Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Tangis Denada Pecah, Tegaskan Tidak Pernah Membuang Ressa
Youtube.com/Feni Rose Official
  • Penyanyi Denada akhirnya buka suara menanggapi gugatan sang anak biologis, Ressa Rizky Rossano, terkait dugaan penelantaran.

  • Ia memberikan klarifikasi bahwa menitipkan Ressa kepada bibinya di Banyuwangi adalah keputusan berat demi memberikan sang anak figur keluarga yang utuh.

  • Sambil berurai air mata, Denada menegaskan bahwa ia tidak pernah membuang Ressa, selalu memperjuangkan kehamilannya, dan rutin memberikan nafkah.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Publik belakangan ini dikejutkan oleh kemunculan seorang pemuda asal Banyuwangi bernama Ressa Rizky Rossano yang melayangkan gugatan kepada penyanyi Denada. Pemuda berusia 24 tahun tersebut menuntut pengakuan dan menggugat sang mama atas dugaan penelantaran anak sejak ia masih bayi.

Melalui kanal YouTube Feni Rose Official, Denada akhirnya muncul memberikan klarifikasi mendalam dan pesan yang sangat menyentuh terkait status sang buah hati. Berikut Popmama.com telah merangkum bagaimana tangis Denada pecah tegaskan tidak pernah membuang Ressa.

Yuk, disimak!

1. Memilih mempertahankan kandungan sendirian

Youtube.com/Feni Rose Official

Saat pertama kali mengetahui dirinya hamil di usia 20-an, Denada mengaku dihadapkan pada ketakutan dan kebingungan yang luar biasa. Terlebih lagi, laki-laki yang menjadi papa biologis dari bayi tersebut memutuskan untuk tidak ikut bertanggung jawab.

"Tapi pada saat dari pertama kali aku tahu bahwa aku hamil, aku tidak pernah ada keraguan selain dengan keputusan untuk meneruskan kehamilan. Jadi tidak pernah ada kepikiran untuk apa istilahnya mencari jalan yang pintas gitu," ungkap Denada.

Meski harus menanggung beban mental sendirian dan menyembunyikannya dari publik, Denada tetap gigih mempertahankan kandungannya. Ia bertekad untuk melahirkan dan membesarkan anak tersebut karena rasa cintanya yang begitu besar.

2. Menitipkan Ressa demi keluarga yang utuh

Youtube.com/Feni Rose Official

Keputusan berat untuk menitipkan Ressa kepada sang paman dan bibi (Om Dino dan Tante Ratih) di Banyuwangi bukanlah bentuk penolakan. Denada menjelaskan bahwa kerabatnya tersebut sudah lama mendambakan anak laki-laki, dan ia ingin Ressa tumbuh di lingkungan yang penuh kasih sayang.

"Intinya adalah bahwa aku ingin dia tumbuh besar dengan gambaran keluarga Bapak Ibu yang lengkap. Dia ada di satu rumah tangga yang lengkap," lanjut Denada.

Keputusan ini diambil murni dari rasa bersalahnya karena saat itu ia tidak mampu memberikan figur keluarga yang ideal bagi sang anak. Dengan berada di Banyuwangi, Ressa dikelilingi oleh keluarga besar yang siap menjaga dan melindunginya setiap saat.

3. Bukti tetap memberikan nafkah setiap bulan

Youtube.com/Feni Rose Official

Menepis tudingan bahwa dirinya lepas tangan, Denada membeberkan fakta bahwa ia selalu bertanggung jawab secara finansial di balik layar. Ia senantiasa mengirimkan uang setiap bulannya untuk memenuhi kebutuhan hidup dan pendidikan Ressa.

"Jadi aku kirim duit itu kalau nggak ke Tante Ratih, ke mama atau pada saat Ressa sudah punya rekening, udah dewasa ya kirimnya ke Ressa langsung gitu. Tapi Insya Allah hampir setiap bulan," pungkasnya.

Bahkan di saat kondisi ekonominya sedang sangat terpuruk demi membiayai pengobatan kanker putrinya, Aisha, Denada tetap mengusahakan dana saat Ressa membutuhkan.

Mulai dari membelikan pakaian, laptop, hingga membayar uang kuliah, semuanya ia penuhi sebagai bentuk tanggung jawab seorang mama.

4. Terus berusaha menghubungi dan meminta maaf

Youtube.com/Feni Rose Official

Sejak membuat pengakuan publik pada Februari 2026, Denada secara konsisten terus mengirimkan pesan WhatsApp kepada Ressa setiap harinya. Ia sangat ingin bertemu langsung karena merasa berhutang penjelasan mendalam atas semua yang terjadi di masa lalu.

"Aku ngomong gitu karena aku nggak mau kasih dia penekanan, pemaksaan karena aku tahu aku salah. Jadi aku juga mengerti kalau seandainya Ressa pun masih belum mau ketemu aku, masih marah sama aku. Aku tahu, aku mengerti, aku menerima itu," tuturnya.

Denada dengan sabar menunggu kesiapan hati putranya, bahkan membebaskan Ressa untuk memanggilnya dengan sebutan "Mbak" maupun "Ibu". Baginya, yang terpenting saat ini adalah Ressa tahu bahwa pintu hatinya selalu terbuka kapan pun sang anak siap menemuinya.

5. Tangis pecah tegaskan Ressa bukan anak buangan

Youtube.com/Feni Rose Official

Di penghujung ceritanya, pertahanan Denada runtuh dan tangisnya pun pecah mengingat besarnya rasa bersalah yang ia pikul selama puluhan tahun. Namun, ia dengan sangat tegas dan emosional menolak narasi liar yang menyebutkan bahwa Ressa adalah anak yang tidak diinginkan.

"Resa itu bukan kesalahan. Resa itu tidak dibuang. Aku tidak pernah membuang dia. Aku jaga dia, aku pertahankan dia, dan aku lahirkan dia," tegas Denada.

Melalui pesan haru tersebut, ia memohon kepada publik agar berhenti melabeli Ressa sebagai anak yang dibuang oleh mamanya. Meski tidak bisa hadir sepenuhnya di setiap momen kehidupannya, Denada memastikan bahwa kasih sayangnya tidak pernah putus untuk darah dagingnya tersebut.

Itulah rangkuman dari bagaimana tangis Denada pecah tegaskan tidak pernah membuang Ressa.

FAQ Denada

Apa profesi utama Denada saat ini selain sebagai penyanyi?

Denada kini aktif sebagai instruktur Zumba profesional dan menjadi brand ambassador Zumba Indonesia. Ia bahkan sering mewakili Indonesia dalam ajang internasional di Amerika Serikat.

Mengapa Denada memutuskan untuk menjalani operasi plastik di wajahnya?

Ia melakukan prosedur tersebut sebagai investasi diri untuk memperpanjang usia kariernya di dunia hiburan. Denada merasa penampilan adalah bagian penting dari modal kerja seorang artis.

Bagaimana kondisi terbaru Aisha, putri Denada, setelah menjalani pengobatan?

Aisha telah dinyatakan sembuh dari kanker darah (leukemia) dan kini sudah mulai bersekolah kembali. Ia juga perlahan mulai diperbolehkan menikmati makanan yang sebelumnya dilarang.

Editorial Team