Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Tips Ampuh Atasi Rasa Cemas Berlebihan Menjelang Hari Persalinan
Popmama.com/Erica Santoso/AI
  • Kecemasan atau tokofobia ringan pada trimester ketiga tergolong wajar, tetapi stres berkepanjangan dapat meningkatkan kortisol yang berdampak kurang baik bagi ibu dan janin.

  • Kelas persalinan, hypnobirthing, serta latihan pernapasan membantu memahami proses kelahiran, mengurangi ketakutan terhadap hal yang belum diketahui, dan menenangkan tubuh saat kontraksi.

  • Ibu hamil dianjurkan menyaring informasi negatif, membicarakan kekhawatiran dengan pasangan dan tenaga medis, serta rutin yoga, relaksasi, dan afirmasi positif.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Menjelang hari perkiraan lahir (HPL), perasaan campur aduk kerap menghampiri calon ibu. Rasa bahagia menyambut si Kecil sering kali dibayangi oleh ketakutan akan proses persalinan yang membayangkan rasa sakit atau komplikasi.

Perasaan cemas atau tokofobia ringan merupakan hal yang wajar dialami oleh ibu hamil pada trimester ketiga. Namun, jika dibiarkan berlarut-larut, stres dapat memicu lonjakan hormon kortisol yang berdampak kurang baik bagi kesehatan Mama dan janin.

Ingin tahu bagaimana cara mengelola emosi agar tetap tenang menghadapi persalinan? Berikut Popmama.com bagikan tips ampuh atasi rasa cemas berlebihan menjelang hari persalinan!

1. Ikuti kelas edukasi persalinan dan latihan pernapasan

Popmama.com/Erica Santoso/AI

Mengikuti kelas edukasi persalinan atau hypnobirthing membantu Mama memahami setiap tahapan proses melahirkan secara objektif. Pengetahuan yang memadai akan mengikis rasa takut terhadap hal-hal yang belum diketahui (fear of the unknown).

Mama juga akan diajarkan teknik pernapasan dalam yang efektif merangsang saraf parasimpatis untuk meredakan ketegangan otot tubuh.

Latihan pernapasan teratur akan membuat pikiran lebih fokus dan tenang saat kontraksi mulai terasa.

2. Batasi konsumsi informasi negatif dan cerita menakutkan

Popmama.com/Erica Santoso/AI

Mendengar pengalaman melahirkan yang traumatik dari orang lain atau membaca artikel horor di media sosial dapat memperburuk rasa cemas. Otak akan memproses cerita tersebut sebagai ancaman nyata yang memicu kepanikan.

Cobalah untuk menyaring informasi dan berani menolak secara halus saat ada yang ingin membagikan kisah persalinan yang menakutkan.

Fokuslah membaca kisah-kisah persalinan yang positif dan memberdayakan untuk membangun mental yang kuat.

3. Komunikasikan kekhawatiran dengan suami dan dokter kandungan

Popmama.com/Erica Santoso/AI

Memendam rasa takut sendirian hanya akan menambah beban emosional yang dirasakan. Bersikap terbuka mengenai ketakutan Mama kepada pasangan dan tim medis adalah langkah penting untuk mendapatkan dukungan yang tepat.

Diskusikan rencana persalinan (birth plan) bersama dokter atau bidan agar Mama merasa memiliki kendali atas proses yang akan dijalani.

Dukungan penuh dari suami akan memberikan rasa aman dan nyaman yang sangat dibutuhkan oleh ibu hamil.

4. Rutin melakukan aktivitas fisik ringan seperti yoga hamil

Popmama.com/Erica Santoso/AI

Melakukan olahraga ringan seperti yoga khusus ibu hamil (prenatal yoga) atau jalan santai terbukti merangsang pelepasan hormon endorfin. Hormon ini berfungsi sebagai pereda nyeri alami sekaligus peningkat suasana hati.

Gerakan yoga juga membantu mengoptimalkan posisi janin agar masuk ke dalam panggul dengan lebih lancar.

Tubuh yang bugar dan rileks akan siap menghadapi proses persalinan dengan stamina yang optimal.

5. Praktikkan relaksasi dan afirmasi positif setiap hari

Popmama.com/Erica Santoso/AI

Pikiran memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap respons fisik tubuh saat melahirkan. Mengulang kata-kata afirmasi positif setiap pagi membantu membangun rasa percaya diri pada kemampuan tubuh sendiri.

Ucapkan kalimat positif seperti "Tubuhku dirancang untuk melahirkan dengan tenang dan aman" secara konsisten saat bermeditasi.

Kombinasikan dengan musik relaksasi agar suasana hati menjadi lebih tenteram dan damai menjelang hari H.

Persalinan adalah momen ajaib yang mempertemukan Mama dengan buah hati tercinta setelah menanti selama sembilan bulan. Percayalah pada kekuatan tubuh Mama sendiri, tetap tenang, dan sambut kehadiran si Kecil dengan penuh kehangatan serta cinta!

Curated For You

Editorial Team

Related Article