Dari data dr. Kemal menyebut 1 dari 4 perempuan usia reproduktif mungkin mengalami PMB. Sebanyak 47% perempuan percaya bahwa PMB adalah bagian normal dari menstruasi.
Selain itu, 39% perempuan tidak menyadari bahwa ada pilihan pengobatan yang tersedia untuk PMB. Dari data itu, bisa terlihat kalau kesadaran tentang kesehatan reproduksi pada perempuan belum tinggi di Indonesia.
Padahal kesehatan reproduksi sangat penting karena dapat berdampak signifikan pada kesejahteraan fisik, emosional, dan sosial seorang perempuan. Deteksi dan diagnosis dini penting untuk terapi yang efektif dan meningkatkan kualitas hidup.
PMB di Indonesia sering kali diselimuti stigma dan rasa malu, yang mengakibatkan penundaan pengobatan dan kualitas hidup yang lebih buruk bagi wanita. Untuk itu diperlukan upaya nyata dalam meningkatkan pengetahuan perempuan Indonesia agar lebih memahami kesehatan reproduksinya.
Irawan Septian Nugroho, MBBS, MMed (Int. Med), Cluster Medical Lead Women’s Health Bayer Indonesia mengatakan, perusahaannya meluncurkan "Bicara Perempuan" sebagai platform pemberdayaan perempuan yang berfokus pada kesehatan reproduksi.
"Platform ini dilengkapi dengan website dan sosial media serta kampanye publik terkait. Kami ingin memberdayakan perempuan untuk lebih memahami kesehatan reproduksi mereka dan segera mencari bantuan medis jika mengalami perdarahan menstruasi yang tidak normal," jelasnya.
Terkait PMB, Bayer di bulan Mei 2025 meluncurkan kampanye #KnowYourFlow, bersama dengan komunitas perempuan dan tenaga kesehatan profesional.
"Ini untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terutama perempuan Indonesia terkait perdarahan menstruasi berat sehingga lebih sehat dan sejahtera,” tutup Irawan.
Itulah tadi informasi mengenai KB IUD LNG-IUS untuk terapi Perdarahan Menstruasi Berat. Semoga bermanfaat!