Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
10 Makanan Pereda Nyeri Payudara saat Menyusui, Mama Wajib Tahu!
freepik/jcomp
  • Artikel menyoroti pentingnya pola makan seimbang bagi ibu menyusui untuk mencegah nyeri payudara, menjaga produksi ASI, serta mendukung pemulihan tubuh pasca melahirkan.
  • Disebutkan 10 makanan utama seperti air putih, buah segar, daging tanpa lemak, ikan berlemak, kacang-kacangan, sayuran hijau hingga yoghurt yang membantu hidrasi dan mengurangi peradangan.
  • Nutrisi seperti protein, zat besi, kalsium, vitamin D dan omega-3 dijelaskan berperan besar menjaga elastisitas jaringan payudara serta stamina ibu selama masa menyusui.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Mengalami nyeri atau ketidaknyamanan pada payudara saat masa menyusui si Kecil memang menjadi tantangan tersendiri ya, Ma. Selain karena posisi menyusui yang mungkin belum pas, kondisi fisik Mama yang kelelahan dan kekurangan nutrisi tertentu ternyata bisa memicu rasa nyeri otot hingga peradangan. Padahal, masa-masa menyusui seharusnya menjadi momen bonding yang indah antara Mama dan bayi.

Menjaga pola makan yang bervariasi bukan hanya soal mencukupi produksi ASI, tapi juga mendukung kekuatan tubuh Mama menghadapi tuntutan fisik merawat bayi baru lahir. Nutrisi yang tepat, seperti protein untuk perbaikan jaringan dan Vitamin D untuk mencegah nyeri otot, sangat krusial agar payudara dan tubuh Mama tetap fit. Jika tubuh kekurangan zat besi atau vitamin tertentu, Mama akan lebih mudah merasa lemas dan sensitif terhadap rasa sakit.

Melansir dari The Royal Women’s Hospital, pola makan sehat sangat membantu tubuh menghadapi tuntutan fisik saat menyusui dan membantu melindungi bayi dari infeksi. Nutrisi yang terjaga akan memastikan aliran ASI lancar sehingga meminimalisir risiko penyumbatan yang memicu nyeri. Kali ini, Popmama.com bagikan 10 makanan pereda nyeri payudara saat menyusui yang bisa Mama konsumsi sehari-hari.

1. Air putih (hidrasi maksimal)

freepik/pressfoto

Meskipun bukan "makanan" padat, air putih adalah kunci paling utama agar menyusui terasa nyaman dan tidak nyeri. Tubuh membutuhkan lebih banyak cairan untuk memproduksi ASI dan menggantikan cairan yang keluar dari tubuh Mama. Mama mungkin akan merasa lebih haus dari biasanya, jadi pastikan untuk minum minimal 8 gelas per hari atau setiap kali Mama merasa haus.

Dehidrasi bisa membuat jaringan tubuh Mama menjadi kurang fleksibel dan aliran ASI tersendat. ASI yang tersumbat (clogged duct) adalah salah satu penyebab utama rasa nyeri yang luar biasa pada payudara. Dengan rajin minum air putih, aliran ASI akan lebih lancar dan risiko penyumbatan yang menyakitkan pun akan berkurang drastis karena sirkulasi cairan tubuh terjaga.

Air putih adalah pilihan terbaik dibandingkan minuman manis atau bersoda yang hanya memberikan kalori kosong tanpa nutrisi. Biasakan untuk selalu menyediakan botol air minum di dekat tempat Mama biasa menyusui agar Mama tidak lupa terhidrasi. Tubuh yang terhidrasi dengan baik akan membuat Mama merasa jauh lebih segar dan bertenaga sepanjang hari.

2. Buah-buahan segar

freepik/KamranAydinov

Buah-buahan segar sangat penting untuk memberikan asupan Vitamin C dan cairan tambahan bagi Mama selama masa laktasi. Vitamin C membantu tubuh Mama menyerap zat besi dengan lebih baik, sehingga Mama terhindar dari rasa lelah kronis yang sering memicu nyeri otot. Selain itu, kandungan air yang tinggi dalam buah membantu menjaga hidrasi jaringan kulit di sekitar payudara agar tidak kering dan mudah lecet.

