Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
For
You

Shenina Cinnamon Bolak-balik Dirawat di RS karena Hyperemesis Gravidarum

Shenina Cinnamon Bolak-balik Dirawat di RS karena Hyperemesis Gravidarum
Instagram.com/sheninacinnamon
Intinya Sih
  • Shenina Cinnamon mengalami hyperemesis gravidarum di awal kehamilan hingga harus bolak-balik UGD dan menjalani rawat inap karena mual serta muntah parah.
  • Memasuki trimester ketiga, kondisi Shenina berangsur membaik; ia mulai bisa makan, berjalan, dan kembali beraktivitas dengan dukungan penuh dari suaminya, Angga Yunanda.
  • Hyperemesis gravidarum adalah kondisi mual muntah ekstrem pada ibu hamil yang dapat menyebabkan dehidrasi dan kekurangan nutrisi, memerlukan penanganan medis seperti infus dan obat pereda mual.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Kehamilan pertama menjadi momen penuh harapan sekaligus tantangan bagi Shenina Cinnamon. Ia baru-baru ini membagikan pengalaman yang cukup berat di trimester awal, saat harus menghadapi kondisi hyperemesis gravidarum

Tak sekadar mual biasa, kondisi ini bahkan membuatnya harus bolak-balik ke rumah sakit. Lewat cerita yang ia bagikan, banyak publik jadi lebih sadar bahwa kehamilan tidak selalu berjalan mulus. 

Penasaran dengan ceritanya?

Berikut Popmama.com rangkum cerita Shenina Cinnamon bolak-balik dirawat di RS karena hyperemesis gravidarum.

1. Shenina Cinnamon ungkap bolak-balik dirawat di RS karena hyperemesis gravidarum

Instagram.com/sheninacinnamon
Instagram.com/sheninacinnamon

Di awal kehamilannya, Shenina Cinnamon mengaku sering bolak-balik rumah sakit, bahkan hingga harus menjalani rawat inap. Kondisi ini terjadi akibat mual dan muntah parah yang ia alami, yang merupakan gejala utama hyperemesis gravidarum.

Melalui unggahan di Instagram, Shenina memperlihatkan bagaimana hari-harinya dipenuhi momen keluar-masuk rumah sakit. Ia mengungkapkan bahwa selama beberapa bulan, dirinya harus berkali-kali opname karena kondisi tersebut. 

“Setelah beberapa bulan gallery aku isinya foto mual, muntah, pusing, dan keluar masuk RS sampai di opname beberapa kali karena hyperemesis gravidarum sekarang mau memasuki trimester 3 seneng banget udah mulai bisa jalan, makan makanan enak dan semoga bisa kembali beraktivitas normal!” tulis Shenina seperti yang dikutip Popmama.com pada Instagram pribadinya, Jumat (17/04/2026).

2. Kondisi kesehatan Shenina berangsur membaik menjelang trimester ketiga kehamilan

Instagram.com/sheninacinnamon
Instagram.com/sheninacinnamon

Kini, kondisi Shenina Cinnamon berangsur membaik menjelang trimester ketiga. Ia mulai bisa berjalan lebih leluasa, menikmati makanan, dan perlahan kembali menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih nyaman.

Di tengah masa pemulihan tersebut, Shenina tetap menyampaikan harapan terbaik untuk kehamilannya. Ia berdoa agar sang bayi selalu sehat dan dapat berkembang dengan baik hingga waktu persalinan tiba. Dukungan dari sang suami, Angga Yunanda, juga menjadi sumber kekuatan yang membantunya melewati fase sulit ini.

Namun, kondisi yang dialami Shenina bukan sekadar mual biasa saat hamil. Banyak ibu hamil mungkin mengalami hal serupa, tetapi belum menyadari bahwa gejala tersebut bisa mengarah pada kondisi medis yang lebih serius.

Lalu, sebenarnya apa itu hyperemesis gravidarum yang dialami Shenina?

3. Apa itu hyperemesis gravidarum?

Freepik
Freepik

Hyperemesis gravidarum adalah kondisi mual dan muntah berlebihan selama kehamilan yang jauh lebih parah dibandingkan morning sickness biasa.

Dilansir dari laman Cleveland Clinic, kondisi ini dapat menyebabkan penurunan berat badan lebih dari 5 persen, dehidrasi, hingga kekurangan nutrisi. Dalam beberapa kasus, ibu hamil bahkan tidak dapat melakukan aktivitas sehari-hari karena kondisi tubuh yang sangat lemah.

Secara medis, kondisi ini sering dikaitkan dengan peningkatan hormon kehamilan, terutama hCG, yang biasanya tinggi pada trimester pertama. Meski umum terjadi di awal kehamilan, gejalanya bisa berbeda pada setiap ibu hamil.

Apa saja gejalanya?

Gejala hyperemesis gravidarum umumnya meliputi mual dan muntah yang terjadi hampir sepanjang hari, sulit makan atau minum, tubuh terasa lemas, pusing, hingga tanda dehidrasi seperti mulut kering dan urin berwarna lebih pekat.

4. Penanganan hyperemesis gravidarum

Freepik
Freepik

Penanganan hyperemesis gravidarum akan tergantung dari keparahan gejalanya, Ma. Berikut beberapa tata laksana penanganan pada hyperemesis gravidarum:

  • Pemberian obat-obatan untuk meredakan mual
  • Pemberian cairan infus menyesuaikan kebutuhan
  • Penggunaan selang di hidung atau perut untuk mendapatkan nutrisi
  • Total Parenteral Intravenous Nutrition(TPN) atau pemberian nutrisi melalui infus yang melewati sistem pencernaan.

Kabar baiknya, kondisi ini umumnya akan membaik seiring bertambahnya usia kehamilan, terutama setelah trimester pertama. Namun, tetap diperlukan pemantauan dokter untuk memastikan kesehatan mama dan janin tetap terjaga.

Itu tadi cerita Shenina Cinnamon bolak-balik dirawat di RS karena hyperemesis gravidarum. Mari kita doakan semoga calon bayi Shenina dan Angga sehat hingga persalinan nanti, ya, Ma!

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Wahyuni Sahara
EditorWahyuni Sahara
Follow Us

Latest in Pregnancy

See More