Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Shenina Cinnamon dan Angga Yunanda Ikut Kelas Menyusui, Siap MengASIhi
Instagram.com/jamilatus.sadiyah
  • Shenina Cinnamon dan Angga Yunanda mengikuti kelas privat menyusui dan perawatan bayi baru lahir sebagai persiapan menjadi orang tua, menunjukkan komitmen mereka untuk memberikan yang terbaik bagi anak.
  • Kelas tersebut mengajarkan teknik pelekatan menyusui, manajemen ASI, serta keterampilan dasar merawat bayi agar Mama dan Papa lebih percaya diri menghadapi fase awal kelahiran.
  • Keterlibatan aktif Angga dalam kelas menegaskan pentingnya peran Papa sebagai partner siaga yang mendukung keberhasilan menyusui dan memperkuat ikatan keluarga sejak awal.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Siapa sih yang nggak kenal dengan pasangan favorit, Shenina Cinnamon dan Angga Yunanda, Ma? Selalu tampil kompak di berbagai acara, kali ini keduanya kembali mencuri perhatian dengan kegiatan yang inspiratif banget, Ma. Bukan tentang film terbaru mereka, melainkan persiapan yang mereka lakukan untuk menyongsong peran baru ke depan sebagai orang tua. Lewat unggahan di media sosial, mereka terlihat baru saja menyelesaikan Private Breastfeeding and Newborn Class bareng Jamilatus Sadiyah yang juga owner dari @bumilpamil.id. Gemas banget ya, Ma, melihat mereka sudah mulai "belajar" jadi orangtua.

Tindakan yang diambil oleh Shenina dan Angga sangat patut diapresiasi, lho, Ma. Persiapan menjadi orangtua memang nggak melulu soal belanja baju bayi atau dekorasi kamar yang lucu-lucu, Ma, tapi juga soal bekal ilmu yang matang. Di tengah kesibukan mereka yang padat, meluangkan waktu untuk mengikuti kelas privat seperti ini menunjukkan bahwa mereka berkomitmen untuk memberikan yang terbaik untuk masa depan si Kecil.

Bukan hanya Shenina, kehadiran Angga Yunanda dalam kelas itu juga membuat netizen merasa baper, lho. Di zaman sekarang, peran Papa seharusnya tidak sekadar sebagai penonton, tetapi juga sebagai partner yang sigap. Hadirnya Angga di samping Shenina seakan menegaskan bahwa menyusui dan merawat bayi adalah tanggung jawab bersama, Ma. Kalau dari awal saja sudah kompak begini, bayangkan betapa serunya perjalanan mereka saat sudah punya si Kecil nanti.

Jadi, untuk Mama yang kini sedang menantikan kelahiran anak, nggak ada salahnya untuk mengikuti langkah Shenina dan Angga. Edukasi sebelum melahirkan itu penting banget supaya Mama nggak kaget saat menghadapi fase newborn. Ternyata, ada banyak manfaat luar biasa yang bisa didapatkan dari kelas seperti ini.

Nah, biar nggak penasaran, Popmama.com bedah alasan kenapa Mama dan Papa wajib ikut kelas menyusui!

1. Membangun rasa percaya diri biar nggak gampang panik

Instagram.com/jamilatus.sadiyah

Melihat potret Shenina Cinnamon yang tampak tenang sambil memegang boneka bayi, kita bisa belajar kalau rasa percaya diri itu adalah modal utama bagi calon ibu. Dalam kelas yang diikutinya bersama Angga Yunanda, Shenina memperoleh pemahaman dasar yang sangat vital sebelum persalinan. Banyak di antara Mama mungkin merasa ragu, "Apakah aku bisa menyusui nanti? ", nah kelas semacam ini hadir untuk mengatasi keraguan tersebut sehingga Mama nggak gampang goyah saat menghadapi tantangan di awal, Ma.

Menurut penelitian dari The Journal of Obstetric, Gynecologic, & Neonatal Nursing (JOGNN), Mama yang sudah mendapatkan pendidikan prenatal cenderung lebih berhasil dalam menyusui karena memiliki kepercayaan diri yang tinggi. Hal ini sangat signifikan karena jika Mama memiliki keyakinan, hormon oksitosin yang mendukung kelancaran ASI akan bekerja dengan lebih efektif, Ma. Shenina seolah memberikan contoh ya, Ma, bahwa dengan belajar lebih awal, kita bisa meminimalisir stres yang bisa menghambat produksi ASI.

Selain itu, dalam kelas privat yang diikuti oleh Shenina dan Angga, mereka diajarkan untuk mengenali tanda-tanda bayi lapar sebelum sang bayi mulai menangis keras. Bayangkan betapa tenangnya Mama jika sudah memahami apa yang diinginkan bayi tanpa perlu menebak-nebak. Nah, pengetahuan ini juga sangat membantu memperkuat bonding atau ikatan emosional antara orangtua dan si Kecil sejak hari pertama lahir ke dunia. Mama pun menjadi lebih berdaya karena benar-benar memahami apa yang perlu dilakukan.

