Bolehkah Ibu Menyusui Minum Es? Ini Jawabannya

ASI sangat bermanfaat dalam tumbuh kembang bayi

22 Februari 2020

Bolehkah Ibu Menyusui Minum Es Ini Jawabannya
Unsplash/Oleg Ivanov

Setiap perempuan yang sedang menyusui, hendaknya memerhatikan kondisi dan nutrisi tubuh. Mengingat selain perlu menjaga kesehatan diri sendiri, Mama perlu memikirkan asupan sehingga produksi ASI tetap lancar.

Si Kecil pun dapat tumbuh dan berkembang dengan baik.

Tak hanya konsumsi makanan yang diperhatikan, tetapi juga minuman. Sebagian orang bahkan menganggap ibu menyusui tidak dianjurkan untuk minum es.

Hal ini karena minuman dingin dipercaya dapat menyebabkan bayi batuk dan pilek yang disebabkan oleh ASI. 

Namun, benar kah demikian?

Secara lebih lanjut, berikut Popmama.com berikan penjelasan mengenai konsumsi minuman dingin pada masa menyusui. Dilansir dari berbagai sumber. 

1. Ibu menyusui boleh minum es

1. Ibu menyusui boleh minum es
Unsplash/Kaffee Meister

Faktanya, tidak ada temuan medis atau hasil penelitian yang menyatakan bahwa minum es saat masa menyusui dapat membuat bayi batuk dan pilek.

Hal ini karena batuk atau pilek biasanya terjadi akibat infeksi virus dan ASI tidak bisa menularkan ini.

Menurut laman TheHealthSite, infeksi virus ini baru bisa ditularkan melalui tetesan cairan tubuh, seperti saat Mama bersin atau batuk.

Jika Mama dalam kondisi batuk dan pilek pun tetap diperbolehkan untuk menyusui si Kecil karena tidak mengubah komposisi ASI. Jadi, tidak ada hubungan antara konsumsi minuman dingin dan perubahan komposisi susu.

ASI akan tetap keluar dalam kondisi hangat dan masih memberikan cukup antibodi sehingga bayi terhindar dari infeksi.

Editors' Picks

2. Aturan minum es saat menyusui

2. Aturan minum es saat menyusui
Unsplash/Humprey Muleba

Meskipun konsumsi air dingin tidak dilarang bagi ibu menyusui, tetapi Mama perlu memerhatikan dengan cermat. Hal ini agar bayi tidak terkena dampak buruk.

Minum air es, seperti es jeruk atau lemon yang segar buatan rumah lebih aman. Dampak buruk minum es saat menyusui bisa saja terjadi.

Apabila Mama mengonsumsi minuman yang terbuat dari air mentah dan alat-alat tidak steril karena dapat menyebabkan diare.

Diare bisa memengaruhi produksi ASI untuk si Kecil karena diare menyebabkan tubuh dehidrasi.

Asupan ASI yang berkurang ini dapat memengaruhi tumbuh kembang bayi karena nutrisinya tidak terpenuhi. Jadi, pastikan minuman dingin yang dikonsumsi saat menyuui benar-benar aman ya, Ma.

3. ASI dingin aman untuk bayi

3. ASI dingin aman bayi
Unsplash/Jen Johnsson

Terkadang, Mama terburu-buru dalam memberikan ASI hasil pompa sehingga masih dalam kondisi dingin. Sebenarnya, kondisi ini tidak memiliki potensi bahaya ketika bayi minum susu dalam kondisi dingin.

Beberapa bayi pun mungkin lebih menyukai susu dingin daripada ketika hangat. Kondisi keduanya tidak ada yang salah dan tak memberi dampak buruk. Namun, kembali pada kondisi bayi, apakah ia lebih suka susu dingin atau hangat.

Sebenarnya, suhu ideal untuk susu dan makanan bayi adalah 37˚celcius. Dalam membaca suhu, Mama dapat menggunakan thermometer untuk memastikan. Namun, tidak apa jika memberikan ASI dingin pada si Kecil karena cenderung aman.

Sedangkan, ASI hangat biasanya lebih dipilih dan disukai bayi karena efek relaksasi sehingga membuat bayi lebih tenang. Meskipun ASI atau air dingin cenderung aman dikonsumsi, tetapi sebaiknya berikan minuman dingin ini saat si Kecil berusia 4-6 bulan ya, Ma.

4. Banyak cairan bantu produksi ASI

4. Banyak cairan bantu produksi ASI
Unsplash/The Honest Company

Dikutip dari laman Parenting.FirstCry, sebenarnya, cairan saat diperlukan untuk membantu produksi ASI selama masa menyusui. Maka, Mama dianjurkan untuk konsumsi banyak cairan. Setidaknya 12 gelas atau ¾ liter air per hari agar tubuh juga tetap terhidrasi.

Sebaiknya, hindari minuman, seperti soda, kopi, dan alkohol. Konsumsi minuman berkafein tidak dilarang, tetapi sebaiknya tidak dalam jumlah berlebihan karena dapat memengaruhi kondisi bayi.

5. Makanan pelancar ASI

5. Makanan pelancar ASI
Unsplash/Ja Ma

Selama masa menyusui, ada beberapa makanan yang direkomendasikan karena manfaatnya dapat membantu produksi ASI. M

tersebut yaitu, buah-buahan sehat, sayuran, biji-bijian, protein, dan makanan lain yang kaya akan kalsium.

Mama membutuhkan sekitar 300-500 kalori ekstra per hari sebagai ibu menyusui. Selain itu, Mama juga perlu memasukkan makanan yang tinggi yodium, seperti makanan laut atau produk susu.

Hal ini untuk mencegah masalah yang terkait dengan kekurangan yodium.

Namun, tetap berhati-hati dalam memilih makanan laut mengingat ikan bisa mengandung merkuri yang berbahaya untuk perkembangan bayi. Produk susu yang dikonsumsi pun tak boleh sembarangan.

Jadi, sebaiknya perhatikan dengan cermat dalam memilih bahan makanan ya, Ma.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.