Sebagian orang mungkin belum begitu familiar dengan atresia esofagus. Kondisi ini sendiri merupakan kelainan bawaan yang terjadi ketika saluran esofagus atau kerongkongan tidak berkembang secara sempurna sejak janin berada dalam kandungan.
Ketika janin tidak berkembang dengan baik, maka saluran esofagus dan kerongkongan (trakea) tidak dapat terpisah dengan sempurna. Berdasarkan kondisinya, atresia esofagus memiliki enam tipe yang berbeda.
Merujuk dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC), atresia esofagus jarang terdeteksi saat masa kehamilan. Kondisi ini umumnya baru diketahui setelah bayi lahir, terutama ketika bayi mulai menyusu dan mengalami gejala seperti tersedak atau muntah.
Menurut data dari Cleveland Clinic, atresia esofagus umum terjadi dengan rasio 1 dari 3.500 bayi yang lahir.
Untuk memahami lebih lanjut mengenai atresia esofagus, Popmama.com sudah merangkum informasinya berikut ini.