Buah-buahan seperti jeruk, stroberi, dan beri-berian juga mengandung antioksidan kuat yang mempercepat pemulihan sel-sel tubuh Mama. Rasa manis alaminya bisa menjadi pengganti gula tambahan yang sehat, sehingga energi Mama tetap stabil sepanjang hari tanpa risiko kenaikan berat badan berlebih. Buah juga membantu meningkatkan nafsu makan Mama terhadap makanan bergizi lainnya yang dibutuhkan tubuh.

Mama disarankan mengonsumsi setidaknya 2 porsi buah setiap hari untuk hasil yang optimal. Mama bisa memakannya langsung sebagai camilan atau menjadikannya salad buah yang menyegarkan di siang hari. Menghindari jus kemasan dan lebih memilih buah utuh akan memberikan serat yang lebih baik untuk mencegah perut kembung atau rasa tidak nyaman pada pencernaan Mama.

3. Daging merah tanpa lemak

freepik/stockking

Daging merah merupakan salah satu sumber zat besi terbaik yang sangat dibutuhkan Mama selama masa laktasi. Saat hamil dan setelah melahirkan, kadar zat besi dalam tubuh Mama mungkin menurun, yang sering kali membuat tubuh mudah lelah dan otot terasa kencang. Zat besi membantu pembentukan sel darah merah yang membawa oksigen ke seluruh jaringan tubuh, termasuk jaringan payudara.

Selain zat besi, daging tanpa lemak adalah sumber protein berkualitas tinggi yang membantu pertumbuhan bayi melalui kualitas ASI yang baik. Protein juga berperan penting dalam membantu pemulihan jaringan tubuh Mama yang mungkin mengalami stres fisik selama proses menyusui. Jika kadar zat besi Mama cukup, Mama tidak akan mudah merasa lelah secara berlebihan saat harus terjaga mengurus si Kecil.

Mama bisa mengolah daging menjadi sup hangat yang menenangkan atau tumisan sayur yang lezat. Pastikan daging dimasak hingga matang sempurna untuk menghindari risiko bakteri yang bisa mengganggu kesehatan Mama. Porsi protein yang cukup setiap hari akan membuat Mama merasa lebih berenergi dan membantu mengurangi sensitivitas nyeri pada otot-otot tubuh.

4. Gandum utuh

freepik/stockking

Gandum utuh seperti oats, nasi merah, atau roti gandum adalah sumber karbohidrat kompleks yang memberikan energi tahan lama bagi Mama. Karbohidrat ini sangat penting untuk mendukung produksi ASI tanpa membuat Mama merasa cepat lapar lagi setelah menyusui. Sereal yang diperkaya juga sering kali mengandung zat besi dan yodium tambahan yang mendukung kesehatan otak si Kecil melalui ASI.

Yodium adalah mineral yang kebutuhannya meningkat pesat saat menyusui, dan gandum utuh sering kali menjadi kendaraan nutrisi ini. Yodium membantu metabolisme tubuh Mama bekerja dengan baik sehingga tubuh tidak mudah merasa pegal-pegal atau linu. Serat dari gandum utuh juga menjaga kadar gula darah Mama tetap stabil, sehingga emosi Mama lebih terjaga saat harus menyusui di tengah malam.

Mama bisa memulai hari dengan semangkuk oatmeal hangat yang dicampur dengan susu rendah lemak dan potongan buah. Karbohidrat kompleks ini akan membuat Mama merasa bertenaga untuk menggendong dan menyusui si Kecil dalam waktu yang lama. Pastikan porsi karbohidrat Mama mencukupi kebutuhan energi harian yang memang lebih besar selama masa menyusui.

5. Ikan berlemak

freepik/timolina

Ikan berlemak seperti salmon dan sarden merupakan sumber Vitamin D yang luar biasa untuk mendukung kesehatan Mama. Kekurangan Vitamin D dapat menyebabkan tulang lemah dan nyeri otot pada orang dewasa. Dengan mencukupi asupan ini, otot-otot di sekitar payudara dan punggung Mama tidak akan mudah terasa pegal atau nyeri saat menyusui.

Selain Vitamin D, ikan jenis ini juga kaya akan kalsium yang membantu membangun kekuatan tulang Mama serta si Kecil. Kandungan lemak sehat Omega-3 di dalamnya juga bersifat anti-inflamasi, yang artinya bisa membantu meredakan peradangan ringan pada jaringan payudara Mama. 

