Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Evakuasi Ibu Baru Melahirkan, Terjang Banjir Bekasi Pakai Kasur Karet.jpg
Freepik.com/jcomp

Intinya sih...

  • Evakuasi dramatis Ibu baru melahirkan dan bayi di tengah banjir Bekasi

  • Petugas terpaksa menggunakan kasur karet sebagai sarana transportasi darurat

  • Ibu dan bayi yang diselamatkan kini berada di lokasi pengungsian yang aman

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Intensitas hujan yang tinggi di wilayah Jakarta dan sekitarnya dalam beberapa waktu terakhir mulai memberikan dampak serius. 

Salah satu wilayah yang terdampak cukup parah adalah Bekasi, di mana curah hujan yang ekstrem menyebabkan genangan air hingga banjir di sejumlah titik perumahan dan akses jalan utama. 

Di tengah kondisi darurat ini, sebuah aksi evakuasi dramatis terjadi di pemukiman warga yang terisolasi oleh debit air yang terus meninggi.

Seorang Ibu yang baru melahirkan terpaksa harus menerjang banjir pakai kasur karet karena keterbatasan sarana. 

Bagaimana berita selengkapnya? Berikut ini Popmama.com rangkum kisah evakuasi Ibu baru melahirkan, terjang banjir Bekasi pakai kasur karet.

1. Perjuangan evakuasi Ibu dan bayi di tengah kepungan banjir

Freepik.com/ninjason1

Aparat Bintara Pembina Desa (Babinsa) Desa Srimukti bersama warga bahu-membahu mengevakuasi seorang Ibu yang baru saja melewati proses persalinan.

Tidak hanya sang Ibu, bayi yang baru lahir serta seorang balita juga harus segera dievakuasi dari kediaman mereka yang mulai terendam. 

Langkah cepat ini diambil lantaran banjir besar telah mengepung Desa Srimukti, Kecamatan Tambun Utara, Bekasi, pada Jumat (23/1/2026).

Kondisi di lapangan menunjukkan situasi yang cukup memprihatinkan, dengan ketinggian air yang bervariasi antara 60 hingga 150 sentimeter. 

Luapan air ini merendam pemukiman padat penduduk dan berdampak langsung pada sedikitnya 3.000 kepala keluarga di wilayah tersebut.

2. Terpaksa evakuasi menggunakan kasur karet akibat keterbatasan perahu

Freepik.com/Freepik

Menariknya, evakuasi kali ini dilakukan dengan cara yang tidak biasa. 

Akibat terbatasnya jumlah perahu karet yang sedang digunakan untuk mengevakuasi warga di titik lain, petugas terpaksa menggunakan kasur karet sebagai sarana transportasi darurat. 

Hal ini dikonfirmasi oleh Serka Dono Anwar, Babinsa 1 Desa Srimukti, yang memimpin langsung jalannya proses evakuasi.

“Untuk wilayah kami hari ini dilakukan evakuasi, khususnya terhadap ibu yang baru melahirkan dan bayinya. Ketersediaan perahu terbatas karena digunakan di wilayah lain, sehingga kami terpaksa menggunakan kasur karet,” ujar Serka Dono pada Jumat (23/1/2026).

Tantangan di lapangan pun tidak mudah. Petugas dan warga harus melewati gang-gang sempit yang sudah tergenang air setinggi dada orang dewasa.

Kehati-hatian ekstra sangat diperlukan agar kasur karet tidak tersangkut paku atau benda tajam pada pagar rumah warga yang dapat membahayakan keselamatan bayi. 

Meski menempuh jarak sekitar 500 meter di atas air, evakuasi tersebut akhirnya berhasil dilakukan dengan lancar.

3. Kondisi Ibu dan bayi setelah berhasil diselamatkan

Freepik.com/DC Studio

Setelah melalui perjalanan yang menegangkan, ibu dan kedua anaknya kini telah berada di lokasi pengungsian yang aman dan mendapatkan penanganan awal. 

Sebagian warga terdampak lainnya juga mulai bergerak mengungsi secara mandiri ke rumah kerabat yang lokasinya lebih tinggi.

Langkah evakuasi ini menjadi sangat penting untuk meminimalisir risiko kesehatan bagi bayi yang baru lahir. 

Terlebih lagi, kekhawatiran akan adanya banjir susulan masih tinggi, mengingat debit air terpantau terus naik dalam beberapa jam terakhir. 

Petugas gabungan terus bersiaga untuk memastikan seluruh warga, terutama lansia dan anak-anak, mendapatkan akses perlindungan yang memadai.

Itulah kisah evakuasi Ibu baru melahirkan, terjang banjir Bekasi pakai kasur karet. Semoga kejadian memprihatinkan ini tidak terjadi lagi, ya!

Editorial Team