Kelas privat seperti yang diambil oleh pasangan ini juga memungkinkan mereka untuk berbagi tentang kondisi fisik pribadi, mulai dari bentuk puting hingga kekhawatiran tentang produksi ASI. Edukasi yang akurat dari pakar bakal jadi "benteng" buat Mama agar nggak gampang kemakan mitos-mitos negatif dari orang sekitar. Dengan persiapan matang ala Shenina dan Angga, Mama bisa fokus menjalani masa nifas dengan perasaan bahagia tanpa beban pikiran yang nggak perlu.

2. Belajar teknik pelekatan biar sesi mengASIhi terasa nyaman

Instagram.com/jamilatus.sadiyah

Dalam potret tersebut Shenina dan Angga terlihat menggendong boneka bayi. Nah, sebenarnya boneka tersebut merupakan alat penting untuk latihan menyusui, Ma. Salah satu drama terbesar ibu baru adalah puting lecet atau rasa nyeri luar biasa saat menyusui. Padahal, kalau teknik yang digunakan benar, menyusui seharusnya menjadi pengalaman yang menyenangkan bagi Mama. Nah, Itulah kenapa belajar posisi menyusui sejak masih hamil seperti yang dilakukan pasangan ini penting banget.

Berdasarkan informasi dari American Academy of Pediatrics (AAP), pelekatan yang tepat adalah kunci utama agar bayi merasa puas dan Mama merasa tenang. Jika pelekatan tidak tepat, si Kecil akan kesulitan mendapatkan ASI meskipun waktu menyusunya cukup panjang. Hal ini bisa bikin kenaikan berat badannya jadi kurang optimal, Ma. Jadi, dengan berlatih menggunakan boneka seperti yang dilakukan pasangan ini, Mama bisa melatih "memori otot" agar tangan tidak kaku ketika menggenggam bayi yang sesungguhnya nanti.

Bukan cuma satu posisi, di kelas ini biasanya bakal diajarkan berbagai macam gaya menyusui, mulai dari posisi duduk sampai tiduran yang nyaman. Hal ini sangat bermanfaat untuk Mama yang akan melahirkan melalui operasi caesar dan memerlukan posisi yang tidak memberi tekanan pada area jahitan. Mama juga akan dipandu cara mengatasi payudara yang bengkak secara mandiri, sehingga tidak perlu panik jika mengalami masalah tiba-tiba di tengah malam.

Para ahli laktasi umumnya juga kan memberikan saran tentang cara mencegah bayi mengalami "bingung puting" sejak dini, lho, Ma. Informasi teknis tersebut sering kali terlewatkan jika Mama hanya belajar dari internet tanpa bimbingan secara langsung. Dengan melakukan simulasi bersama tenaga profesional seperti yang diikuti oleh Shenina dan Angga, Mama, Papa, akan lebih siap dan mengalami lebih sedikit masalah ketika hari persalinan tiba.

3. Menjadikan Papa sebagai partner siaga yang bisa diandalkan

Instagram.com/jamilatus.sadiyah

Gemas banget ya, Ma, melihat Angga Yunanda yang serius belajar cara menggendong bayi. Nah, hal ini penting bagi juga diperhatikan sama Papa di luar sana. Kelas menyusui nggak hanya diperuntukkan bagi Mama, ya, tetapi juga bagi Papa agar bisa menjadi sistem dukungan yang utama. Dukungan suami memiliki dampak besar kepada keberhasilan menyusui eksklusif, Mama, lho. Jadi, kalau Papa sudah mengikuti kelas seperti Angga, Mama pasti akan merasa lebih dihargai dan didukung.

Sebuah penelitian yang dipublikasi dalam jurnal Pediatrics juga menunjukkan bahwa partisipasi aktif suami yang memahami laktasi dapat memperpanjang durasi menyusui hingga 25%. Nah, di kelas Papa akan mendapatkan pelatihan tentang cara membantu Mama menemukan posisi yang nyaman, menyiapkan bantal, hingga memberikan air minum saat Mama tengah menyusui. Meskipun terlihat sepele, bantuan kecil ini sangat berarti, ya, bagi Mama yang lagi kelelahan.

Nggak cuma itu, Papa juga bisa belajar teknik pijat oksitosin yang super ampuh buat melancarkan ASI. Pijatan lembut dari Papa di punggung Mama juga mampu memicu hormon kebahagiaan dan mengurangi stres. Ketika Mama merasa tenang dan dicintai, aliran ASI pun akan semakin lancar. Inilah alasan mengapa kerjasama pasangan menjadi kunci utama keberhasilan dalam menyusui.

Keterlibatan Papa dari awal juga bakal membangun kedekatan antara Papa dan calon bayi. Meskipun Papa nggak menyusui, Papa tetap bisa terlibat aktif dalam urusan ganti popok atau memandikan bayi. Kerjasama tim yang solid seperti yang ditunjukkan Angga dan Shenina ini bakal bikin masa-masa awal punya bayi jadi lebih terasa ringan dan penuh cinta buat Mama dan Papa.

