Penting! 5 Hal yang Pantang Dilakukan saat Berhubungan Seks

Jangan sampai Mama melakukan hal ini jika tidak ingin mengacaukan malam panas bersama Papa

5 Mei 2021

Penting 5 Hal Pantang Dilakukan saat Berhubungan Seks
Freepik/drobotdean

Setelah mengisi waktu dengan aktivitas sehari-hari, baik di rumah maupun di kantor, seks tentu menjadi salah satu pengisi baterai untuk Mama dan Papa.

Selain membuat hubungan Mama dan Papa lebih lengket, seks dapat membuat Mama semangat untuk kembali menjalankan aktivitas. Maka dari itu, seks harus menyenangkan, panas membara, dan lancar.

Jadi, jangan sampai Mama membuat segalanya menjadi kacau dengan melakukan beberapa hal ini, ya. Ada 5 hal yang pantang dilakukan ketika sedang berhubungan seks. Beberapa hal ini bisa membuat mood pasangan menurun dan bahkan hilang selera.

Simak yang telah Popmama.com susun di bawah ini!

1. Mengabaikan bagian lain dan hanya fokus pada area seksual untuk orgasme

1. Mengabaikan bagian lain ha fokus area seksual orgasme
Freepik/jcomp

Alat kelamin memang yang paling utama dalam berhubungan seks, tapi Mama juga harus memperhatikan bagian lain pada tubuh Papa. Mengabaikan bagian lain dan hanya fokus pada area seksual untuk orgasme merupakan pantangan saat berhubungan seks.

Awali dengan foreplay dan fokus pada seluruh tubuh Papa selama beberapa waktu. Bagian seperti lutut, pergelangan tangan, punggung dan perut adalah zona yang sangat sensitif bagi laki-laki maupun perempuan.

Membelai area tersebut dengan lembut akan membuat Papa semakin bergairah dan pada gilirannya Mama akan diberikan kesenangan juga.

Di samping itu, melupakan ciuman juga membuat seks kurang sempurna dan terasa sedikit tanggung. Entah itu karena posisi yang sulit berciuman atau terlalu bersemangat untuk mencapai klimaks, berciuman saat seks tetap disarankan.

Hanya fokus terhadap orgasme sebagai tujuan seks dapat mengurangi pengalaman secara keseluruhan, terutama jika Mama baru menikah.

Menurut psikoterapis dan konselor seksualitas Ian Kerner, PhD., yang juga penulis She Comes First, bukan berarti ada yang salah jika perempuan tidak mengalami orgasme saat pertama kali berhubungan seks.

Editors' Picks

2. Menikmati dalam diam tanpa mengungkapkannya pada pasangan

2. Menikmati dalam diam tanpa mengungkapkan pasangan
Freepik/shurkin_son

Hanya diam tanpa mengungkapkan kenikmatan termasuk pantangan saat berhubungan seks. Meskipun menikmati dalam diam, tapi ini bisa membuat pasangan salah paham. Ada yang berpikir diam berarti tidak menikmati atau tidak mood untuk melakukan seks.

Mengungkapkan perasaan dengan kalimat seperti “rasanya benar-benar nikmat” akan mendorong Papa untuk lebih semangat karena mengetahui Mama menyukainya.

Namun, seksolog Megan Stubbs, EdD., menyarankan untuk tidak melakukan seperti yang terjadi dalam film. Mengatakan dengan lantang “Oh my God, luar biasa”, “Yeah, tepat di sana”, dan kalimat lain yang berlebihan terkadang malah membuat tidak nyaman.  

Stubbs meminta untuk melakukan apa pun yang terasa tepat dengan diri kita. Jangan memulai mengucapkan sesuatu atau berbicara kotor jika itu bukan sifat Mama.

Ada banyak cara lain yang seksi untuk menunjukkan pada Papa bahwa Mama menikmati saat seks. Karena cara mengungkapkan bukan hanya melalui ucapan sebuah kalimat. Bisa juga dengan erangan atau bahasa tubuh.

