Waspada Radang Tenggorokan pada Anak, Bisa Picu Kelainan Jantung

Radang tenggorokan kerap dianggap penyakit ringan yang bisa sembuh dengan obat warung. Padahal, jenis tertentu memerlukan penanganan serius dari dokter, Ma.
Melalui Instagram pribadinya, dr. Devie Kristiani, Sp.A (K), seorang Dokter Anak Konsultan Hematologi-Onkologi yang kerap berbagi edukasi kepada para orang tua secara online ini membagikan kisah dari pasiennya yang mengalami radang tenggorokan yang berujung kelainan jantung.
Berbeda dengan virus, kondisi radang tenggorokan pada anak yang disebabkan oleh bakteri tertentu bisa memicu komplikasi berbahaya dan orang tua perlu memahami perbedaannya agar tidak salah langkah.
Mengutip dari penjelasan dr. Devie melalui unggahannya, berikut Popmama.com rangkumkan informasi selengkapnya.
1. Bakteri pemicu radang tenggorokan yang berbahaya
Tidak semua radang tenggorokan itu sama dan bisa diobati hanya dengan obat warung saja, Ma. Yang perlu diwaspadai adalah jenis yang disebabkan oleh bakteri tertentu, seperti Streptococcus pyogenes atau Group A Streptokokus beta hemolitikus.
Seperti diungkapkan dr. Devie, infeksi bakteri ini tidak hanya berhenti di tenggorokan saja, tapi bisa memicu reaksi autoimun yang disebut demam rematik jika tidak diobati hingga tuntas.
“Demam rematik ini bisa menyerang ke jantung, ke sistem saraf, dan menyebabkan penyakit jantung rematik yang komplikasinya bisa seumur hidup,” jelas dr. Devie.
Nah, kondisi inilah yang dapat merusak katup jantung secara permanen sehingga sangat membahayakan bagi anak jika tidak segera mendapat pengobatan yang tepat dan tuntas.
2. Ciri khas radang tenggorokan yang perlu diwaspadai

Lantas, bagaimana membedakan radang tenggorokan bakteri yang berbahaya dengan yang biasa? Dalam unggahan yang sama, dr. Devie membagikan ciri-ciri utama yang perlu orang tua waspadai.
Gejala kuncinya adalah nyeri tenggorokan hebat saat menelan, tapi TIDAK disertai batuk atau pilek yang berbeda dari infeksi virus yang biasanya disertai gejala flu.
Selain itu, kondisi yang perlu diwaspadai juga ketika anak mengalami demam, hingga muncul ruam kulit bertekstur kasar seperti amplas dan terasa gatal.
Ruam inilah yang sering dikira alergi, padahal bisa jadi kondisi yang menyertai akibat bakteri penyebab radang tenggorokan. Jika kondisi seperti disebutkan tadi dialami anak, segera periksakan ke dokter ya, Ma.
3. Langkah tepat penanganan dan pencegahan komplikasi

Seperti penjelasan dr. Devie, kondisi seperti gejala di atas yang tidak segera ditangani bisa menyebabkan komplikasi berbahaya bagi anak, Ma.
Untuk itu, dengan diagnosis yang sesuai melalui pemeriksaan fisik dan tes usap tenggorokan, dokter bisa memberikan memberikan obat antiradang golongan steroid atau antibiotik yang perlu dihabiskan dengan tuntas.
dr. Devie menekankan, pastikan obat dihabiskan sampai selesai untuk penyembuhan yang optimal. Karena pengobatan yang tuntas adalah kunci untuk membasmi bakteri dan mencegah demam rematik.
Sementara, jika radang tenggorokan disertai batuk-pilek yang kemungkinan disebabkan virus, orang tua bisa memantau di rumah selama anak tidak lemas.
Namun, jika dalam 3 hari tidak ada perbaikan, tetap harus konsultasi ke dokter. Dengan mengenali tanda bahaya dan tidak menyepelekannya, orang tua bisa mengambil langkah cepat untuk melindungi buah hati dari risiko komplikasi serius di masa depan.
Diagnosis tepat dan pengobatan tuntas adalah investasi kesehatan jangka panjang untuk jantung anak. Jangan sepelekan radang tenggorokan pada anak kita ya, Ma!


















