TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

8 Tips agar ASI Melimpah saat Menyusui, Salah Satunya Hindari Stres!

Stres dan kurang tidur ternyata dapat menurunkan produksi ASI

15 Agustus 2022

8 Tips agar ASI Melimpah saat Menyusui, Salah Satu Hindari Stres
freepik/shurkin_son

Aktivitas menyusui adalah momen yang intim antara Mama dan bayi. Namun, untuk melakukannya tidak jarang Mama mengalami tantangan tersendiri. Salah satu tantangan menyusui yang paling sering Mama hadapi adalah berkurangnya produksi ASI (Air Susu Ibu). Produksi ASI yang minim bisa dipengaruhi oleh stres, kondisi tubuh yang tidak fit, kurang nutrisi, merokok, minum alkohol, hingga efek samping kafein.

Seperti Mama ketahui, ASI mengandung banyak nutrisi dan penting bagi tumbuh kembang bayi. Sayangnya, mempunyai ASI yang melimpah tidak selalu dimiliki oleh seorang Mama, terutama Mama yang baru memiliki bayi.

Di awal kelahirannya, bayi sangat membutuhkan ASI hingga mencapai enam bulan karena ASI merupakan makanan utama dan terpenting bagi bayi. ASI harus diberikan secara eksklusif selama enam bulan pertama supaya manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka waktu yang panjang.

Rutin memberikan ASI selama enam bulan pertama kelahiran juga akan meminimalkan adanya alergi pada bayi karena zat antibodi pada ASI dapat meningkatkan daya tahan tubuh bayi.

Untuk para Mama yang ingin tahu cara agar ASI melimpah dan lancar, atau mungkin awal masa menyusui ASI-nya masih belum lancar, jangan putus asa dulu ya, karena ada sejumlah tips yang bisa Mama lakukan.

Mau tahu apa saja tips agar ASI melimpah? Yuk, simak ulasan Popmama.comberikut ini.

1. Tingkatkan frekuensi menyusui

1. Tingkatkan frekuensi menyusui
Freepik/bearfotos

Cara pertama yang bisa Mama lakukan supaya produksi ASI lancar dan melimpah adalah lebih sering menyusui. Seringlah menyusui dan biarkan bayi memutuskan kapan harus berhenti menyusu.

Produksi ASI yang berkurang kerap membuat para Mama bisa lelah secara fisik dan mental. Namun, perlu Mama ketahui, salah satu cara melancarkan ASI terutama setelah melahirkan adalah lebih sering menyusui bayi.

Saat bayi menyusu secara langsung melalui payudara, kontraksi otot payudara akan merangsang hormon produksi ASI.

Hormon yang memicu payudara Mama untuk memproduksi ASI akan dilepaskan, dikenal dengan istilah let-down reflex. Refleks let-down terjadi saat otot-otot di payudara Mama berkontraksi dan menggerakkan ASI melalui saluran, yang terjadi segera setelah bayi mulai menyusui.

Semakin banyak dan sering Mama menyusui, maka semakin banyak ASI yang dihasilkan payudara Mama. Untuk membangun dan menjaga produktivitas ASI, Mama juga disarankan menyusui si Kecil hingga 12 kali sehari.

2. Jadwal menyusui yang teratur

2. Jadwal menyusui teratur
Pexels/Tamilles Esposito

Menyusui setiap 1,5 sampai 2 jam di siang hari dan setiap 3 jam sekali saat malam hari itu penting dilakukan Mama terhadap bayi. Meskipun jadwal ini terlihat sangat sering tetapi cara ini penting untuk memperbanyak ASI dan memastikan bayi mendapatkan nutrisi yang cukup.

Apabila bayi sedang tidur, coba Mama bangunkan secara perlahan untuk jadwal menyusuinya. Selain itu, Mama juga bisa menggunakan pompa ASI untuk merangsang pasokan ASI. Ingat, semakin sering menyusui akan meningkatkan produksi ASI.

3. Memompa ASI saat bayi tidak sedang menyusu langsung

3. Memompa ASI saat bayi tidak sedang menyusu langsung
freepik.com/skawee

Memompa ASI saat bayi tidak menyusu ternyata dapat membantu meningkatkan produksi ASI. Seperti menyusui, semakin sering Mama memompa ASI maka produksi ASI juga akan semakin melimpah.

