5 Tips Melahirkan Normal Tanpa Jahitan, Mama Perlu Tahu

Dengan mengetahui tipsnya, Mama dapat berpeluang melahirkan normal tanpa jahitan

30 April 2024

5 Tips Melahirkan Normal Tanpa Jahitan, Mama Perlu Tahu
Unsplash/LumaPimentel
Ilustrasi

Melahirkan normal sering menjadi opsi yang dipilih oleh ibu hamil. Bukan tanpa sebab, persalinan normal sering dipilih karena cenderung minim risiko.

Meski demikian, tidak semua ibu hamil mengalami persalinan normal yang benar-benar mulus lho, Ma. Kemungkinan area otot vagina dan anus (perineum) yang robek juga sering kali terjadi saat persalinan normal.

Robeknya perineum saat persalinan disebabkan oleh banyak faktor. Terkadang robekan ini meninggalkan rasa sakit setelah melahirkan. Apalagi bila robekan perineum cukup besar. Bila perineum robeknya terlalu besar, maka tak ada pilihan lain selain menjahitnya. Inilah kemudian yang dapat menimbulkan luka jahitan saat melahirkan. 

Tapi tak usah khawatir dulu ya, Ma. Robeknya perineum saat melahirkan normal wajar terjadi kok. Robekan ini sebenarnya juga bisa Mama atasi, asal Mama tahu tips untuk menghindarinya.

Kali ini Popmama.com akan merangkum informasi khusus tentang tips melahirkan normal yang Mama perlu tahu. Sebelum mengetahui tipsnya, ketahui dulu penyebab dan cara penanganannya ya, Ma. Yuk, disimak sampai tuntas!

Perineum Robek saat Melahirkan Normal

Perineum Robek saat Melahirkan Normal
Pexels/JonathanBorba

Saat melahirkan secara normal, otot antara vagina dan anus (perineum) mengalami peregangan. Hal ini dikarenakan bayi dengan sendirinya mencari jalan keluar, sehingga otot-otot di sekitar saluran yang bayi lewati pun ikut meregang.

Bila ukuran bayi cukup besar, tidak menutup kemungkinan otot-otot perineum yang meregang tersebut robek. Dilansir dari what to expect, robeknya perineum umum terjadi pada hampir separuh perempuan yang mengalami proses persalinan normal.

Memang cukup banyak perempuan yang mengalami perineum robek saat persalinan. Ada yang robek karena ukuran bayi yang besar, namun ada juga dokter yang sengaja merobek perineum untuk memudahkan bayi menemukan jalan keluar. Tindakan ini disebut dengan episiotomi. 

Tindakan episiotomi biasanya dilakukan oleh dokter untuk memastikan agar peregangan pada perineum tidak robek sampai ke anus. Untuk mencegah ini, dokter menggunting kulit dan otot daerah perineum untuk memperbesar jalan lahir sebelum persalinan.

Tapi Mama tak perlu khawatir dengan robekan ini, robeknya perineum baik karena bantuan dokter atau pun robek dengan sendirinya, dapat disatukan kembali dengan jahitan.
 

Editors' Pick

Cara Mengurangi Rasa Sakit Pada Perineum yang Robek

Cara Mengurangi Rasa Sakit Perineum Robek
Unsplash/IgnacioCampo

Bila saat persalinan normal Mama tak bisa menghindari perineum yang robek, tetap ada serangkaian tindakan yang bisa Mama lakukan secara mandiri di rumah. Tindakan ini dapat membantu mengurangi, bahkan menghilangkan rasa sakitnya. Berikut ini cara-cara yang dapat Mama lakukan untuk mengatasi rasa sakit yang diakibatkan karena perineum yang robek:

1. Kompres air es
Kompres dengan es dapat membantu mengurangi pembengkakan yang timbul karena perineum yang robek. Tetapi jangan mengaplikasikannya langsung ke kulit, melainkan selalu bungkus dengan kain atau flanel dan kompres selama 30 menit selama beberapa hari pertama.

2. Mandi dengan air hangat
Mandi dengan air hangat juga dapat mengurangi rasa nyeri yang timbul. Mama mungkin akan merasa lebih nyaman saat membersihkan diri menggunakan air hangat untuk membantu mengurangi rasa perih.

3. Memakai pakaian yang berbahan ringan
Kenakan bahan pakaian yang ringan, seperti katun dan celana dalam sekali pakai, dan hindari pakaian ketat.

4. Minum obat pereda nyeri 
Minum obat pereda nyeri secara teratur jika diperlukan. Parasetamol dan ibuprofen termasuk aman untuk ibu menyusui, tetapi pastikan Mama berkonsultasi dengan dokter sebelum minum obat apapun ya!

5. Menggunakan bantal yang nyaman
Menggunakan bantal cincin berbentuk donat yang dijual di toko-toko cukup membantu untuk mengurangi nyeri saat duduk.  Saat duduk mungkin Mama merasa tidak nyaman karena masih ada luka dari perineum yang robek. Dengan menggunakan bantal cincin, setidaknya dapat membantu Mama menemukan posisi yang nyaman saat  duduk.

Biasanya luka pada perineum yang robek akan sembuh dengan sendirinya. Benang yang dipakai saat menjahit perineum yang robek pun dapat dengan sendirinya melebur.

Luka seperti ini biasanya memakan waktu 7 sampai 10 hari untuk sembuh. Akan tetapi, hal ini berbeda pada tiap perempuan. Ada yang membutuhkan waktu sampai beberapa minggu sampai benar-benar pulih dan sembuh. 

