7 Perubahan Khas yang Terjadi di Tubuh Perempuan Pasca Hamil

Lebih perhatikan lagi kondisi kesehatan tubuh Mama di periode ini

18 November 2018

7 Perubahan Khas Terjadi Tubuh Perempuan Pasca Hamil
Pexels/Rene Asmussen

Setelah melewati proses kehamilan dan persalinan, kemudian menjadi seorang ibu, ada beberapa hal yang tetap tinggal di tubuh Mama.

Mulai dari perubahan yang terjadi pada tubuh, sampai kebiasaan-kebiasaan tertentu yang berubah.

Ya, ketika seorang perempuan sudah menjadi seorang ibu, akan ada beberapa perubahan yang mungkin akan terjadi dan bahkan menetap selamanya.

Apa saja, ya? Berikut rangkuman informasinya untuk Mama:

1. Sel bayi menetap di tubuh ibu

1. Sel bayi menetap tubuh ibu
Freepik/Yanalya

Janin tumbuh dan berkembang di dalam tubuh Mama selama 9 bulan lamanya. Pada waktu tersebut, bukan tidak mungkin sel-sel tubuh janin kemudian akan tetap tinggal meski ia sudah dilahirkan.

Penelitian menunjukkan bahwa sel DNA bayi bisa tetap tinggal di tubuh Mama bahkan beberapa tahun setelah ia dilahirkan.

Semua ini adalah proses normal karena adanya ikatan yang sangat kuat antara Mama dan si Kecil, di mana selama 9 bulan ini terjadi pertukaran aliran darah untuk mengalirkan nutrisi dan oksigen.

Maka dari itu, sebagian sel-sel yang tersisa dari proses itupun tetap ada di tubuh Mama setelah proses persalinan.

2. Perubahan di area organ intim

2. Perubahan area organ intim
Pexels/Pixabay

Setelah bayi dilahirkan, tentu saja akan ada perubahan yang terjadi di area organ intim. Akan sulit bagi vagina untuk bisa benar-benar kembali seperti sebelumnya.

Rentangan yang terjadi akibat proses persalinan bisa saja dirapatkan kembali, misalnya dengan rutin senam Kegel, namun tidak bisa sepenuhnya kembali lagi.

Senam Kegel bisa dilakukan untuk melatih otot di area vagina agar kembali lentur. Tapi jangan mengharapkan hasil yang instan ya, Ma.

Diperlukan rutin dan waktu yang cukup lama untuk bisa memulihkan area vagina agar bisa kembali pulih pasca persalinan.

3. Payudara menurun

3. Payudara menurun
Freepik

Saat hamil, payudara akan membesar sebagai proses persiapan menyusui. Tubuh tengah menyiapkan tubuh Mama untuk nantinya bisa memberikan asupan air susu ibu (ASI) yang cukup.

Nantinya saat menyusui, payudara pun akan menyesuaikan dengan produksi ASI yang dilakukan.

Setelah proses menyusui selesai, seringkali yang terjadi kemudian adalah payudara menjadi menurun. Jangan khawatir, Ma. Masalah ini bisa diakali dengan penggunaan bra yang tepat, kok.

Editors' Picks

4. Kaki menjadi lebih besar

4. Kaki menjadi lebih besar
Pexels/Jeshoots.com

Pembengkakkan yang terjadi di kaki selama hamil bisa saja terus bertahan bahkan setelah persalinan sudah dilewati, Ma.

Ya, perubahan ukuran pada kaki selama dan setelah persalinan sangat mungkin terjadi. Tidak heran jika kemudian Mama harus mengganti ukuran sepatu.

Kondisi ini masih bisa dianggap normal dan bisa dilatih agar tidak tampak semakin bengkak dengan melakukan olahraga rutin.

5. Otot perut mengalami perubahan

5. Otot perut mengalami perubahan
Pexels/Public Domain Pictures

Sebelum hamil, otot perut Mama bisa saja tampak kencang atau bahkan memiliki six-pack. Namun pasca melahirkan, otot perut seringkali jadi lebih sulit dilatih.

Ini karena selama kehamilan, otot perut mengalami perubahan yang signifikan. Ini karena otot mengalami peregangan sebagai proses adaptasi saat menjadi tempat bertumbuhnya janin.

Terlebih jika Mama hamil dengan janin kembar, ukuran perut biasanya akan menjadi lebih besar dibandingkan jika Mama hamil janin tunggal.

Perpisahan otot yang terjadi di area perut membuatnya menjadi lebih sulit dilatih nantinya pasca persalinan.

6. Frekuensi buang air kecil meningkat

6. Frekuensi buang air kecil meningkat
Pexels/Hafidz Alifuddin

Saat hamil, kandung kemih Mama akan tertekan sehingga frekuensi buang air kecil pun akan meningkat dan menjadi lebih sering.

Sayangnya, masalah ini seringkali terus terjadi bahkan setelah Mama melahirkan. Kondisi ini disebut sebagai inkontinensia.

Bukan cuma peningkatan frekuensi buang air kecil, masalah ini pada sebagian Mama juga bisa menjadi lebih merepotkan. Ya, seringkali terjadi ngompol akibat Mama jadi lebih sulit menahan buang air kecil.

7. Kulit menjadi tampak lebih gelap

7. Kulit menjadi tampak lebih gelap
Pexels/Rawpixel.com

Salah satu hal yang sering dikhawatirkan oleh ibu hamil adalah terjadinya perubahan warna pada kulit, yang menjadi tampak lebih gelap.

Faktanya, kondisi ini bukan hanya bisa terjadi di area wajah, tapi juga di beberapa bagian tubuh lainnya. Termasuk yang disebut sebagai linea nigra, garis lurus yang tampak muncul di perut.

Perubahan warna kulit juga bisa terlihat di bagian payudara dan bahkan di vagina. Yang mengherankan, perubahan warna ini sangat mungkin tetap bertahan setelah proses persalinan.

Selain karena faktor bawaan, kondisi ini juga bisa terjadi karena faktor hormonal. Tidak masalah selama tubuh Mama tetap sehat, ya.

Topic: