4 Mempersiapkan Mental Calon Mama Jelang Persalinan

Bukan hanya kondisi fisik yang harus mama persiapkan jelang persalinan, tapi juga kesiapan mental

27 Januari 2019

4 Mempersiapkan Mental Calon Mama Jelang Persalinan
Pixabay/Grayerbaby

Untuk menjadi seorang mama, memang dibutuhkan mental yang kuat. Bahkan persiapan itu sudah harus dilakukan sejak sebelum si kecil lahir.

Rasa takut saat akan melahirkan memang menjadi hal yang wajar. Maka dari itu dibutuhkan persiapan mental jelang persalinan.

Bukan hanya bermanfaat untuk sang ibu, namun kondisi mental yang kuat selama masa kehamilan akan membuat janin lebih sehat dan terlahir secara normal.

Ibu hamil juga tidak akan merasa tertekan saat melahirkan, sehingga seluruh proses kelahirannya berjalan lebih mudah dan lancar.

Kegiatan Positif untuk Mama Jelang Persalinan

Kegiatan yang positif juga bisa membuat mama berpikir secara jernih. Maka saat masa persalinan sudah mulai dekat, ada baiknya mama mengikuti kegiatan-kegiatan positif untuk menghilangkan perasaan takut atau cemas yang berlebihan.

Misalnya dengan rutin melakukan olahraga ringan seperti senam hamil di rumah atau mengikuti kelas senam.

Selain membuat tubuh lebih bugar dan otot-otot tubuh akan lebih terlatih untuk menghadapi persalinan, ini juga akan meningkatkan kesiapan secara mental.

Lalu kegiatan apa lagi yang bisa menjadi persiapan mental jelang persalinan untuk Mama?

1. Menghilangkan ketakutan

1. Menghilangkan ketakutan
Freepik/freepic.diller

Beberapa hal yang biasanya ditakuti oleh ibu hamil menjelang persalinan adalah rasa sakit proses persalinan, takut jika si kecil terlahir cacat atau bahkan meregang nyawa. Lahirnya si kecil di dunia merupakan kehendak dari Tuhan.

Jadi, pasrahkan semuanya kepada Tuhan apapun kondisi yang akan mama alami setelah proses kelahiran kelak.

Dengan berpasrah diri, banyak berdoa dan mendekatkan diri kepada-Nya, niscaya perasaan takut itu akan semakin berkurang.

2. Menjalin komunikasi dengan janin

2. Menjalin komunikasi janin
Unsplash/Matthew T Rader

Persiapan mental jelang persalinan juga bisa mama lakukan dengan terus mengobrol dengan orang-orang terdekat. Jangan biarkan diri mama terdiam sendiri begitu lama, karena pasti akan berpengaruh pada kondisi mental.

Sebaiknya biasakan mengutarakan apa yang sedang mama rasakan kepada suami atau keluarga, agar orang-orang terdekat menjadi lebih peduli dan perhatian.

Editors' Picks

3. Membayangkan Hal-hal Positif

3. Membayangkan Hal-hal Positif
Unsplash/Ignacio Campo

Jika mama merasa tegang atau takut membayangkan betapa sakitnya proses melahirkan, coba ubah imajinasi tersebut dengan hal-hal yang positif dan indah.

Ini menjadi cara ampuh untuk bisa menenangkan hati dan mental.

Coba bayangkan bagaimana perasaan mama setelah si kecil lahir dan mama akan menyentuh wajah mungilnya. Hal ini dapat meningkatkan motivasi dan cocok untuk menghapuskan perasaan negatif jelang persalinan.

4. Menambah Pengetahuan

4. Menambah Pengetahuan
Unsplash/Christin Hume

Ini berlaku bagi mama yang baru pertama kali hamil dan akan melahirkan anak pertama. Tentunya mama harus mengetahui bagaimana cara menjadi mama yang baik dan benar.

Saat ini materi seperti itu bisa dengan mudah didapatkan dari internet, buku atau majalah-majalah.

Perbanyak pengetahuan tentang merawat anak dan berbagai kegiatan mama setelah melahirkan nanti. Dengan begitu, mama pasti akan bisa selalu memikirkan hal-hal bahagia dan bisa mengurangi beban mental.

Itulah empat hal penting yang perlu mama lakukan sebagai persiapan mental jelang persalinan. Untuk menambah kedekatan dengan si calon bayi, Mama juga bisa mengajaknya berkomunikasi dan memberinya kasih sayang dengan belaian lembut di perut.

Para ahli menilai bahwa meskipun masih berada di dalam perut, namun calon bayi bisa mengerti kasih sayang dan komunikasi dari sang Mama.

Stimulus ini juga berguna untuk meningkatkan kecerdasan anak dan berpengaruh pada kepribadian anak di saat lahir nanti.

Dengan melakukan cara-cara tersebut, Mama pasti akan merasa lebih tenang luar dan dalam dan siap untuk menghadapi persalinan.

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!