Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Metode Induksi Persalinan yang Perlu Diketahui, Pahami Yuk!
Freepik/valuavitaly
  • Induksi persalinan dilakukan bila kontraksi belum muncul setelah melewati tanggal jatuh tempo, dan hanya disarankan atas alasan medis oleh tenaga kesehatan.
  • Terdapat beberapa metode induksi seperti pematangan serviks dengan prostaglandin atau kateter Foley, serta pemberian oksitosin intravena untuk merangsang kontraksi.
  • Prosedur lain termasuk amniotomi untuk memecah ketuban secara buatan dan penyapuan selaput ketuban guna mempercepat proses persalinan alami.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Apakah Mama pernah mendengar induksi persalinan?

Bahwa alasan diperlukannya induksi persalinan biasanya jika tidak adanya kontraksi dalam dua minggu di luar tanggal jatuh tempo. Menginduksi persalinan adalah ketika penyedia layanan kesehatan memberi obat atau menggunakan metode lain. Dengan begitu, kontraksi membantu mendorong bayi keluar dari rahim. 

Sedangkan persalinan harus diinduksi hanya saat adanya alasan medis. Jika kehamilan sehat, yang terbaik adalah menunggu persalinan dimulai dengan sendirinya.

Apabila dokter merekomendasikannya, lalu apa saja metode induksi yang bisa dilakukan? Simak informasi selengkapnya dari Popmama.com di bawah ini, yuk!

1. Pematangan serviks dengan menggunakan obat

Freepik/DCStudio

Penyedia layanan kesehatan biasanya akan memberi obat yang disebut prostaglandin. Metode tersebut untuk membantu melembutkan dan mengencerkan serviks, sehingga akan terbuka selama persalinan. 

Ibu hamil juga mungkin mendapatkan obat melalui mulut atau dimasukkan ke dalam vagina di rumah sakit. Dimana dokter dapat menggunakan obat yang disebut laminaria di vagina. Ini menyerap kelembaban dan mengembang guna membantu membuka serviks. 

Pematangan serviks sering kali merupakan komponen pertama induksi persalinan. Paling umum digunakan kateter Foley digunakan untuk mengalirkan urine dari kandung kemih.

 Ujung kateter memiliki balon dan menempatkan ujung Foley ke dalam serviks. Kemudian balon akan mendorong serviks terbuka dari waktu ke waktu.

2. Menggunakan obat oksitosin secara intravena

Freepik/DCStudio

Sebenarnya induksi persalinan tidak selalu diperlukan. Namun dokter akan mempertimbangkan banyak faktor, termasuk kesehatan umum sang ibu dan bayi. Sementara metode induksi selanjutnya bisa menggunakan hormon oksitosin.

Dilansir dari Medlineplus, oksitosin hadir sebagai solusi (cairan) untuk diberikan secara intravena (ke dalam pembuluh darah) atau secara intramuskular (ke dalam otot) oleh dokter. Biasanya diberikan dengan pengawasan medis di rumah sakit.
Dokter mungkin menyesuaikan dosis injeksi oksitosin selama perawatan, tergantung pada pola kontraksi dan efek samping yang dialami. 

Dokter memberi obat-obatan untuk memulai kontraksi yang disebut oksitosin guna menginduksi persalinan. Ini mungkin membuat mengalami kontraksi yang sangat kuat, lebih sering dan menyakitkan daripada dalam persalinan alami. Namun beri tahu dokter jika Mama alergi terhadap oksitosin, obat lain atau bahan apa pun dalam injeksi oksitosin.

3. Amniotomi untuk memecah ketuban pecah secara buatan

Freepik/rawpixel.com

Amniotomi juga bisa dilakukan oleh dokter di rumah sakit. Dimana prosedur amniotomi, dokter membantu mendorong persalinan dan mempercepat kontraksi dengan menusuk kantung ketuban.

Dikutip dari Whattoexpect, jika dokter memutuskan bahwa amniotomi diperlukan maka pasien mungkin melihat semburan air setelah pecah. Biasanya kontraksi akan mulai menjadi lebih kuat dan lebih cepat setelah selesai.

Metode ini pun memakai kait kecil yang terlihat seperti jarum rajut untuk memecahkan kantung ketuban yang menahan bayi. Apabila selama pemeriksaan serviks siap untuk melahirkan, amniotomi langsung merangsang persalinan dalam hitungan jam.

4. Penyapuan selaput ketuban untuk memajukan persalinan

Freepik/pch.vector

Memisahkan kantung ketuban dari dinding rahim juga disebut pengupasan atau penyapuan selaput ketuban. Umumnya, dokter akan dengan lembut memasukkan jari yang bersarung tangan melalui leher rahim. Lalu memisahkan kantung ketuban dari rahim setelah serviks mulai melebar. Namun tidak dapat dilakukan jika serviks masih tertutup.

Dirilis dari My.Clevelandclinic, penyapuan membran adalah prosedur umum yang dilakukan setelah 39 minggu kehamilan untuk menginduksi persalinan secara alami. Ini dilakukan oleh penyedia layanan kesehatan dalam melonggarkan kantung ketuban dari rahim. Metode tersebut adalah cara yang efektif untuk memajukan persalinan ketika mendekati atau melewati tanggal jatuh tempo.

Prosedur ini bisa mempercepat persalinan dan membantu tubuh ibu hamil melepaskan bahan kimia yang disebut prostaglandin. Prostaglandin melembutkan serviks dan mempersiapkan tubuh untuk persalinan. Tapi ingatlah, tidak ada jaminan akan memulai persalinan atau kontraksi. 

Nah, demikianlah metode induksi persalinan. Artinya, beberapa cara di atas cukup untuk merangsang persalinan.

FAQ Seputar Metode Induksi Persalinan

Apa efek samping melahirkan induksi?

Induksi persalinan dapat menyebabkan kontraksi rahim yang terlalu kuat, sering, atau berlangsung lama (takisistol), yang berisiko menimbulkan gawat janin (stres pada bayi) dan detak jantung tidak normal. Efek samping lainnya meliputi risiko infeksi, kegagalan induksi, perdarahan pasca melahirkan, dan meningkatnya kebutuhan tindakan operasi caesar.

Apakah induksi lebih sakit dari kontraksi alami?

Secara umum, kontraksi akibat induksi sering dirasakan lebih sakit dan intens dibandingkan kontraksi alami. Hal ini terjadi karena obat induksi memicu kontraksi yang lebih kuat, lebih lama, dan jeda antar kontraksi lebih pendek, sehingga tubuh memiliki sedikit waktu untuk beradaptasi.

Apa yang dirasakan setelah induksi?

Hasil akhir induksi persalinan adalah munculnya rasa mulas atau kontraksi sebelum persalinan yang berlanjut pada terbentuknya pembukaan jalan lahir (bukaan 1-10). jika tanda tidak muncul maka mungkin dokter akan menyarankan untuk dilakukan operasi caesar.

Editorial Team