Pada hari-hari pertama setelah melahirkan, payudara menghasilkan kolostrum, yaitu cairan kental berwarna kekuningan dengan volume kecil.
Banyak Mama mengira ASI tidak keluar karena jumlahnya sedikit, padahal kolostrum memang diproduksi dalam jumlah terbatas namun sangat kaya nutrisi dan antibodi.
Ukuran lambung bayi baru lahir yang masih kecil membuat kebutuhan cairannya pun belum banyak. Beberapa tetes kolostrum sebenarnya sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan awal bayi.
Seiring stimulasi menyusui yang rutin, produksi ASI biasanya akan meningkat dalam 2–5 hari setelah persalinan.
Nah, itu dia beberapa penyebab ASI tidak keluar saat IMD. Dengan memahami penyebabnya, Mama dapat lebih tenang dan fokus memberikan stimulasi menyusui yang konsisten.
Yang terpenting, tetap lakukan kontak kulit ke kulit, susui bayi sesering mungkin, dan jangan ragu meminta bantuan tenaga kesehatan atau konselor laktasi. Semoga informasinya membantu ya, Ma.
1. Apakah normal jika ASI belum keluar saat IMD? | Ya, kondisi ini normal terjadi pada banyak Mama. Pada 1–3 hari pertama setelah melahirkan, payudara biasanya menghasilkan kolostrum dalam jumlah sedikit sehingga Mama merasa ASI belum keluar. Produksi ASI umumnya akan meningkat secara bertahap seiring stimulasi menyusui. |
2. Berapa lama ASI biasanya mulai keluar setelah melahirkan? | ASI transisi biasanya mulai keluar sekitar hari ke-2 hingga ke-5 pasca persalinan. Namun, waktunya bisa berbeda pada setiap Mama tergantung kondisi tubuh, jenis persalinan, dan frekuensi menyusui bayi. |
3. Apakah operasi caesar membuat ASI lebih lama keluar? | Persalinan caesar dapat menyebabkan keterlambatan awal produksi ASI karena efek obat, rasa nyeri, serta terbatasnya mobilitas Mama. Meski begitu, dengan IMD, kontak kulit ke kulit, dan menyusui rutin, produksi ASI tetap bisa optimal. |
4. Apa yang bisa dilakukan jika ASI belum keluar saat IMD? | Mama dapat tetap melakukan kontak kulit ke kulit, menyusui bayi sesering mungkin, memijat payudara dengan lembut, serta menjaga hidrasi dan istirahat cukup. Dukungan tenaga kesehatan juga membantu memastikan teknik menyusui sudah tepat. |