Tubuh yang ternutrisi dengan lemak sehat akan memiliki sistem pemulihan yang jauh lebih baik dan cepat. Mama bisa mengonsumsi ikan ini dalam bentuk tim atau dipanggang agar nutrisi aslinya tetap terjaga dengan baik. Jika Mama memilih ikan dalam bentuk kaleng, pastikan untuk memilih produk yang rendah garam agar tekanan darah tetap stabil. Usahakan mengonsumsinya secara rutin sebagai bagian dari porsi protein harian Mama agar manfaat kenyamanan tubuh segera terasa.

6. Kacang-kacangan dan biji-bijian

freepik

Kacang-kacangan seperti kacang tanah, almond, atau kacang kedelai adalah sumber protein nabati dan kalsium alternatif yang sangat bagus. Jika Mama adalah seorang vegetarian atau sedang membatasi konsumsi daging, kacang-kacangan menjadi pilihan utama untuk mencukupi kebutuhan protein harian. Protein nabati ini membantu menjaga elastisitas jaringan tubuh Mama selama masa laktasi yang intens.

Biji-bijian juga kaya akan seng (zinc) dan mineral penting lainnya yang sangat mendukung kekuatan sistem imun Mama. Tubuh dengan sistem imun yang kuat cenderung lebih cepat pulih dari luka kecil atau iritasi pada puting yang sering menjadi penyebab utama nyeri payudara. Selain itu, kacang-kacangan adalah camilan sehat yang tidak memicu kenaikan berat badan jika dikonsumsi dalam porsi wajar.

Mama bisa menjadikan segenggam kacang sebagai camilan praktis saat sedang menyusui si Kecil di malam hari. Kacang juga bisa dicampurkan ke dalam sereal atau smoothie untuk menambah tekstur dan rasa yang lebih enak. Variasi jenis kacang-kacangan setiap hari akan memperkaya profil nutrisi yang Mama dapatkan untuk mendukung kesehatan tubuh.

7. Sayuran hijau

freepik/jcomp

Sayuran hijau adalah sumber zat besi nabati dan serat yang sangat baik untuk menjaga stamina dan daya tahan tubuh Mama. Bayam, brokoli, dan sayuran berdaun hijau lainnya mengandung antioksidan yang membantu melawan stres oksidatif dalam jaringan tubuh. Zat besi di dalamnya membantu mencegah anemia yang sering kali menjadi penyebab Mama merasa lemas dan nyeri di sekujur tubuh.

Namun, perlu diingat bahwa zat besi dari tumbuhan lebih sulit diserap tubuh dibandingkan zat besi dari daging merah. Oleh karena itu, Mama disarankan mengonsumsi sayuran hijau bersamaan dengan makanan tinggi Vitamin C, seperti perasan jeruk atau tomat segar. Kombinasi cerdas ini akan memastikan zat besi masuk ke aliran darah Mama dengan lebih efisien dan maksimal.

Masaklah sayuran hijau dengan cara ditumis sebentar atau dikukus saja agar kandungan vitamin sensitifnya tidak hilang karena panas berlebih. Sayuran hijau juga membantu melancarkan pencernaan Mama sehingga terhindar dari masalah konstipasi yang sering dialami setelah melahirkan. Porsi sayuran yang melimpah setiap hari akan membuat tubuh Mama terasa lebih ringan, segar, dan bugar.

8. Tahu dan tempe

freepik/jcomp

Sebagai makanan khas yang sangat mudah ditemui, tahu dan tempe merupakan sumber protein nabati, zat besi, dan kalsium yang sangat disarankan untuk Mama. Bagi Mama yang vegan atau vegetarian, tahu adalah alternatif daging yang luar biasa untuk memenuhi kebutuhan protein harian. Protein ini sangat penting untuk memperbaiki jaringan payudara yang bekerja keras selama menyusui.

Tahu dan tempe juga mengandung isoflavon yang baik untuk membantu menjaga keseimbangan hormon Mama setelah masa melahirkan. Hormon yang stabil akan membantu aliran ASI menjadi lebih lancar, sehingga meminimalisir risiko penyumbatan kelenjar ASI yang sering menyebabkan rasa nyeri dan kencang. Makanan ini juga sangat ramah bagi pencernaan Mama dan tidak memicu gas berlebih.

