Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
For
You

Cara Mengejan yang Benar agar Vagina Tidak Robek saat Melahirkan

Cara Mengejan yang Benar agar Vagina Tidak Robek saat Melahirkan
Freepik/wavebreakmedia_micro

Menjelang persalinan, ibu hamil memiliki banyak kekhawatiran. Bila Mama ingin melahirkan secara normal, salah satu kekhawatiran yang mungkin Mama rasakan adalah soal vagina yang robek ketika mengejan saat melahirkan.

Ya, mengejan atau proses mendorong bayi keluar menuju jalan lahir mungkin menjadi hal yang menyulitkan bagi Mama yang ingin melahirkan secara normal. Tapi jangan khawatir, sebab teknik mengejan bisa Mama pelajari. Mengejan yang benar bisa meminimalisir terjadinya perobekan pada vagina saat melahirkan.

Di bawah ini Popmama.com merangkum cara mengejan yang benar agar vagina tidak robek saat melahirkan menurut dr. Keven Tali, Sp.OG yang dikutip dari YouTube @DokterKeven.

Dimana Robekan Terjadi?

Ilustrasi vagina - Pexels/Laker
Ilustrasi vagina - Pexels/Laker

Pada kelahiran normal, bayi keluar dari liang vagina atau jalan lahir. Terdapat jarak antara vagina dengan anus. Pada saat liang vagina terbuka secara terus-menerus, jarak ke anus akan semakin tipis.

Jika cara mengejan mama kurang baik atau ukuran bayi mama sangat besar, akan membuat robekan pada saat kepala bayi keluar. Terkadang, robekan dapat terjadi sampai ke anus.

Penyebab Robeknya Vagina saat Melahirkan

Unsplash/Jimmy Conover
Unsplash/Jimmy Conover

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa cara mengejan yang salah atau ukuran bayi yang terlalu besar dapat menyebabkan robekan di jalan lahir. Liang vagina atau jalan lahir akan terbuka semakin melar sehingga melewati daya atau kemampuannya dalam merenggang, menyebabkan robekan.

Pada saat kepala bayi sudah menonjol di depan perineum, Mama harus mengendalikan teknik mengejannya. Ibu hamill tidak disarankan mengejan terlalu keras.

Kapan Sebaiknya Mulai Mengejan?

Freepik/DCstudio
Freepik/DCstudio

Waktu mengejan penting untuk diperhatikan, Ma. Mengejan baru diperbolehkan ketika pembukaan lengkap atau pembukaan 10.

Mama dapat mengetahui sudah pada tahap pembukaan berapa melalui pemeriksaan dengan dokter atau bidan. 

Ketika waktu perkiraan lahir Mama sudah tiba, dan kontraksi sudah sering terjadi, Mama disarankan untuk segera menemui dokter atau bidan. Selanjutnya dokter atau bidan akan pemeriksaan, termasuk pemeriksaan pembukaan dan ketebalan mulut rahim.

Pada saat Mama dinyatakan sudah pembukaan 10, maka proses persalinan agar segera dimulai.

Teknik Mengejan yang Benar

Freepik/Pch.vector
Freepik/Pch.vector

Ketika sudah pada tahap pembukaan 10, dokter atau bidan biasanya mulai meminta Mama untuk mengejan. Mama tidak diperbolehkan untuk mengejan ketika dokter atau bidan belum memerintahkan untuk mengejan.

Ketika dokter atau bidan sudah meminta Mama untuk mengejan, Mama bisa menerapkan cara-cara di bawah ini:

  • Cari posisi yang paling nyaman menurut mama. Mama boleh berbaring, jongkok, atau posisi lainnya yang disarankan oleh dokter.
  • Posisikan dagu mama di atas dada dan tarik kaki ke arah dada. Posisi ini membantu semua otot-otot mama bekerja dengan baik.
  • Kemudian tarik napas dalam-dalam saat kontraksi datang, lalu tahan.
  • Kencangkan otot perut dan mulai mengejan sampai hitungan ke-10.
  • Tarik napas cepat dan mengejan kembali sampai hitungan 10, dan ulangi satu kali lagi.
  • Usahakan agar Mama mengejan sebanyak tiga kali setiap kali kontraksi.
  • Gunakan seluruh tenaga mama ketika mengejan. Pada waktu tertentu, Mama mungkin akan diminta untuk mengejan dengan lembut untuk menghindari robeknya perineum dan dinding vagina.
  • Tidak disarankan menegangkan wajah saat mengejan.
  • Beristirahatlah di antara waktu kontraksi guna menambah energi.
  • Saat mengejan, Mama juga bisa menggunakan otot-otot yang digunakan ketika buang air besar. Otot-otot tersebut sangat kuat dan efektif untuk mendorong bayi keluar. Jangan khawatir jika ada tinja yang keluar saat mengejan karena itu adalah hal yang biasa dalam proses persalinan.

Tapi, ingat hal di atas bukan panduan yang harus Mama ikuti sepenuhnya, sebab proses persalinan setiap ibu hamil berbeda-beda, sehingga mengikuti arahan dokter atau bidan adalah hal yang terbaik. 

Hal yang Boleh dan Tidak Boleh Dilakukan saat Mengejan

Freepik/DCStudio
Freepik/DCStudio

Saat istirahat, Mama tidak boleh langsung membuang napas. Namun, Mama harus membuang napas secara perlahan melalui mulut dan mengambil napas kembali melalui hidung. 

Mama juga tidak diperbolehkan untuk mengangkat bokong ataupun merapatkan paha ketika melahirkan. Hal yang dikhawatirkan ketika Mama menaikan bokong adalah terjadinya robekan. 

Jika rumah sakit memperbolehkan, Mama dapat mengajak pendamping ataupun pasangan ketika melahirkan.

Cara Mencegah agar Vagina Tidak Robek saat Melahirkan

Pexels/Dainis Graveris
Pexels/Dainis Graveris

Perlu Mama ketahui bahwa tidak semua proses melahirkan akan menyebabkan robekan. Selain itu, tidak semua robekan harus dijahit, robekan yang hanya sedikit dapat menutup atau pulih dengan sendirinya. 

Untuk mencegah agar vagina tidak robek, Mama harus melakukan teknik mengejan dengan benar. Mama juga perlu berkonsultasi dengan dokter mengenai ukuran bayi mama. Apakah dengan ukuran tersebut aman melahirkan melalui persalinan normal. Bayi yang terlalu besar berpotensi untuk menimbulkan robekan pada saat melahirkan.

Itu tadi cara mengejan yang benar agar vagina tidak robek saat melahirkan. Meski Mama sudah tahu panduan mengejan yang benar, ingatlah bahwa instruksi terbaik tetap berasal dokter dan bidan, ya, Ma!

Share
Topics
Editorial Team
Wahyuni Sahara
EditorWahyuni Sahara
Follow Us

Latest in Pregnancy

See More

7 Kandungan Brokoli untuk Kesehatan Ibu Hamil, Kaya Vitamin dan Serat

21 Apr 2026, 18:08 WIBPregnancy