4. Belajar mengatur manajemen ASI yang baik

Instagram.com/angga

Sebagai publik figur dan memiliki agenda padat, Shenina pasti perlu memikirkan manajemen laktasi saat dia kembali menjalani aktivitas, Ma. Jadi, alasan keempat mengapa Mama perlu mengikuti kelas ini adalah agar terampil dalam mengatur ASI perah (ASIP). Hal ini sangat krusial bagi Mama yang berencana untuk terus berkreasi atau kembali bekerja setelah cuti berakhir. Dengan begitu, nggak akan ada drama kehabisan cadangan ASI saat Mama harus keluar rumah.

Menurut rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), manajemen penyimpanan ASI adalah hal yang penting, Ma. Dalam kelas laktasi yang diikuti oleh Shenina dan Angga, biasanya diajarkan tentang durasi aman untuk menyimpan ASI di kulkas atau freezer agar nutrisinya tetap terjaga dengan baik. Mama akan menyadari bahwa ASI perah segar mempunyai “masa simpan” yang berbeda-beda tergantung pada suhu penyimpanan. Pengetahuan ini juga akan memberikan ketenangan bagi Mama saat harus meninggalkan si Kecil untuk sementara waktu.

Selain cara simpan, Mama dan Papa juga bakal belajar media pemberian ASIP yang aman. Sesuai saran Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, sebaiknya gunakan media seperti cup feeder atau pipet agar si Kecil nggak bingung puting. Kalau teknik pemberiannya benar, bayi bakal tetap mau menyusu langsung saat Mama pulang kerja. Jadi, perjalanan mengASIhi tetap bisa lanjut terus sampai 6 bulan atau bahkan lebih.

Mempersiapkan segala sesuatu sejak masa kehamilan, seperti yang dilakukan oleh pasangan Angga-Shenina, akan memberikan ketenangan mental yang sangat besar. Belajar saat kondisi masih santai jauh lebih efektif daripada harus belajar setelah bayi lahir ketika Mama berada dalam kondisi kurang tidur. Pengelolaan ASI yang baik juga akan memastikan si Kecil mendapatkan yang terbaik tanpa mengorbankan impian dan karier Mama.

5. Siap lahir batin dengan keterampilan perawatan bayi baru lahir

Instagram.com/angga

Nah, alasan terakhir yang nggak kalah penting adalah memahami cara merawat bayi yang baru lahir atau perawatan newborn, nih, Ma. Sangat wajar bagi pasangan yang baru bergelar orangtua merasa cemas, terutama saat harus memandikan bayi yang begitu kecil. Dalam kelas yang diikuti oleh Shenina dan Angga, biasanya mereka diajarkan teknik-teknik dasar yang aman dan sesuai dengan standar medis dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), jadi nggak cuma dengerin omongan orang tua zaman dulu saja, Ma.

Seperti halnya praktik yang mereka lakukan dengan boneka, Shenina dan Angga akan mempelajari cara menggendong yang benar agar tulang punggung si Kecil tetap terlindungi. Para ahli juga menekankan bahwa penanganan di minggu-minggu awal sangat krusial untuk perkembangan bayi. Dengan praktek secara langsung, Mama dan Papa tidak akan merasa canggung atau gemetar ketika harus memegang si buah hati untuk pertama kalinya.

Kelas ini nggak cuma membahas tentang memandikan, Ma, tetapi juga mencakup cara merawat tali pusat, menenangkan bayi yang rewel, hingga teknik membedong yang aman untuk pinggul bayi. Hal-hal praktis ini sangat berguna supaya Mama dan Papa nggak panik menghadapi situasi di rumah. Dengan belajar bareng, Mama dan Papa punya referensi yang sama, jadi nggak perlu ada debat lagi deh soal cara urus bayi.

Setelah menguasai keterampilan dasar ini sejak awal, peralihan menjadi orang tua akan terasa jauh lebih menyenangkan dan mengurangi stres. Mama dan Papa juga akan lebih percaya diri mengurus bayi tanpa selalu bergantung pada bantuan orang lain. Keseriusan Shenina Cinnamon dan Angga Yunanda dalam belajar juga menunjukkan bahwa untuk menjadi orang tua yang responsif memang membutuhkan persiapan, tetapi hasilnya sebanding dengan kebahagiaan si Kecil.

Belajar jadi orangtua seperti yang dilakukan Shenina dan Angga adalah langkah awal yang luar biasa demi masa depan si Kecil yang lebih sehat. Ingat ya Ma, perjalanan mengASIhi akan terasa jauh lebih ringan kalau Mama punya support system dan bekal ilmu yang kuat. Semangat terus buat Mama dan Papa yang sedang berjuang memberikan yang terbaik!

Kalau Mama dan Papa, lebih pilih ikut kelas privat seperti ini atau belajar lewat seminar bareng banyak orang nih?

Editorial Team