Popmama.com/Niko Abdullah Dahuri
Melalui film ini, Naya Anindita ingin memberikan validasi bahwa merasa lelah atau merasa belum sukses di usia muda adalah hal yang wajar. Naya ingin film ini menjadi pengingat bahwa kesuksesan bukan tentang siapa yang paling cepat, melainkan tentang keteguhan hati untuk terus melangkah di jalan masing-masing.
Film ini mampu merangkum pesan tulus Naya untuk anak muda yang sedang berjuang.
"Jalan terus, jangan lupa bahagiain diri sendiri. Buat Arga-Arga di luar sana yang merasa belum sukses gitu, pelan-pelan pasti sampai," jelas Naya.
Kutipan ini menjadi inti dari keseluruhan cerita yang ingin disampaikan Naya. Ia berharap setiap anak muda yang keluar dari bioskop setelah menonton film ini bisa merasa sedikit lebih ringan bebannya dan lebih berani untuk mencintai proses hidup mereka sendiri.
Sangat menginspirasi ya, bagaimana Naya Anindita menuangkan keresahan anak muda menjadi sebuah karya yang bermakna. Semoga film ini bisa menjadi jembatan bagi Mama untuk lebih memahami perjuangan yang mungkin sedang dihadapi oleh anak-anak kita yang mulai beranjak dewasa.
Apakah ada cerita masa kecil yang unik dan lucu dari seorang Naya Anindita? | Masa kecil sutradara satu ini ternyata penuh dengan kejadian jenaka akibat keusilan sang kakak. Naya pernah bercerita bahwa ia sempat percaya tanah memiliki rasa seperti cokelat hingga mencoba memakannya, bahkan ia pernah melompat dari pohon karena yakin bisa terbang menggunakan sarung ala Superman. |
Apa hobi yang sering dilakukan Naya Anindita di luar kesibukannya di dunia film? | Naya sangat gemar menjelajah atau traveling ke tempat-tempat baru. Kegemarannya mengeksplorasi sesuatu ini rupanya sudah muncul sejak masa sekolah, di mana ia sering sengaja bermain di area persawahan sendirian sepulang sekolah hanya untuk melihat suasana baru. |
Apakah Naya Anindita pernah berkarier di bidang lain sebelum menjadi sutradara film? | Sebelum memantapkan langkah sebagai sutradara layar lebar, Naya ternyata memiliki pengalaman di dunia periklanan. Ia tercatat pernah bekerja di departemen seni pada salah satu agen periklanan ternama dunia, yaitu Dentsu Advertising Agency. |