Cukup dengan mengolahnya menjadi tumisan sehat atau dibacem tanpa terlalu banyak minyak, tahu dan tempe sudah memberikan nutrisi yang besar. Mama bisa mengombinasikannya dengan sayuran hijau untuk mendapatkan menu lengkap yang seimbang dan lezat. Porsi yang dianjurkan adalah sekitar 170 gram tahu untuk satu porsi protein harian yang sehat.

9. Telur ayam

freepik/timolina

Telur adalah "superfood" yang murah dan mudah didapat namun kaya akan protein serta Vitamin D yang sangat krusial bagi Mama menyusui. Protein dalam telur membantu menjaga kualitas nutrisi ASI sekaligus memastikan tubuh Mama memiliki "bahan baku" yang cukup untuk memperbaiki sel-sel jaringan yang lelah. Vitamin D di dalam kuning telur juga berperan aktif membantu tubuh menyerap kalsium secara optimal.

Nyeri otot yang sering timbul saat posisi menyusui kurang tepat bisa diminimalisir jika kadar Vitamin D dalam tubuh Mama tercukupi dengan baik. Telur juga mengandung kolin yang sangat bagus untuk mendukung perkembangan otak si Kecil melalui aliran ASI. Mengonsumsi telur sebagai menu sarapan adalah cara paling praktis bagi Mama yang sibuk untuk mendapatkan suntikan energi di pagi hari.

Mama bisa menikmati telur rebus, telur mata sapi, atau mencampurkannya ke dalam salad sayuran segar. Pastikan Mama mengonsumsi bagian kuningnya juga, karena di sanalah sebagian besar nutrisi Vitamin D tersimpan. Menambahkan telur ke dalam menu harian akan membantu Mama merasa kenyang lebih lama sehingga tidak mudah tergoda camilan kurang sehat.

10. Yoghurt dan susu

freepik/jcomp

Kalsium adalah nutrisi kunci yang sangat penting dan ditekankan untuk para ibu yang sedang dalam masa menyusui. Produk olahan susu seperti yoghurt mengandung kalsium tinggi yang membantu membangun kekuatan tulang serta saraf Mama yang sering bekerja ekstra. Jika kebutuhan kalsium tidak terpenuhi, tubuh akan mengambil cadangan dari tulang Mama, yang bisa memicu nyeri linu atau pegal.

Yoghurt juga mengandung probiotik atau bakteri baik yang sangat bermanfaat untuk kesehatan sistem pencernaan Mama. Pencernaan yang sehat akan mendukung penyerapan nutrisi lain menjadi lebih efektif, sehingga tubuh Mama mendapatkan manfaat maksimal dari setiap makanan yang dikonsumsi. Tubuh yang sehat secara keseluruhan akan lebih toleran terhadap rasa tidak nyaman di awal masa menyusui.

Mama bisa memilih yoghurt rendah lemak (low fat) karena memiliki kandungan kalsium yang sama besarnya dengan versi full cream namun lebih sehat. Nikmati yoghurt sebagai camilan segar di sore hari dengan tambahan potongan buah beri yang kaya antioksidan. Pastikan Mama mendapatkan setidaknya 2,5 porsi susu atau alternatifnya setiap hari sesuai panduan kesehatan laktasi.

Menyusui adalah perjalanan luar biasa yang membutuhkan kekuatan fisik dan mental yang besar, Ma. Jangan abaikan kebutuhan nutrisi harian Mama hanya karena sibuk mengurus si Kecil, ya. Dengan pola makan yang seimbang dan pilihan makanan yang tepat, Mama tidak hanya menjaga kualitas ASI, tapi juga menjaga agar tubuh tetap nyaman dan bebas dari rasa nyeri.

Tetap semangat memberikan yang terbaik untuk si Kecil, Ma! Jika rasa nyeri pada payudara menetap atau disertai demam, jangan ragu untuk segera berkonsultasi dengan dokter atau konselor laktasi. Mama hebat, dan kesehatan Mama juga sangat berharga. Happy breastfeeding, Ma!

Editorial Team