Melansir data dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC), sekitar 75% ibu yang baru melahirkan memulai proses menyusui.
Namun, banyak di antaranya yang berhenti dalam beberapa bulan pertama karena kekhawatiran tentang kekurangan produksi ASI.
Padahal, sebagian besar ibu sebenarnya memiliki jumlah ASI yang cukup. Jika ada kebutuhan untuk meningkatkan produksi ASI, beberapa metode yang telah terbukti efektif meliputi:
- Menyusui lebih sering, semakin sering bayi menyusu, semakin banyak ASI yang diproduksi karena rangsangan hormon oksitosin.
- Memompa diantara sesi menyusui, ini dapat membantu meningkatkan produksi ASI dan mencegah penurunan suplai.
- Menyusui dari kedua sisi, menyusui dari kedua payudara memberikan lebih banyak stimulasi pada kelenjar susu, yang dapat meningkatkan produksi ASI.
- Mengonsumsi makanan dan herbal tertentu, beberapa bahan alami seperti bawang putih, jahe, fenugreek, adas, ragi bir, alfalfa, dan spirulina diyakini dapat mendukung peningkatan produksi ASI.
- Menjaga kesejahteraan emosional, selain teknik menyusui dan konsumsi makanan, keadaan hati yang bahagia juga sangat berperan sebagai "ASI booster" terbaik, karena dapat memicu oksitosin yang membantu melancarkan refleks letdown, mendukung produksi ASI yang lancar.
Demikian beberapa informasi mengenai BPOM Awasi Minuman Serbuk 'ASI Booster' untuk Ibu Menyusui.