Sadie Allison, PhD., seksolog bersertifikat AASECT merekomendasikan isyarat nonverbal, seperti melengkungkan punggung ke arah Papa, menatap matanya, meraih pantatnya dan menariknya ke Mama saat melakukan hubungan seks penetrasi.

Selain itu, Mama juga bisa menggunakan napas untuk mengungkapkan kenikmatan. Bernapas panjang dan lambatlah ke telinga Papa saat berhubungan seks. Terengah-engah adalah salah satu cara untuk mengekspresikan diri Mama terhadap Papa.

Atau Mama bisa berbicara dengan Papa keesokan harinya. Stubbd mengatakan kalimat seperti “Tadi malam aku suka saat kamu melakukan…..” bisa menunjukkan bahwa Mama puas dengan malam panas bersama Papa.

3. Memberi kritik negatif terhadap bagian tubuh pasangan

3. Memberi kritik negatif terhadap bagian tubuh pasangan
Freepik/wayhomestudio

Tidak semua orang memiliki tubuh yang dianggap sempurna. Memberi kritik negatif, melontarkan lelucon atau menertawakan tubuh (terutama bagian pribadi) pasangan dapat membuatnya tidak nyaman dan suasana hatinya menjadi buruk.

Sebab itu, hal-hal tersebut menjadi pantangan saat berhubungan seks.

Seorang pakar seks dan hubungan sekaligus penulis Hot Sex: How to Do It, Tracey Cox, mengungkapkan bahwa harga diri yang rendah adalah penyebab disfungsi seksual bagi wanita.

Sementara seksolog Gloria Brame, PhD., menyatakan lebih dari 90 persen laki-laki mengkhawatirkan ukuran penis mereka.

Pikirkan jika Mama berkomentar mengenai perutnya yang buncit atau mengenai bentuk dan penis Papa saat berhubungan seks. Malam panas bisa berubah menjadi momen yang buruk atau bahkan pertempuran.

Jadi, bersyukur dan nikmati apa yang dimiliki Papa. Dengan begitu, Papa juga akan merasa nyaman dengan tubuh Mama.

4. Membiarkan seks terasa menyakitkan bagi pasangan

4. Membiarkan seks terasa menyakitkan bagi pasangan
Freepik/yanalya

Psikoterapis dan konselor seksualitas Ian Kerner, PhD., dan penulis She Comes First mengungkapkan bahwa beberapa orang menganggang seks itu terasa sedikit atau bahkan sangat menyakitkan. Padahal menurutnya, itu bukan hal yang sepenuhnya benar.

Munculnya rasa nyeri saat berhubungan seks menandakan adanya masalah dengan gairah, pelumas, perimenopause atau pergeseran hormonal menopause, posisi yang tidak tepat, serta kurangnya komunikasi.

Beri tahu Papa dan jangan takut untuk menambahkan lebih banyak pelumas atau melakukan foreplay saat melakukan seks. Di samping itu, bicaralah dengan dokter jika masalah terus berlanjut karena ini bisa jadi merupakan gejala infeksi.

5. Berpura-pura orgasme untuk menyenangkan pasangan

5. Berpura-pura orgasme menyenangkan pasangan
Unsplash/Sarah Diniz Outeiro

Banyak perempuan yang berpura-pura orgasme untuk menyenangkan pasangannya. Padahal, ini adalah salah satu pantangan saat berhubungan seks. Karena, pasangan akan mengetahuinya suatu hari nanti dan tentu tidak menyukai hal itu.

Ketika Papa merasa Mama memalsukannya, Cox menyarankan untuk menjelaskan bahwa Mama tidak berharap orgasme setiap saat dan itu bukan merupakan masalah.

Kerner juga menambahkan bahwa kejujuran dapat membawa Papa dan Mama masuk ke dalam percakapan mengenai apa yang membuatnya berhasil orgasme dan yang tidak. Jadi, tidak ada salahnya memilih kejujuran daripada berpura-pura orgasme.

Nah, sebaiknya Mama berusaha menghindari 5 pantangan saat berhubungan seks di atas, ya. Mama tidak ingin merusak malam panas bersama Papa, bukan?

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.