Mendekati Hari Perkiraan Lahir (HPL), perasaan bahagia dan cemas pasti mulai menyelimuti, ya, Ma. Salah satu aspek yang sering jadi topik pembicaraan di kalangan para Ibu adalah fase mengejan. Banyak dari Mama mungkin masih membayangkan bahwa proses melahirkan harus dilakukan dalam posisi terlentang sambil memegang kedua kaki. Akan tetapi, perkembangan dalam dunia medis kini semakin mengedepankan saran agar Mama menemukan posisi yang paling sesuai dengan kondisi tubuh masing-masing.
Mengenali berbagai opsi posisi mengejan tidak hanya terkait kenyamanan fisik, tetapi juga menciptakan positive birth experience. Dengan posisi yang tepat, Mama sebenarnya sedang berkolaborasi dengan gravitasi dan struktur panggul untuk membantu si Kecil meluncur dengan lebih lancar. Di negara lain, konsep active birth kini sangat digemari karena terbukti memberi kekuatan kepada Mama untuk tidak sekadar mengikuti prosedur, tetapi juga mampu merasakan kebutuhan tubuh saat kontraksi yang kuat datang.
Salah satu kekhawatiran utama saat mengejan adalah kemungkinan terjadinya robekan pada jalan lahir atau trauma pada area perineum. Di sisi lain, penelitian dari American College of Nurse-Midwives (ACNM) menunjukkan bahwa menggunakan berbagai posisi mengejan saat melahirkan dan tidak terkekang pada satu posisi statis dapat secara signifikan menurunkan tekanan berlebihan pada jaringan otot di daerah intim. Ini tentu menjadi harapan baru bagi Mama yang menginginkan proses pemulihan setelah melahirkan yang lebih cepat dan lebih nyaman.
Maka itu, sangat penting bagi Mama dan Papa untuk mendiskusikan rencana persalinan (birth plan) bersama dokter atau bidan sejak trimester ketiga. Penting untuk Mama mengetahui kelebihan dan kekurangan dari setiap posisi karena akan membuat Mama merasa lebih berdaya dan siap secara mental.
Nah, berikut rangkuman Popmama.com mengenai posisi mengejan agar Mama punya gambaran yang lebih luas dan mendalam mengenai pilihan posisi yang ada.
