Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kisah Ibu di India Melahirkan Bayi Kembar di Usia 74 Tahun
Popmama.com/Liliana Ayu/AI
  • Erramatti Mangayamma, perempuan India berusia 74 tahun, melahirkan bayi kembar perempuan sehat melalui operasi caesar pada 5 September 2019.

  • Mangayamma dan suaminya, Raja Rao, menjalani IVF setelah puluhan tahun menanti anak; embrio dibuat dari sel telur donor dan sperma sang suami.

  • Kehamilan setelah menopause dimungkinkan dengan hormon dan sel telur donor, tetapi usia di atas 40 tahun berisiko tinggi mengalami preeklamsia, diabetes gestasional, prematur, serta komplikasi jantung.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Peristiwa langka dan mengejutkan terjadi di dunia medis ketika seorang perempuan asal India berhasil melahirkan bayi kembar di usia 74 tahun. 

Kisah Erramatti Mangayamma ini mendadak viral dan menjadi perbincangan hangat, mengingat kehamilan di usia senja memiliki tingkat risiko yang sangat tinggi.

Berikut ini Popmama.com bagikan kisah wanita India melahirkan bayi kembar di usia 74 tahun. 

1. Perjuangan puluhan tahun menanti momongan hingga program IVF

Magnific.com/KamranAydinov

Mangayamma dan suaminya, Raja Rao, telah menikah sejak tahun 1962 dan berjuang mendapatkan keturunan selama puluhan tahun tanpa hasil. 

Setelah memasuki masa menopause, mereka memutuskan untuk berkonsultasi dengan tim dokter spesialis reproduksi guna menjalani program In Vitro Fertilization (IVF) atau bayi tabung.

Guna mewujudkan impian tersebut, dokter menggunakan metode IVF dengan sel telur dari donor yang kemudian dibuahi oleh sperma sang suami. 

Dikutip dari The Indian Express, pada 5 September 2019, usaha panjang ini membuahkan hasil manis ketika Mangayamma sukses melahirkan dua bayi perempuan kembar yang sehat melalui operasi caesar.

2. Mengapa perempuan menopause masih bisa mengandung?

Magnific.com/pvproductions

Banyak orang bertanya-tanya bagaimana seorang wanita yang sudah menopause dapat mengandung dan melahirkan.

Secara medis, menopause ditandai dengan berhentinya fungsi ovarium dalam memproduksi sel telur secara alami.

Namun, rahim seorang perempuan pada dasarnya masih dapat menjalankan fungsinya untuk membesarkan janin. 

Dengan bantuan terapi hormon untuk mempersiapkan dinding rahim serta penggunaan sel telur donor muda yang subur, embrio dapat berhasil ditanamkan (implantasi) dan berkembang hingga masa persalinan.

3. Risiko dan bahaya kesehatan kehamilan di usia lanjut

Magnific.com/rawpixel.com

Meskipun persalinan Mangayamma berjalan lancar, para ahli medis menekankan bahwa kehamilan pada usia di atas 40, terlebih di atas 70 tahun, memiliki tingkat risiko komplikasi yang sangat tinggi. 

Beberapa risiko utamanya meliputi:

  • Preeklamsia dan hipertensi. Tekanan darah tinggi ekstrem yang membahayakan nyawa Ibu dan janin.

  • Diabetes gestasional. Gangguan kadar gula darah tinggi selama masa kehamilan.

  • Persalinan prematur. Bayi terlahir sebelum organ utamanya berkembang sempurna.

  • Komplikasi jantung. Beban kerja organ jantung ibu meningkat drastis saat memompa darah untuk janin.

Itulah kisah wanita India melahirkan bayi kembar di usia 74 tahun. 

Kisah Erramatti Mangayamma menjadi bukti kemajuan teknologi medis dalam membantu pasangan mendapatkan keturunan. 

Curated For You

Editorial Team

Related Article