Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
pexels.com/MART PRODUCTION
pexels.com/MART PRODUCTION

Intinya sih...

  • Ibu baru melahirkan mengalami benjolan di area ketiak yang disebut sebagai payudara tambahan oleh seorang laktasi di RS.

  • Popmama.com akan merangkum apakah benjolan tersebut benar-benar payudara ketiga dan apakah itu normal.

  • Jasmine memiliki tambahan payudara sesaat setelah melahirkan buah hatinya, perjalanan ibu saat hamil dan menyusui selalu penuh cerita.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Perjalanan ibu saat hamil dan menyusui selalu penuh cerita. Termasuk Jasmine yang bercerita kalau dirinya memiliki tambahan payudara sesaat setelah melahirkan buah hatinya.

Terasa membingungkan namun seperti itulah yang terlihat. Seorang ibu di AS baru saja melahirkan buah hatinya. Saat di RS, ia mengalami benjolan di area ketiak yang kemudian disebut sebagai payudara tambahan oleh seorang laktasi di RS tersebut.

Bagaimana sebenarnya kondisi tersebut? Apakah benjolan itu benar-benar payudara ketiga dan apakah itu normal? Tenang, Popmama.com akan merangkumkannya untuk Mama.

1. Kisah Mama Jasmine yang menemukan payudara di sekitar ketiak

tiktok.com/jasminemia.irl

Seorang perempuan asal Korea yang tinggal di AS bercerita di sosial media miliknya. Ia bercerita kalau dirinya baru saja melahirkan buah hatinya beberapa hari yang lalu. Sekilas, terlihat seperti Mama yang sedang postpartum pada umumnya.

Namun kisah yang dibagikannya membuat jagat internet ramai. Masalahnya, ia dikatakan memiliki tambahan payudara atau payudara ketiga. Bahkan, ada putingnya juga.

2. Dikatakan oleh ahli laktasi

pinterest.com

Seperti kebanyakan RS, ibu yang baru melahirkan akan dikunjungi oleh ahli laktasi untuk memberikan edukasi tentang menyusui. Jasmine yang saat itu melahirkan anak kedua merasa tidak perlu mendengarkan dengan seksama, namun tetap ia ingin menyimak apa yang dikatakan oleh ahli laktasi tersebut.

Saat kunjungan, Jasmine mengatakan kalau ia mengalami benjolan di area ketiak. Dan saat melihatnya, sang ahli laktasi langsung mengatakan kalau Jasmine memiliki payudara ketiga. Bahkan, ahli laktasi tersebut menunjukkan di mana area puting dari payudara ketiga tersebut.

3. Kondisi tersebut dinamakan Mamae aberans

pexels.com/Tamilles Esposito

Mamae aberans adalah pertumbuhan jaringan payudara tambahan selain payudara yang normal. Kebanyakan, kondisi ini tidak disertai dengan puting, dan terletak di garis 'milk line', demikian dilansir dari Science Direct. Pada umumnya, mamae aberans terdapat di area ketiak kiri dan kanan, namun bisa juga di bawah dada dan perut, yang segaris dengan puting.

Kondisi ini umumnya tidak berbahaya dan tidak sakit. Selain itu, benjolan tersebut akan hilang jika sudah selesai menyusui. Namun pada beberapa orang, mamae aberans terasa sakit dan cukup mengganggu. 

4. Memiliki fungsi seperti payudara pada umumnya

pexels.com/RDNE Stock Project

Secara umum, mamae aberans memiliki fungsi yang sama seperti jaringan payudara pada umumnya. Kondisi ini disebabkan dengan adanya kelainan bawaan (embriogenesis) saat janin masih dalam kandungan.

Mamae aberans sebenarnya tidak memerlukan pengobatan jika tidak mengganggu. Namun jika nyeri hebat atau mengganggu secara estetika, maka bisa dilakukan operasi pengangkatan jaringan tersebut. Kondisi ini sangat dipengaruhi dengan hormonal seseorang. Biasanya, benjolan tersebut bisa kempes saat selesai menyusui. 

5. Lebih sering terjadi pada perempuan Asia

pexels.com/Monica Turlui

Menurut penelitian dari National Institutes of Health US, hanya 6% perempuan yang mengalami kondisi ini. Namun, kondisi ini banyak dialami oleh orang Asia. Selain itu, kondisi ini bukan hanya dialami oleh ibu yang baru melahirkan dan menyusui saja, namun perempuan yang belum hamil pun bisa mengalaminya. 

Pada kondisi perempuan yang tidak hamil dan menyusui, mamae aberans bisa terasa nyeri saat menjelang menstruasi. Jika diibaratkan, rasanya mirip seperti payudara yang suka nyeri sesaat sebelum mens. 

Meski terdengar cukup menakutkan, namun ternyata kondisi ini tidak berbahaya dan bisa menghilang tanpa pengobatan. Namun jika memang terasa mengganggu, bisa juga melakukan operasi pengangkatan jaringan tersebut. 

Apakah Mama mengalaminya? 

Editorial Team