Masa nifas berlangsung sekitar 4-6 minggu setelah seorang perempuan melahirkan, dan menjadi fase penting dalam proses pemulihan tubuh. Masa nifas biasanya ditandai dengan darah yang keluar melalui vagina yang kemudian akan berkurang seiring waktu dan akhirnya berhenti.
Pada masa ini, organ reproduksi yang mengalami perubahan selama kehamilan, seperti rahim, akan perlahan kembali ke ukuran dan kondisi semula. Selain itu, pada periode ini jaringan vagina menjadi lebih tipis dan sensitif. Karena itu, masa nifas menjadi waktu yang sangat berharga bagi ibu untuk beristirahat, memulihkan kesehatan, dan menyesuaikan diri dengan peran barunya.
Melansir dari Mayo Clinic, berhubungan intim saat masa nifas berisiko menimbulkan masalah kesehatan terutama jika robekan pascapersalinan belum sembuh dengan benar. Untuk itu, berhubungan intim di masa nifas sebaiknya dihindarkan demi kenyamanan dan kesehatan Mama ya, karena akan menyebabkan infeksi dan gangguan kesehatan lainnya.
Bisanya berhubungan intim saat masa nifas memiliki gejala yang dapat membuat hubungan jadi tidak nyaman, seperti cairan yang keluar dari vagina, robekan pada vagina, vagina yang mengalami kekeringan, nyeri hingga rendahnya hasrat seksual pada Mama.
Untuk lebih memahaminya berikut Popmama.com sudah merangkum informasi mengenai bahaya berhubungan intim di masa nifas. Disimak berikut ini.
