Perempuan Berusia 70 Tahun Melahirkan Bayi Kembar dari Program IVF

Safina Namukwaya dinobatkan sebagai perempuan tertua di Benua Afrika yang melahirkan bayi

6 Desember 2023

Perempuan Berusia 70 Tahun Melahirkan Bayi Kembar dari Program IVF
Freepik/DCStudio

Kabar mengejutkan datang dari Uganda, Afrika Selatan. Seorang perempuan berusia 70 tahun bernama Safina Namukwaya, diketahui melahirkan bayi kembar Rabu (29/11/2023), hasil dari program bayi tabung (IVF).

Berita ini pertama kali diketahui dari laman Facebook Women’s Hospital International and Fertility Centre, tempat Namukwaya melahirkan. Dalam unggahan yang dibagikan, disebutkan bahwa Namukwaya melahirkan bayi berjenis kelamin laki-laki dan perempuan secara prematur, di usia kehamilan 31 minggu.

Hal ini lantas menuai pro dan kontra, lantaran melahirkan di usia tersebut sangatlah berisiko baik untuk Ibu maupun bayi. Salah satu risikonya yakni persalinan prematur seperti yang dialami oleh Namukwaya.

Berikut Popmama.com rangkum berita selengkapnya mengenai perempuan berusia 70 tahun melahirkan bayi kembar dari program IVF.

1. Safina Namukwaya berhasil hamil dari program IVF

1. Safina Namukwaya berhasil hamil dari program IVF
Freepik/freepik

Safina Namukwaya, perempuan asal Uganda berhasil hamil dan melahirkan di usia senja yakni 70 tahun.

Melansir dari BBC Health, dokter spesialis kesuburan Women’s Hospital International and Fertility Centre yakni Edward Tamale Sali, mengungkapkan bahwa Namukwaya berhasil hamil setelah menjalani program IVF (In Vitro Fertilization).

IVF atau bayi tabung merupakan suatu metode reproduksi berbantu, untuk pasien yang ingin memiliki keturunan. Di mana Namukwaya menggunakan sel telur donor dan sperma pasangannya untuk menjalani prosedur IVF tersebut.

Dokter Sali saat itu tak ragu untuk menolong Namukwaya. Karena menurutnya, perempuan tersebut dalam kondisi sehat dan tubuhnya siap untuk menjalani kehamilan dan persalinan.

“Itu (program bayi tabung) adalah hak asasi manusia. Itu adalah tubuhnya. Dia sehat secara fisik,” ungkap Sali kepada BBC Health.

Editors' Pick

2. Melahirkan bayi kembar di usia kehamilan 31 minggu

2. Melahirkan bayi kembar usia kehamilan 31 minggu
Facebook/Women's Hospital International and Fertility Centre

Namukwaya berhasil melahirkan bayi kembarnya pada Rabu (29/11/2023). Ia melahirkan dua bayi berjenis kelamin laki-laki dan perempuan, di usia kehamilan 31 minggu. Masing-masing bayi Namukwaya dikabarkan memiliki berat 2 kilogram dan harus mendapatkan perawatan di ruang intensif neonatal (NICU) karena lahir prematur.

“Saya merasa luar biasa. Beberapa orang berpikir bahwa 70 tahun itu sudah tua. Tapi Tuhan memutuskan bahwa saya memiliki anak kembar di usia 70 tahun. Tak seorang pun yang bisa membatasi otoritas dan kuasa Tuhan,” ungkap Namukwaya saat diwawancarai usai melahirkan.

Ini merupakan persalinan kedua yang dijalani oleh Namukwaya. Setelah sebelumnya, ia dikaruniai seorang anak perempuan yang lahir di tahun 2020.

3. Persalinan Namukwaya menimbulkan pro dan kontra

3. Persalinan Namukwaya menimbulkan pro kontra
Freepik.com/wavebreakmedia_micro

Kabar Namukwaya yang melahirkan di usia 70 tahun lantas menimbulkan pro dan kontra. Di satu sisi, banyak orang mendukungnya untuk memiliki keturunan di usia lanjut. Namun di sisi lain, muncul pendapat berbeda, lantaran melahirkan di usia 70 tahun dianggap terlalu berisiko.

Menurut dokter Brian Levine, direktur di klinik kesuburan di New York, apa yang dialami Namukwaya adalah satu hal yang tidak bertanggung jawab. Sebab, melahirkan di usia 50 sangat berisiko tinggi. Mulai dari komplikasi kehamilan seperti diabetes gestasional, hipertensi, hingga persalinan prematur.

“Menurut saya, apa yang terjadi pada perempuan berusia 70 tahun ini sangat tidak bertanggung jawab. Data menunjukkan bahwa perempuan yang melahirkan di atas usia 50 tahun saja memiliki tingkat risiko hipertensi, diabetes gestasional, dan persalinan prematur yang lebih tinggi,” kata Levine.

Selain itu, menurut dokter Brian Levine, perempuan berusia 70 tahun yang mengalami pembekuan darah, stroke, dan serangan jantung, berisiko melahirkan bayi dengan keterlambatan tumbuh kembang.

“Jika seorang Ibu berusia 70 tahun mengalami pembekuan darah, mengidap stroke, atau serangan jantung, anak-anak akan mengalami keterlambatan perkembangan dan mungkin juga secara fisik. Lalu, siapa yang akan merawat anak-anak dengan masalah medis seperti ini, ketika orangtua mereka meninggal?,” tambahnya.

4. Namukwaya jadi perempuan tertua di Benua Afrika yang melahirkan

4. Namukwaya jadi perempuan tertua Benua Afrika melahirkan
Freepik.com/onlyyouqj

Safina Namukwaya kini dinobatkan sebagai perempuan tertua di Benua Afrika yang melahirkan bayi, oleh Women’s Hospital International and Fertility Centre. Tepat di hari jadi yang ke 20, Women’s Hospital International and Fertility Centre turut merayakan kelahiran anak kembar dari Namukwaya.

Bagi pihak rumah sakit, kisah Namukwaya tak hanya menjadi bukti kesuksesan medis terkait program IVF di usia lanjut. Namun, ini juga menjadi cerita terkait ketangguhan dan kekuatan jiwa seorang perempuan untuk memiliki anak, meski usianya tak lagi muda.

“Kisah ini tidak hanya tentang kesuksesan medis, tapi juga tentang kekuatan dan ketangguhan jiwa manusia,” kata perwakilan pihak rumah sakit.

Itulah berita mengenai perempuan berusia 70 tahun melahirkan bayi kembar dari program IVF. Melahirkan di usia 70 tahun memang berisiko tinggi, namun dari kisah Namukwaya tentunya kita yakin bahwa kuasa Tuhan jauh lebih besar dari itu semua.

Baca juga:

The Latest