Penyebab dan Cara Mengatasi Mendengkur saat Tidur pada Ibu Menyusui

- Perbaiki posisi tidur MamaTidur telentang dapat membuat lidah dan jaringan lunak di tenggorokan jatuh ke belakang sehingga menghambat aliran udara. Posisi ini membantu menjaga saluran napas tetap terbuka.
- Pastikan kebutuhan cairan Mama terpenuhiKurangnya asupan cairan bisa membuat lendir di hidung dan tenggorokan menjadi lebih kental. Penting bagi Mama untuk rutin minum air putih sepanjang hari.
- Jaga kebersihan dan kesehatan hidungHidung tersumbat karena alergi, debu, atau flu ringan bisa memaksa Mama bernapas lewat mulut saat tidur. Membersihkan hidung dengan semprotan saline atau mandi air hangat membantu me
Mendengkur pada ibu menyusui ternyata cukup umum terjadi, Ma. Perubahan hormon setelah melahirkan, kelelahan karena kurang tidur, hingga peningkatan berat badan pascapersalinan bisa membuat saluran napas menjadi lebih sempit saat tidur.
Selain itu, posisi tidur yang kurang tepat dan kondisi hidung tersumbat juga dapat memperparah dengkuran. Meski terlihat sepele, dengkuran bisa mengganggu kualitas istirahat Mama dan pasangan jika dibiarkan terus-menerus.
Berikut Popmama.com ulas mengenai penyebab dan cara mengatasi mendengkur saat tidur pada ibu menyusui.
Table of Content
1. Perbaiki posisi tidur Mama

Tidur telentang dapat membuat lidah dan jaringan lunak di tenggorokan jatuh ke belakang sehingga menghambat aliran udara. Kondisi inilah yang sering memicu suara dengkuran saat Mama tertidur.
Cobalah untuk tidur menyamping, Ma. Posisi ini membantu menjaga saluran napas tetap terbuka dan membuat tidur Mama lebih nyenyak meski harus bangun untuk menyusui di malam hari.
2. Pastikan kebutuhan cairan Mama terpenuhi

Kurangnya asupan cairan bisa membuat lendir di hidung dan tenggorokan menjadi lebih kental. Akibatnya, saluran napas tidak bekerja optimal dan risiko mendengkur pun meningkat.
Karena ibu menyusui membutuhkan lebih banyak cairan, penting bagi Mama untuk rutin minum air putih sepanjang hari. Tubuh yang terhidrasi dengan baik membantu pernapasan tetap lancar saat tidur.
3. Jaga kebersihan dan kesehatan hidung

Hidung tersumbat karena alergi, debu, atau flu ringan bisa memaksa Mama bernapas lewat mulut saat tidur. Kebiasaan ini sering menjadi penyebab utama dengkuran.
Sebelum tidur, Mama bisa membersihkan hidung dengan semprotan saline atau mandi air hangat. Cara ini membantu melegakan pernapasan dan membuat tidur terasa lebih nyaman.
4. Gunakan bantal yang tepat dan nyaman

Pemilihan bantal yang tidak sesuai bisa membuat posisi leher menekuk dan mempersempit saluran napas. Hal ini dapat memicu getaran udara yang menimbulkan suara dengkuran.
Pilih bantal yang menopang kepala dan leher dengan pas, Ma. Posisi tidur yang baik tidak hanya mengurangi dengkuran, tapi juga mencegah nyeri leher saat bangun tidur.
5. Cukup istirahat dan kelola kelelahan

Kelelahan berlebih membuat otot-otot tenggorokan menjadi lebih rileks saat tidur. Akibatnya, saluran napas lebih mudah menyempit dan dengkuran pun muncul.
Meski sulit, Mama bisa mencoba tidur saat bayi tidur atau berbagi waktu istirahat dengan pasangan. Tubuh yang lebih segar membantu kualitas tidur menjadi lebih baik dan mengurangi risiko mendengkur.
Mendengkur saat menyusui memang bisa membuat Mama kurang nyaman, tapi kondisi ini umumnya dapat diatasi dengan perubahan gaya hidup sederhana. Dengan tidur cukup, menjaga posisi tidur, dan memperhatikan kesehatan pernapasan, Mama bisa kembali menikmati waktu istirahat yang berkualitas.
Jika dengkuran berlangsung lama atau disertai keluhan lain seperti sesak napas, sebaiknya konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.


















