Mengapa Bayi Bisa Terlahir Kembar Siam?

Apakah ada yang dapat dilakukan ibu hamil untuk mencegah bayi lahir kembar siam?

28 September 2021

Mengapa Bayi Bisa Terlahir Kembar Siam
Pixabay/tabakpolska

Kembar siam adalah kondisi saat dua bayi yang lahir secara fisik terhubung satu sama lain. Bayi kembar siam pada awalnya adalah zigot tunggal yang kemudian membelah menjadi dua. Meskipun dua janin akan berkembang dari embrio, mereka akan tetap terhubung secara fisik. Kasus kembar siam paling sering terhubung di dada, perut, atau panggul. 

Kondisi bayi lahir kembar siam sangat jarang terjadi, hanya terjadi pada 1 dari 200.000 bayi kelahiran hidup.

Lantas apa yang menjadi penyebab bayi kembar siam? Apakah ada yang dapat dilakukan ibu hamil untuk mencegah bayi lahir kembar siam? Untuk mengetahuinya, Popmama.com telah merangkum informasinya untuk Mama. Langsung saja dibaca yuk, Ma!

1. Penyebab bayi lahir kembar siam

1. Penyebab bayi lahir kembar siam
Freepik/Freepic.diller

Sampai saat ini, belum diketahui secara pasti apa yang memicu bayi lahir kembar siam. Meskipun ada banyak teori yang menjelaskan bagaimana kembar siam terbentuk, namun masih ada ketidakpastian tentang penyebabnya.

Kembar siam tidak ada kaitannya dengan genetika, perilaku ibu, trauma, virus, penyakit, atau masalah lingkungan. Namun, ada dua teori yang menjelaskan tentang bagaimana kembar siam terbentuk.

Teori pertama menyebutkan bahwa kembar siam terjadi ketika pembelahan janin kembar monozigot (satu sel telur) terlambat hingga prosesnya tidak selesai secara sempurna dan akhirnya terbentuk menjadi bayi kembar siam. 

Teori kedua menyebutkan bahwa penyebab bayi kembar siam adalah karena dua sel telur yang terpisah kembali menempel dan menyatu selama masa kehamilan. Namun, tak diketahui secara pasti alasan kedua sel telur tersebut menempel kembali.

Editors' Picks

2. Bagaimana bayi kembar siam terhubung?

2. Bagaimana bayi kembar siam terhubung
Freepik/serhii_bobyk

Kembar siam biasanya diklasifikasikan berdasarkan bagian tubuh mana yang saling terhubung. Berikut adalah jenis-jenis kembar siam berdasarkan bagian tubuh yang terhubung:

  • Kembar thoracopagus (dada)

  • Kembar craniopagus (kepala)

  • Kembar omphalopagus (perut)

  • Kembar pygopagus (pangkal tulang belakang)

  • Kembar parapagus (bagian samping tubuh)

  • Kembar ischiopagus (panggul)

  • Kembar cephalopagus (wajah)

  • Kembar rachipagus (sepanjang tulang belakang) 

3. Gejala bayi kembar siam

3. Gejala bayi kembar siam
Freepik/tirachardz

Sejauh ini, tidak ada tanda-tanda atau gejala khusus yang mengindikasikan kehamilan kembar siam. Namun, ibu yang hamil bayi kembar siam biasanya menunjukan gejala seperti kehamilan anak kembar pada umumnya, seperti merasa sangat kelelahan, mual, dan muntah di awal kehamilan. 

Meskipun tidak memiliki gejala atau tanda yang signifikan, kembar siam dapat didiagnosis pada awal kehamilan menggunakan USG. Jadi, penting bagi Mama untuk rutin memeriksa kandungan ke dokter untuk mengetahui kondisi janin.

Jika ibu hamil terdiagnosis mengandung bayi kembar siam, dokter biasanya akan menyarankan tes lanjutan untuk mempelajari lebih lanjut tentang tubuh bayi dan organ apa yang saling terhubung agar selanjutnya bisa mendapatkan perawatan yang terbaik. 

4. Komplikasi bayi kembar siam

4. Komplikasi bayi kembar siam
Pixabay/juanluis

Kehamilan dengan kembar siam memiliki risiko komplikasi yang sangat tinggi. Potensi komplikasi bayi kembar siam bergantung pada bagian tubuh mana yang saling terhubung. 

Bayi kembar siam sangat rentan mengalami masalah kesehatan seperti kesulitan bernapas, masalah jantung, skoliosis, hingga cerebral palsy atau lumpuh otak.

5. Penanganan bayi kembar siam

5. Penanganan bayi kembar siam
Pixabay/66150062xws

Penanganan bayi kembar siam ditentukan berdasarkan anatomi dan fungsi organ tubuh bayi yang terhubung. Jika ibu hamil terdeteksi mengandung bayi kembar siam,  biasanya dokter akan menganjurkan untuk melahirkan melalui operasi cesar yang lebih cepat dari tanggal perkiraan persalinan.

Perlu diketahui bahwa tidak semua bayi kembar siam memiliki kondisi yang memungkinkan untuk dilakukan operasi pemisahan. Dokter biasanya memberi waktu sekitar 3 hingga 12 bulan setelah kelahiran untuk memutuskan operasi pemisahan. Hal ini karena dokter perlu waktu untuk memahami tubuh bayi. Selain itu, bayi kembar juga harus dalam kondisi yang cukup kuat untuk menjalani operasi. 

Dalam beberapa kasus, bayi kembar siam harus segera dilakukan operasi pemisahan darurat jika salah satu bayi meninggal atau dalam kondisi yang mengancam jiwa. Dalam kasus ini, operasi darurat dilakukan untuk menyelamatkan nyawa bayi kembar yang lain.

Nah itulah informasi terkait dengan bayi kembar siam. Karena penyebabnya belum diketahui secara pasti, kelahiran bayi kembar siam cenderung sulit untuk dicegah. 

Hal yang dapat Mama lakukan sebagai tindakan preventif adalah  dengan rutin melakukan pemeriksaan kehamilan pada dokter kandungan untuk memantau kesehatan ibu dan janin. Dengan begitu, dokter dapat menentukan perawatan selanjutnya yang terbaik untuk Mama dan janin. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Ma!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.