7 Makanan yang Sebaiknya Dihindari Anak Sebelum Tidur

- Beberapa makanan seperti gorengan, pizza, dan daging olahan sebaiknya dihindari sebelum tidur karena tinggi lemak dan sulit dicerna, membuat anak susah tidur nyenyak.
- Minuman berenergi serta makanan berpemanis buatan dapat memicu peningkatan detak jantung dan lonjakan gula darah yang mengganggu kualitas tidur anak.
- Produk seperti cheesecake dan popcorn microwave mengandung zat yang bisa memengaruhi hormon atau menimbulkan mimpi buruk, sehingga tidak disarankan dikonsumsi menjelang tidur.
Menjelang waktu tidur, tidak jarang anak tiba-tiba merasa lapar dan meminta camilan. Di momen seperti ini, Mama mungkin ingin memberikan makanan yang praktis agar anak cepat kenyang dan bisa segera tidur.
Namun, ternyata tidak semua makanan cocok dikonsumsi sebelum tidur, lho, Ma. Beberapa jenis makanan justru bisa membuat tubuh anak tetap “bekerja”, sehingga kualitas tidurnya terganggu. Bahkan, ada juga yang bisa memicu rasa tidak nyaman seperti gelisah atau gangguan pencernaan.
Lantas, makanan apa saja yang sebaiknya dihindari sebelum anak tidur? Berikut Popmama.com rangkum daftarnya.
1. Makanan yang digoreng

Saat anak lapar di malam hari, makanan praktis seperti gorengan atau frozen food memang sering jadi pilihan. Padahal, makanan yang digoreng cenderung tinggi lemak dan membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna.
Akibatnya, sistem pencernaan anak tetap bekerja saat seharusnya tubuh beristirahat. Hal ini bisa membuat anak merasa tidak nyaman dan sulit tidur nyenyak.
2. Pizza

Pizza memang jadi favorit banyak anak. Namun, kombinasi lemak dari keju dan keasaman dari saus tomat bisa memicu naiknya asam lambung, terutama jika dikonsumsi di malam hari.
Selain itu, makanan ini juga cukup berat untuk dicerna. Jika dimakan sebelum tidur, tubuh anak akan bekerja lebih keras, sehingga waktu istirahatnya jadi kurang optimal.
3. Minuman berenergi

Sesuai dengan namanya, minuman berenergi dirancang untuk meningkatkan stamina. Sayangnya, efek ini justru tidak dibutuhkan saat malam hari.
Kandungan kafein dan stimulan di dalamnya bisa meningkatkan detak jantung dan membuat tubuh anak tetap terjaga. Akibatnya, anak jadi sulit rileks dan kualitas tidurnya menurun.
4. Makanan dengan pemanis buatan

Makanan atau minuman yang mengandung pemanis buatan dapat memicu lonjakan gula darah dan insulin. Kondisi ini bisa membuat metabolisme tubuh “bingung” dan memicu rasa lapar kembali.
Akibatnya, anak bisa menjadi gelisah dan sulit tertidur. Bahkan, dorongan untuk terus makan bisa muncul meski sebenarnya tubuh sudah lelah.
5. Cheesecake

Cheesecake mengandung gula dan lemak yang cukup tinggi. Kombinasi ini dapat membuat kadar gula darah meningkat dan memaksa tubuh bekerja lebih keras saat malam hari.
Menariknya, dilansir dari frontiersin.org, konsumsi produk olahan susu seperti keju juga dikaitkan dengan kemungkinan munculnya mimpi buruk pada sebagian orang. Hal ini bisa terjadi karena sensitivitas terhadap laktosa atau kandungan tertentu dalam produk dairy.
6. Popcorn microwave

Popcorn instan yang dimasak menggunakan microwave memang praktis, tetapi perlu diperhatikan kandungannya. Beberapa kemasan menggunakan bahan pelapis yang mengandung senyawa kimia tertentu.
Jika dikonsumsi terlalu sering, zat tersebut dapat menumpuk dalam tubuh dan berpotensi mengganggu sistem hormon. Dampaknya, kualitas tidur anak juga bisa ikut terpengaruh.
7. Daging olahan

Daging olahan seperti bacon biasanya mengandung natrium dan bahan pengawet dalam jumlah tinggi. Kandungan ini bisa memengaruhi tekanan darah dan membuat tubuh bekerja lebih keras.
Selain itu, konsumsi makanan tinggi garam sebelum tidur juga dapat menyebabkan tubuh menahan cairan, sehingga anak merasa kurang nyaman saat beristirahat.
Menjaga kualitas tidur anak tidak hanya soal rutinitas, tetapi juga pilihan makanan yang dikonsumsi sebelum tidur. Dengan menghindari beberapa jenis makanan di atas, Mama bisa membantu tubuh anak beristirahat dengan lebih optimal.
Jika anak memang lapar di malam hari, pilihlah camilan ringan yang lebih mudah dicerna agar tidurnya tetap nyenyak, ya, Ma


















