur, Jakarta, musikal Perahu Kertas resmi menggelar pementasan perdananya pada Jumat (30/1/2026). Pertunjukan ini akan berlangsung hingga 15 Februari 2026 dan dijadwalkan tampil sebanyak 21 kali.

Dee Lestari, penulis novel Perahu Kertas, hadir membuka pagelaran musikal yang digelar di Ciputra Artpreneur Theatre pada Jumat malam dengan penampilan istimewa membawakan lagu populer Perahu Kertas.

Nah, kali ini Popmama.com merangkum penampilan istimewa Dee Lestari yang bicara soal mimpi dan diri dalam pagelaran musikal Perahu Kertas.

Scroll ke bawah, yuk!

1. Perdana bawakan lagu 'Perahu Kertas'

Dok. Image Dynamics

Musikal ini dibuka dengan penampilan istimewa penulis novel, Dee Lestari yang membawakan lagu 'Perahu Kertas' dari soundtrack film pada 2012 silam yang dipopulerkan oleh Maudy Ayunda.

Kesempatan membawakan lagu ini pun jadi momen istimewa bagi Dee. Dee mengungkapkan bawah setelah 15 tahun, akhirnya ia berkesempatan menyanyikan lagu 'Perahu Kertas' dengan versinya sendiri.

”Setelah 15 tahun lagu ini tercipta, akhirnya saya punya lagu 'Perahu Kertas' versi saya sendiri. Pendahulu saya adalah Maudy Ayunda,” kata Dee sebelum mulai bernyanyi.

Dee juga menyebut, momen ini merupakan pertama kalinya ia menyanyikan lagu 'Perahu Kertas' di hadapan publik.

”Ini adalah kesempatan pertama saya, menyanyikan lagu ini dihadapan Anda semuanya,” ujarnya.

2. Musikal Perahu Kertas menjadi refleksi Dee Lestari

Dok. Image Dynamics

Dalam kesempatan ini pun, Dee Lestari menyatakan perasaan bahagia sekaligus refleksinya  mengenai perjalanan menulis novel Perahu Kertas, dari karya sastra, kemudian diangkat jadi film, dan sekarang dibawakan ke panggung musikal.

Perahu Kertas telah menempuh perjalanan yang sangat panjang, dari benak, ke halaman, ke layar, dan kini ke panggung musikal. Kisah Kugy dan Keenan bertransformasi ke dalam bentuk yang tak pernah saya bayangkan sebelumnya,” kata Dee.

3. Perahu Kertas kisah yang relevan dan lintas usia

Popmama.com/Antonia Rucita Nurak

Perempuan berusia 50 tahun ini pun menyebutkan bahwa kisah Kugy dan Keenan serta pesan yang ditampilkan dalam Perahu Kertas tetap relevan dengan banyak orang dan lintas usia.

”Saya percaya, berapa pun usia kita dan di fase mana pun kita berada, semua orang punya kesempatan unutk kembali mengalami keajaaban dari perjalanan hati,” kata Dee.

Menurutnya, kisah Perahu Kertas bukan hanya tentang proses tambatan hati, namun keberanian untuk menghidupkan kembali mimpi.

”Perjalanan ini mengajarkan saya bahwa mimpi yang dijaga dengan sabar akan selalu menemukan jalannya bermanifestasi,” lanjutnya.

4. Informasi jadwal Musikal Perahu Kertas

Dok. Image Dynamics

Musikal Perahu Kertas resmi membuka rangkaian pementasannya dengan menggelar pembukaan perdananya pada Jumat (30/1/2026) di Ciputra Artpreneur, Jakarta.

Antusiasme penonton terhadap musikal Perahu Kertas telah terlihat sejak penjualan tiket dibuka. Tidak hanya di akhir pekan, jadwal pementasan di hari biasa juga mendapat respons positif dari masyarakat. Hal ini menunjukkan kuatnya keterikatan penonton dengan kisah Perahu Kertas, serta tumbuhnya minat dan apresiasi terhadap pertunjukan musikal.

Musikal ini akan berlangsung hingga 15 Februari 2026 dengan total 21 pertunjukan dengan menampilkan lagu utama Perahu Kertas yang dipopulerkan oleh Maudy Ayunda sebagai pengikat emosional sepanjang pertunjukan, bersama 21 lagu lainnya seperti Miliaran Manusia, Agency, Dua Manusia, Tahu Diri, dan Langit Amat Indah.

Tak hanya itu, penonton juga akan disuguhkan dengan alternate cast pada empat jadwal pertunjukan, yaitu pada tanggal 3, 4, 10, dan 11 Februari 2026 pukul 19.30 WIB, serta menyiapkan swing performer dari kelompok Swargaloka.

Musikal Perahu Kertas masih dapat disaksikan melalui sejumlah jadwal pertunjukan yang tersedia. Informasi lengkap mengenai jadwal pementasan serta pembelian tiket dapat diakses melalui loket.com/musikalperahukertas.

Editorial Team