Bahaya Berhubungan Intim saat Masa Nifas, Berisiko Timbulkan Masalah Kesehatan

- Berhubungan intim di masa nifas menyebabkan ketidaknyamanan, seperti gangguan pada jahitan, dan dispareunia.
- Perubahan hormon setelah melahirkan dapat membuat vagina kering dan kurang nyaman saat berhubungan intim.
- Risiko infeksi meningkat jika berhubungan intim terlalu cepat, serta ada risiko tambahnya robekan perineum dan otot panggul yang masih kaku.
Masa nifas berlangsung sekitar 4-6 minggu setelah seorang perempuan melahirkan, danĀ menjadi fase penting dalam proses pemulihan tubuh. Masa nifas biasanya ditandai dengan darah yang keluar melalui vagina yang kemudian akan berkurang seiring waktu dan akhirnya berhenti.
Pada masa ini, organ reproduksi yang mengalami perubahan selama kehamilan, seperti rahim, akan perlahan kembali ke ukuran dan kondisi semula. Selain itu, pada periode ini jaringan vagina menjadi lebih tipis dan sensitif. Karena itu, masa nifas menjadi waktu yang sangat berharga bagi ibu untuk beristirahat, memulihkan kesehatan, dan menyesuaikan diri dengan peran barunya.
Melansir dari Mayo Clinic, berhubungan intim saat masa nifas berisiko menimbulkan masalah kesehatan terutama jika robekan pascapersalinan belum sembuh dengan benar. Untuk itu, berhubungan intim di masa nifas sebaiknya dihindarkan demi kenyamanan dan kesehatan Mama ya, karena akan menyebabkan infeksi dan gangguan kesehatan lainnya.
Bisanya berhubungan intim saat masa nifas memiliki gejala yang dapat membuat hubungan jadi tidak nyaman, seperti cairan yang keluar dari vagina, robekan pada vagina, vagina yang mengalami kekeringan, nyeri hingga rendahnya hasrat seksual pada Mama.
Untuk lebih memahaminya berikut Popmama.com sudah merangkum informasi mengenai bahaya berhubungan intim di masa nifas. Disimak berikut ini.
Table of Content
1. Berhubungan intim di masa nifas menyebabkan ketidaknyamanan

Melansir dari Women in Motion, berhubungan intim terlalu cepat setelah persalinan dapat menimbulkan rasa tidak nyaman, mengganggu proses penyembuhan jahitan, bahkan berisiko menyebabkan luka atau robekan pada jalan lahir.
Tak hanya itu, sebagian perempuan juga dapat mengalami dispareunia, yaitu nyeri saat berhubungan seksual, termasuk setelah menjalani operasi caesar. Sebuah penelitian yang dilakukan di Australia mengungkap bahwa banyak perempuan masih mengalami rasa tidak nyaman saat berhubungan intim setelah melahirkan.
Hasilnya menunjukkan bahwa sekitar 86 persen responden merasakan nyeri saat pertama kali kembali berhubungan intim. Angka ini memang menurun seiring waktu, menjadi sekitar 45 persen pada tiga bulan setelah melahirkan, dan sekitar 23 persen pada 18 bulan pascapersalinan.
Meski demikian, temuan ini membuktikan bahwa proses pemulihan setiap perempuan berbeda-beda. Bahkan hingga satu setengah tahun setelah persalinan, hampir seperempat dari mereka yang disurvei masih mengalami rasa sakit saat berhubungan intim.
Sehingga penting untuk mendengarkan sinyal tubuh dan berkonsultasi dengan tenaga medis sebelum kembali aktif secara seksual.
2. Perubahan hormon sebabkan vagina kering

Melansir Mayo Clinic, perubahan hormon setelah melahirkan dapat membuat vagina kering akibat jaringan yang menipis dan penurunan elastisitas vagina.
Selain itu, penurunan hormon estrogen bagi ibu menyusui dapat berlangsung lama. Akibatnya, area kewanitaan bisa terasa lebih kering, kencang, dan kurang nyaman, bahkan menimbulkan rasa nyeri, terutama saat berhubungan intim.
Perubahan ini bukan tanda adanya masalah serius, melainkan bagian dari proses adaptasi tubuh setelah persalinan. Dengan perawatan yang tepat, istirahat cukup, dan komunikasi yang baik dengan pasangan, kondisi ini perlahan akan membaik seiring waktu.
3. Risiko infeksi

Selama masa nifas, tubuh akan mengalami perdarahan sebagai bagian dari proses alami untuk membersihkan sisa-sisa jaringan kehamilan di dalam rahim.
Keluarnya darah dan gumpalan jaringan ini sebenarnya merupakan tanda bahwa tubuh sedang memulihkan diri dengan baik.
Risiko infeksi akan meningkat jika kuman masuk ke dalam tubuh, misalnya melalui hubungan intim yang dilakukan terlalu cepat. Risiko lainnya yang memperparah kondisi ini adalah jika kebersihan area intim kurang terjaga.
Sehingga sebaiknya Mama juga memperhatikan kebersihan area intim ya dengan sering mengganti pembalut dan selalu memperhatikan kebersihan tangan dan tubuh.
4. Bisa berisiko menambah robekan perineum

Saat menjalani persalinan normal, tubuh perempuan mengalami peregangan di area sekitar jalan lahir, sehingga terjadi luka atau robekan pada kulit, jaringan, hingga otot di sekitar area tersebut.
Selama masa penyembuhan, luka-luka ini akan membentuk jaringan baru yang terkadang meninggalkan bekas atau jaringan parut. Pada sebagian perempuan, bekas luka tersebut bisa terasa sensitif atau nyeri saat disentuh, ditekan, atau saat melakukan hubungan intim. Selain itu, luka yang belum pulih dapat menyebabkan gangguan pada jahitan.
Itulah kenapa, sebaiknya hubungan intim dilakukan setelah masa nifas atau jika Mama sudah tidak merasakan nyeri atau sakit pada jalan lahir.
5. Otot panggul yang masih kaku dapat menyebabkan rasa sakit

Melansir dari National Association for Continence, setelah melahirkan, otot-otot dasar panggung mengalami perubahan akibat tekanan saat melahirkan bayi.
Kondisi ini tidak hanya bisa melemahkan otot, tetapi pada sebagian ibu juga dapat menyebabkan otot menjadi tegang kaku, sehingga Mama jadi sulit untuk rileks ketika berhubungan intim. Ketika otot terlalu tegang dan tidak dapat meregang dengan mudah, masuknya penis saat berhubungan bisa terasa menyakitkan atau tidak nyaman.
Nah, Ma, itulah informasi seputar bahay berhubungan intim di masa nifas. Ada banyak faktor penentu mengenai kesiapan Mama untuk untuk melanjutkan aktivitas seksual setelah melahirkan, termasuk tingkat nyeri, kelelahan, stres, gairah seks, rasa takut berhubungan seks, kekeringan vagina, dan kesehatan mental.
Untuk itu sebaiknya jangan ragu untuk berkomunikasi dengan Papa dan bicarakan mengenai ketidaknyamanan yang dirasakan. Namun, jika merasakan sakit berlebih segeralah untuk memeriksakan diri ya!


