Penyebab Luka Jahitan saat Melahirkan Normal

Penyebab Luka Jahitan saat Melahirkan Normal
Pexels/cottonbro

Luka jahitan saat melahirkan normal disebabkan karena perineum yang robek. Bila otot antara vagina dan anus ini robek, maka diperlukan beberapa jahitan untuk kembali menyatukannya. Namun hal ini tergantung dari seberapa besar robekannya. Robek yang tidak terlalu besar atau sedikit biasanya tidak memerlukan jahitan. 

Dilansir dari what to expect, robekan pada vagina dan perineum setelah melahirkan dapat dikelompokkan menjadi beberapa tingkat sesuai ukuran atau kedalamannya, yakni:

Tingkat 1
Robekan terjadi di lapisan kulit dan jaringan sekitar vagina, namun belum mencapai otot. Robekan yang sedikit ini dapat sembuh dengan sendirinya tanpa proses penjahitan.

Tingkat 2
Robekan yang terjadi lebih dalam dan tidak hanya melibatkan kulit dan jaringan sekitar vagina, tapi juga otot. Robekan tingkat 2 sering kali perlu dijahit lapisan demi lapisan karena telah menembus otot. 

Tingkat 3
Robekan tingkat 3 mencakup robekan pada kulit, otot perineum, hingga otot yang mengelilingi anus. Robekan ini tergolong parah dan harus dijahit di ruang operasi. 

Tingkat 4
Robekan tingkat 4 lebih dalam dari otot anus, bahkan mencapai usus. Proses penjahitan pun juga harus dilakukan di ruang operasi. Pada robekan tingkat 4 komplikasi dapat terjadi, komplikasi tersebut dapat berupa inkontinensia tinja dan rasa nyeri yang bisa berlangsung selama berbulan-bulan.
 

Tips Melahirkan Normal Tanpa Jahitan

Tips Melahirkan Normal Tanpa Jahitan
Pexels/MoosePhotos

Meskipun tidak ada jaminan khusus untuk menjaga vagina agar tidak robek selama persalinan normal, namun ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mencegahnya. Melansir dari berbagai sumber, berikut ini tips melahirkan normal tanpa jahitan:

1. Pijat daerah perineum
Pijat daerah perineum dapat dilakukan saat minggu ke-34 kehamilan. Cara ini dilakukan untuk mengurangi risiko robekan yang dapat terjadi saat melahirkan. Ada beberapa penelitian yang mengatakan bahwa dengan memijat perineum, Mama dapat mengurangi risiko mengalami episiotomi dan rasa sakit permanen yang terus-menerus setelah Mama melahirkan.

Jika ini adalah pertama kalinya Mama melahirkan, pijat area vagina dan perineum dengan lembut, lakukan pijatan ini seminggu atau dua kali seminggu. Hal ini akan membantu Mama mengendurkan otot-otot di sekitarnya saat mau melahirkan nanti.

Namun, Mama harus konsultasikan dulu dengan dokter sebelum mencoba hal ini ya. Konsultasi juga dengan dokter bila Mama ada memiliki masalah dengan vagina. Pijatan sebaiknya tidak dilakukan bila ada masalah dengan vagina.

2. Latihan senam kegel
Selama hamil, Mama bisa rutin melakukan senam kegel ya. Senam kegel membantu menguatkan otot yang terhubung dengan kandung kemih, rahim, dan usus. Mama bisa mengikuti program latihan senam kegel untuk ibu hamil atau menonton tutorial gerakan senam ini di berbagai platform online. 

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa perempuan yang rutin berolahraga dan melakukan senam kegel selama hamil memiliki risiko lebih rendah untuk mengalami robekan jalan lahir. Otot-otot panggul yang kuat bisa mencegah robeknya perineum saat melahirkan normal. Senam ini juga dapat mengurangi risiko urinasi seperti inkontinensia setelah persalinan.

3. Perhatikan posisi saat melahirkan
Posisi Mama saat melahirkan memiliki pengaruh yang cukup besar terhadap kemungkinan vagina atau perineum robek. Berbaring dengan kaki diangkat atau posisi setengah berbaring dapat menempatkan tekanan ke tulang ekor dan perineum, sehingga dapat meningkatkan peluang vagina untuk robek. Posisi yang disarankan untuk mengurangi kemungkinan vagina robek adalah dengan berbaring agak menghadap ke sisi kiri Mama. 

4. Ketahui kapan harus mengejan
Mama perlu mempersiapkan dan mengontrol diri saat mengejan. Ketahui waktu yang tepat untuk mengejan agar vagina tidak robek. Sebelum mengejan untuk mendorong bayi Mama keluar, sebaiknya atur pernapasan Mama dengan baik. Ikuti intuisi Mama kapan harus mengejan dan juga ikuti instruksi dari dokter.  Bila dokter mengatakan Mama harus mengejan, Maka Mama harus mengejan. Jangan mengejan saat tidak dibutuhkan, karena hal ini dapat memperbesar risiko vagina untuk robek.

5. Gunakan kompres air hangat
Saat bayi sudah turun ke dasar panggul dan akan segera keluar, kompres air hangat mungkin cukup membantu untuk mengurangi risiko vagina yang robek. Hawa hangat dari kompres air dapat meningkatkan aliran darah ke daerah perineum dan membantu mengendurkan otot vagina Mama. Kompres air hangat juga dapat membantu Mama dalam mengurangi rasa sakit saat mengejan.

Itulah informasi tentang penyebab, cara penanganan, dan tips melahirkan normal tanpa jahitan yang Mama perlu tahu. Namun sebenarnya bagian terpenting dari semua itu adalah berdoa kepada Tuhan, agar selama proses persalinan berjalan lancar. Semoga informasi ini dapat berguna ya, Ma!

Baca juga:

The Latest