Masa-masa pascamelahirkan (postpartum) emang jadi momen yang super ajaib sekaligus bikin culture shock ya, Ma. Gimana enggak, fokus kita otomatis langsung tersedot 24/7 buat mengurus si Kecil yang lagi lucu-lucunya, mulai dari drama begadang, urusan ASI, sampai urusan popok. Tapi jujur deh Ma, di balik kebahagiaan jadi ibu baru, ada satu hal sensitif yang sering banget bikin kepikiran tapi malu buat diomongin: apalagi kalau bukan urusan ranjang bareng Papa!
Bagi Mama yang melewati proses persalinan normal (pervaginam), pasti sempat terbersit rasa insecure di dalam hati. Muncul pertanyaan-pertanyaan cemas seperti: “Aduh, nanti pas berhubungan intim lagi rasanya bakalan beda nggak ya?” atau “Benar nggak sih melahirkan normal bisa bikin disfungsi seksual dan Miss V jadi longgar?” Tenang Ma, rasa parno ini super duper wajar kok dialami oleh hampir semua ibu baru di dunia.
Sayangnya, karena topik ini masih dianggap tabu, banyak Mama yang akhirnya milih buat mendem kecemasan ini sendirian dan berujung stres. Padahal, perubahan performa atau rasa nggak nyaman saat kembali aktif secara seksual pascamelahirkan itu ada penjelasan biologisnya, lho. Memahami kondisi tubuh sendiri pascapersalinan adalah kunci utama biar Mama bisa kembali pede dan keharmonisan bareng Papa tetap membara.
Biar Mama nggak gampang termakan mitos atau malah salah paham sama suami, kita wajib tahu faktanya dari kacamata medis. Yuk, kita kupas tuntas bareng-bareng biar nggak ada lagi rasa ganjal di hati!
Berikut Popmama.com udah merangkum 4 fakta penting seputar pengaruh melahirkan normal terhadap disfungsi seksual yang wajib Mama ketahui!