Sebelum mulai memompa, pastikan Mama hangatkan payudara terlebih dahulu dengan handuk hangat, supaya Mama lebih nyaman dan lebih mudah memompa ASI.

Mama juga bisa menerapkan teknik cluster pumping untuk memompa ASI. Caranya, memompa setiap lima menit untuk memberikan stimulasi pada payudara.

Saat payudara terasa penuh, tubuh Mama akan mendapat sinyal untuk berhenti membuat susu. Sebaliknya, payudara kosong memicu produksi ASI sehingga semakin banyak susu yang bisa dihasilkan.

Teknik cluster pumping bisa dilakukan di saat waktu luang, misalnya saat bangun tidur, di malam hari, atau sesuai jadwal bayi tidur. Perlu Mama ketahui bahwa pasokan susu diatur hormon dan ritme sirkadian atau siklus untuk memberitahu kapan waktu tidur, makan, dan sebagainya.

Untuk hasil terbaik, jadwalkan memompa ASI di waktu yang sama setiap hari.

Editors' Picks

4. Jangan lewatkan untuk rutin memompa ASI

4. Jangan lewatkan rutin memompa ASI
newbornbaby.com.au

Saat bayi sedang tidak menyusu atau sudah kenyang menyusu tetapi payudara Mama masih terasa kencang, Mama bisa mengeluarkan ASI dengan cara dipompa. Rasa kencang dan penuh pada payudara biasanya karena persediaan ASI belum sepenuhnya habis.

Oleh karena itu, Mama bisa memerah ASI menggunakan pompa, lalu simpan ASI perah tersebut untuk jadwal menyusui bayi selanjutnya supaya tetap awet.

Seperti yang diketahui, semakin banyak permintaan, akan semakin banyak pula persediaan ASI-nya.

Usahakan selalu rutin menyusui si Kecil dan memompa ASI ketika payudara mulai terasa kencang. Cara ini bisa membantu Mama memiliki produksi ASI lebih banyak karena payudara yang kosong akan terus memproduksi ASI terus-menerus.

Memompa ASI juga bisa dilakukan kapan pun. Jika produksi ASI di payudara terlalu penuh, Mama bisa memompa dan menyimpan ASI sebagai persediaan.

5. Menggunakan kedua payudara untuk menyusui

5. Menggunakan kedua payudara menyusui
Freepik/ user18526052

Tips selanjutnya agar ASI melimpah adalah selalu rutin menggunakan kedua payudara untuk menyusui. Stimulasi menyusui dari kedua payudara dapat membantu Mama untuk meningkatkan produksi ASI. Oleh karena itu, usahakan bayi menyusu dari kedua sisi payudara Mama, ya.

Selain menyusui secara langsung, Mama juga disarankan memompa ASI dari payudara kanan dan kiri secara bergantian. Ini juga dapat meningkatkan produksi ASI dan menghasilkan kandungan lemak yang lebih tinggi dalam ASI.

6. Penuhi kebutuhan zat gizi dengan baik

6. Penuhi kebutuhan zat gizi baik
Freepik/PV Productions

Selama masih menyusui, Mama jharus memenuhi kebutuhan zat gizi dengan baik yang diperoleh dari sumber makanan harian. Bukan hanya baik bagi kesehatan, memastikan kebutuhan zat gizi telah tercukupi dengan baik juga bisa menjadi cara untuk memperbanyak dan memperlancar produksi ASI.

Makanlah makanan bergizi yang mengandung nutrisi, vitamin serta mineral penting, yaitu buah-buahan, sayuran hijau, daging, ayam, ikan, telur, dan lainnya yang penting untuk memperbanyak ASI.

Mama juga perlu banyak minum untuk mencukupi kebutuhan cairan tubuh setiap harinya. Kurang minum juga bisa menurunkan produksi ASI.

Agar menyusui lebih optimal, sebaiknya Mama minum air putih minimal delapan gelas per hari dan tidak kurang dari jumlah tersebut. Upayakan untuk minum segelas air putih setiap menyusui atau memompa ASI.

