Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
pexels-olly-3757376.jpg
Pexels/Olly

Intinya sih...

  • Kandungan protein ASI jauh dari cukup untuk membangun otot orang dewasa

  • Risiko kontaminasi tinggi saat ASI dibeli secara online

  • Tidak ada bukti ilmiah bahwa ASI bisa membangun otot

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Belakangan muncul tren aneh yang ramai dibicarakan di dunia kebugaran, yaitu anggapan bahwa ASI bisa membantu membentuk otot.

Banyak yang percaya ASI mengandung nutrisi khusus yang bisa membantu perkembangan otot karena dianggap sebagai superfood untuk bayi.

Namun, sebelum mengikuti tren ini, penting bagi Mama untuk memahami bahwa kebutuhan nutrisi bayi sangat berbeda dengan kebutuhan tubuh orang dewasa.

Fokusnya juga tidak sama, terlebih ketika tujuan utamanya adalah membentuk otot. Untuk lebih jelasnya, berikut Popmama.com telah merangkum pembahasan mengenai ASI yang dianggap efektif pada pembentukan otot. Yuk, simak selengkapnya!

1. Kandungan protein ASI sangat rendah untuk membangun otot orang dewasa

Freepik/wirestock

Dilansir dari Men’s Health, alasan banyak bodybuilder mencoba ASI adalah karena menganggapnya padat nutrisi untuk pertumbuhan cepat. Namun, kandungan protein ASI jauh dari cukup untuk kebutuhan otot orang dewasa. Dalam analisis lebih dari 20 studi, 100 ml ASI hanya mengandung sekitar 1,3 gram protein, sementara susu sapi mengandung lebih banyak.

Untuk mencapai ambang minimal stimulasi muscle protein synthesis atau MPS, yaitu pembentukan protein otot, tubuh membutuhkan 20–30 gram protein sekali konsumsi.

Menurut ahli gizi yang dilansir dari NDTV, seseorang harus minum sekitar 2,5 liter ASI untuk mendapatkan 25 gram protein. Hal ini jelas tidak praktis, sangat mahal, dan tidak sesuai kebutuhan nutrisi orang dewasa.

ASI memang makanan terbaik untuk bayi, tetapi nutrisinya dirancang untuk organ dan metabolisme bayi, bukan untuk massa otot orang dewasa.

2. Risiko kontaminasi tinggi saat ASI dibeli secara online

Popmama.com/Syabita Salma/AI

Tren pembelian ASI untuk bodybuilder muncul karena ASI tidak tersedia di pasar reguler dan akhirnya dijual secara individu melalui platform online.

Dilansir dari Men's Health, dari 101 sampel ASI yang dibeli secara daring, sekitar 75% terkontaminasi bakteri atau virus berbahaya.

Temuan paling mengejutkan adalah adanya campuran susu formula dan susu sapi di 10% sampel, hingga keberadaan bakteri patogen seperti salmonella akibat kebersihan yang buruk saat memompa atau menyimpan ASI.

Bagi orang dewasa yang sehat sekalipun, konsumsi cairan tubuh yang tidak dipasteurisasi membawa risiko tinggi penularan penyakit seperti HIV atau hepatitis. Dilansir dari NDTV, ditegaskan bahwa membeli ASI tanpa regulasi adalah tindakan berisiko.

3. Tidak ada bukti ilmiah bahwa ASI bisa membangun otot

Freepik/jcomp

Sampai saat ini, tidak ada satupun penelitian yang membuktikan ASI bisa membantu pembentukan otot orang dewasa. Dilansir dari Men’s Health, manfaat ASI untuk pertumbuhan bayi bukan berarti memberikan efek serupa pada tubuh orang dewasa.

Kombinasi karbohidrat, lemak, enzim, dan hormon dalam ASI memang penting bagi perkembangan sistem imun dan pencernaan bayi, bukan untuk menambah massa otot.

Dilansir dari NDTV, para ahli juga menyebut bahwa ASI adalah 88% air, dan kandungan nutrisinya bukan untuk kebutuhan metabolisme dewasa. Jika tujuannya untuk menambah massa otot, cara yang sudah terbukti jauh lebih sederhana seperti konsumsi protein whey dan latihan yang konsisten.

Faktan mengenai anggapan ASI efektif untuk pembentukan otot menunjukkan bahwa ASI tidak efektif untuk membangun otot karena kandungan proteinnya sangat rendah, risikonya tinggi jika dibeli online, dan tidak ada bukti ilmiahnya.

Nutrisi ASI memang luar biasa, tetapi manfaatnya dikhususkan untuk bayi yang membutuhkan dukungan tumbuh kembang. Bagi orang dewasa, sumber protein lain jauh lebih aman dan lebih tepat untuk kebutuhan otot.

Editorial Team