Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Cooler Bag ASIP Menyelamatkan Seorang Korban Kecelakaan KRL
medela.co.id
  • Kecelakaan besar terjadi di Stasiun Bekasi Timur saat KRL Commuter Line ditabrak KA Argo Bromo pada Senin malam, menyebabkan puluhan luka-luka dan belasan korban meninggal.
  • Di tengah insiden tersebut, seorang penumpang perempuan membawa cooler bag ASIP yang secara tak terduga melindungi seseorang dari luka akibat benda tajam di dalam gerbong.
  • Kisah unik ini menunjukkan bagaimana benda sehari-hari seperti tas ASIP bisa berperan penting dalam situasi darurat dan menyelamatkan nyawa di tengah kecelakaan tragis.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Ibu yang membawa cooler bag ASIP adalah pemandangan umum di gerbong khusus perempuan. Siapa sangka, tas ASIP ini bisa menyelamatkan seorang korban dari kecelakaan kemarin. 

Sebuah kecelakaan besar terjadi di Stasiun Bekasi Timur, ketika KRL Commuter Line ditabrak oleh KA Argo Bromo pada Senin (27/4/2026) malam kemarin. Akibatnya, ada puluhan orang luka-luka dan belasan orang yang meninggal. 

Salah satu kejadian melibatkan tas ASIP yang ternyata menyelamatkan seseorang dari terluka akibat benda tajam di KRL. Seperti apa ceritanya? Popmama.com akan merangkumkannya untuk Mama. 

1. Korban terjepit akibat tabrakan

Dok. Kemenhub

Tabrakan itu terlihat paling parah di ujung gerbong, yaitu gerbong khusus perempuan. Akibat tumbukan tersebut, gerbong pun hancur dan orang-orang di dalamnya terhimpit. 

Salah satu sepupu korban yang terhimpit menceritakan kisah kakak sepupunya saat kejadian. Pasca tabrakan, kereta berguncang hebat, gerbong seakan runtuh, dan semua orang saling tertindih. Korban tersebut pun turut terjepit. 

2. Merasakan ada sesuatu di punggungnya

IDN Times/Pitoko

Lebih lanjut, akun tsabitahsnah_. menceritakan kalau kakak sepupunya merasakan benturan keras di punggungnya. Ia mengatakan kalau seperti ada besi pegangan yang menekan tajam tepat ke punggungnya. 

Bahkan, ia mengatakan kalau kakaknya sampai kesulitan menengok karena tekanan tersebut. 

"Belum bisa nengok ke belakang karena posisi besi pegangan KRL itu nusuk pundak dia," tulisnya. 

3. Merasa ada yang mengganjal di punggung

IDN Times/Pitoko

Di tengah kepanikan tersebut, sang kakak merasa ada benda yang mengganjal di punggungnya. Saat belum bisa mengetahui dengan tepat benda apa tersebut, ia merasakan seperti ada sensasi basah yang menjalar. 

Ia pun terus berusaha menyelamatkan diri dengan sisa tenaga yang ada, sambil terus memegangi benda mengganjal yang ada di punggungnya. 

4. Yang menyelamatkannya adalah cooler bag ASI

freepik.com/freepik

Setelah berhasil keluar dari lokasi kecelakaan, sang kakak pun baru berhasil melihat apa yang ada di punggungnya. Siapa sangka, kalau itu adalah cooler bag yang di dalamnya terdapat alat pompa ASI dan kantong-kantong ASI yang sudah bocor karena benturan tadi. 

Dari situ, sang kakak tersadar kalau tas tersebut menjadi pelindung yang tak pernah terbayangkan sebelumnya. Menurutnya, tanpa adanya tas tersebut, ia bisa saja tertusuk pegangan kereta yang tajam dan menusuk punggungnya. 

"Gak kebayang kalau gak ada tas ASI itu, pundak kakak sepupu udah tembus sama besi KRL itu," ujarnya terharu. 

5. Respons warganet

commons.wikimedia.org/Andra Radithya

Gerbong khusus perempuan memang biasa diisi oleh perempuan bekerja, termasuk para Mama. Sehingga, para penumpang yang membawa tas ASI pun sudah lumrah ditemui. 

Menurut saksi, banyak ditemukan tas ASI di lokasi kecelakaan. Menandakan begitu banyak ibu bekerja yang menyusui di gerbong tersebut. 

Hal ini membuat banyak orang terharu dan sedih, betapa seorang perempuan yang juga seorang istri dan ibu, bekerja untuk membantu perekonomian keluarga, meregang nyawa karena tragedi itu.

Saat ini, proses evakuasi sudah selesai namun pihak KAI tetap melanjutkan investigasi untuk memastikan penyebab kecelakaan maut yang terjadi kemarin. 

Editorial Team