Pernikahan seharusnya menjadi pelabuhan yang aman atau tempat pasangan saling menguatkan dan menghargai satu sama lain. Namun tak jarang, keindahan rumah tangga ternoda oleh kata-kata menyakitkan yang justru terlontar dari sang suami sendiri.
Seiring berjalannya waktu, mungkin kamu mulai merasakan perubahan sikap suami yang kerap membanding-bandingkan penampilan kamu dengan perempuan lain. Komentar-komentar pedas tentang bentuk tubuh, berat badan, atau cara berpakaian mulai menjadi menu harian yang harus kamu telan.
Tanpa disadari, ucapan yang terkesan sepele ini telah masuk ke dalam kategori kekerasan verbal atau emotional abuse yang dapat merusak kesehatan mental. Meski tak meninggalkan bekas luka fisik, dampak dari kekerasan verbal ini yang dilakukan suami bisa membekas jauh ke dalam jiwa.
Maka dari itu berikut Popmama.com rangkuman mengenai cara melawan kekerasan verbal ketika suami body shaming agar kamu tetap terjaga mentalnya.