7. Konsumsi makanan yang dapat meningkatkan produksi ASI

7. Konsumsi makanan dapat meningkatkan produksi ASI
Freepik/user6694312

Tubuh Mama membutuhkan sejumlah energi yang cukup agar bisa menghasilkan banyak ASI. Selain dari asupan makanan setiap hari, ada beberapa jenis makanan yang juga diyakini dapat memperbanyak produksi dan memperlancar ASI.

Beberapa jenis makanan yang bisa memperbanyak persediaan ASI, diantaranya:

  • Oatmeal

Oatmeal memiliki banyak manfaat untuk tubuh. Kaya akan serat, membuat oatmeal berefek positif pada sistem pencernaan.

Mama bisa mengonsumsi gandum untuk sarapan atau membuat kue gandum karena dengan menambahkan gandum ke dalam makanan dapat meningkatkan produksi ASI.

  • Bawang putih

Bawang putih dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh, mencegah penyakit jantung, dan memiliki sifat kuratif (menyembuhkan penyakit). Dengan manfaat yang beragam membuat bawang putih dapat membantu Mama untuk meningkatkan jumlah ASI.

Walau dapat membantu meningkatkan jumlah ASI, bawang putih juga dapat memengaruhi rasa dan bau ASI, maka makanlah dalam jumlah sedang.

  • Sayuran berdaun hijau

Sayuran berdaun seperti katuk, bayam, kangkung, dan sawi merupakan sumber mineral seperti zat besi, kalsium, dan folat. Jenis sayuran ini memiliki banyak vitamin dan dipercaya membantu meningkatkan produksi ASI.

Mama harus mengonsumsi setidaknya satu porsi sayuran berdaun hijau setiap hari untuk meningkatkan jumlah ASI.

  • Wortel

Wortel dipercaya menjadi salah satu makanan terbaik untuk meningkatkan laktasi. Wortel juga kaya akan vitamin A sehingga wortel dipercaya dapat meningkatkan kualitas produksi susu.

Mama bisa mencoba makan wortel mentah dalam bentuk salad atau jus dan minum secangkir di pagi hari untuk meningkatkan jumlah ASI.

  • Ikan salmon

Ikan salmon kaya akan asam lemak omega-3 dan asam lemak esensial atau EFA, yang dapat membantu laktasi. Selain itu, mengonsumsi ikan salmon juga membuat ASI yang dihasilkan lebih bergizi.

Mama dapat menikmati salmon dengan berbagai cara, seperti dikukus, dipanggang atau digoreng.

8. Kendalikan stres dan istirahat yang cukup

8. Kendalikan stres istirahat cukup
thesun.co.uk

Kelelahan, kurang istirahat, kurang tidur, bahkan stres dapat menurunkan produksi ASI. Meskipun pasokan ASI minim membuat Mama menjadi stres, coba usahakan untuk mengontrol tekanan.

Walau mungkin sulit menemukan waktu untuk bersantai ketika menjadi seorang Mama tetapi istirahat tetap menjadi sangat penting. Mama perlu mencuri waktu senggang untuk melakukan me time dan banyak istirahat.

Cobalah untuk tidur siang ketika bayi sedang tidur dan mintalah bantuan ketika merasa tubuh sedang merasa kelelahan.

Mama juga bisa menggunakan waktu luang untuk sekadar mandi dengan produk perawatan tubuh favorit, membaca buku, yoga, mendengarkan musik, menikmati camilan, bersantai, atau sekadar istirahat.

Ketika Mama merasa segar dan tidak stres, tubuh akan dapat memasukkan energi ekstra dan membuat suplai ASI meningkat serta sehat.

Itulah informasi mengenai berbagai tips agar ASI melimpah dan cara. Selamat mencoba dan tetap semangat selama menyusui si Kecil ya Ma!

Baca Juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.

Mama CerdAZ

Ikon Mama CerdAZ

Panduan kehamilan mingguan untuk Mama/Ibu, lengkap dengan artikel dan perhitungan perencanaan persalinan

Cari tahu yuk