Serba-serbi Bahaya Infeksi Saluran Kemih Pada Ibu Hamil

Ketahui gejala dan efeknya bagi janin, Ma

24 Oktober 2018

Serba-serbi Bahaya Infeksi Saluran Kemih Ibu Hamil
Freepik/Dragana_Gordic

Sering merasa nyeri dan ada rasa seperti sensasi terbakar saat buang air kecil? Bisa jadi ini adalah tanda dari infeksi saluran kemih, Ma.

Jangan anggap enteng, infeksi saluran kemih yang terjadi pada ibu hamil jika tidak segera diobati dengan tepat bisa memengaruhi kehamilan.

Oleh sebab itu, penting bagi Mama untuk mengenali seperti apa tanda-tanda awal dari penyakit ini.

Nah, berikut rangkuman informasinya untuk Mama:

1. Definisi infeksi saluran kemih

1. Definisi infeksi saluran kemih
Freepik

Infeksi saluran kemih atau sering disebut juga ISK terjadi ketika sistem saluran kemih Mama terinfeksi oleh bakteri. Infeksi ini bersifat umum dan banyak dialami oleh perempuan.

Infeksi saluran kemih yang memengaruhi kandung kemih disebut sistitis, sementara yang sampai memengaruhi ginjal disebut juga dengan pielonefritis.

Saat hamil, tubuh Mama menjadi lebih rentan terhadap infeksi saluran kemih. Salah satunya diakibatkan oleh adanya perubahan hormon.

Hormon progesteron memiliki efek melemaskan otot-otot tabung (ureter) yang menghubungkan ginjal ke kandung kemih. Kondisi ini kemudian memperlambat aliran urine dari ginjal ke kandung kemih.

Ketika rahim membesar seiring tumbuh kembangnya janin, hal ini turut menekan kandung kemih sehingga bakteri memiliki lebih banyak waktu untuk tumbuh sebelum akhirnya mati.

2. Efek bagi janin

2. Efek bagi janin
Pixabay/MedicalPrudens

Meski sering dianggap penyakit yang ringan, infeksi saluran kemih jika terjadi pada ibu hamil ada kemungkinan akan memengaruhi janin.

Beberapa risiko yang mungkin terjadi jika Mama mengalami infeksi saluran kemih saat hamil di antaranya preeklampsia, ketuban pecah dini, persalinan prematur dan berat badan bayi rendah saat lahir.

Salah satu efek negatif dari infeksi saluran kemih adalah dapat mengiritasi rahim. Akibatnya, Mama pun menjadi rentan mengalami persalinan prematur.

Apabila infeksi saluran kemih bawah atau sistitis tak kunjung ditangani, kondisinya bisa berkembang semakin parah menjadi pielonefritis.

Jika sudah demikian, kesehatan Mama dan janin bisa terancam. Pengobatan antibiotik dan perawatan lainnya akan sangat dibutuhkan, jadi jangan tunda untuk cek ke dokter ya, Ma.

Editors' Picks

3. Gejala awal yang perlu diwaspadai

3. Gejala awal perlu diwaspadai
Freepik

Infeksi saluran kemih bisa muncul tanpa gejala apapun. Maka dari itu, tes urine untuk ibu hamil sering dianggap penting oleh dokter sebagai bentuk perawatan antenatal.

Apabila hasil tes urine ditemukan positif ada bakteri di urine Mama, maka dokter akan memeriksa lebih lanjut dan mungkin akan memberikan antibiotik guna membersihkan infeksi, bahkan jika Mama tidak merasa punya gejala.

Pada hasil tes urine, akan ada istilah seperti leukosit (sel darah putih) dan nitrit (bukti bakteri), diikuti dengan tanda plus (+++) untuk menunjukkan keberadaan dan jumlah mereka.

Apabila leukosit dalam tubuh Mama jumlahnya banyak, itu berarti tubuh Mama sedang melawan infeksi. Sementara itu, banyaknya nitrit menunjukkan bahwa ada bakteri dalam urine.

Bakteri yang ada biasanya Escherichia coli (E. coli), yang mungkin muncul dari usus.

Gejala infeksi saluran kemih bawah atau sistitis yang banyak dikeluhkan di antaranya rasa nyeri saat buang air kecil, sering sulit menahan urine, nyeri di bagian bawah perut, ada darah di urine, serta tubuh terasa tidak bugar.

Jika muncul tanda-tanda seperti ini, segera cek ke dokter, Ma. Apabila infeksi telah menyebar ke ginjal, gejala yang mungkin Mama rasakan yakni demam tinggi, nyeri punggung, menggigil, mual serta muntah.

4. Cara mencegah infeksi saluran kemih

4. Cara mencegah infeksi saluran kemih
Freepik/Onlyyouqj

Ada beberapa cara yang bisa Mama lakukan untuk mengurangi risiko terjadinya infeksi saluran kemih. Salah satunya menghentikan kebiasaan menahan buang air kecil.

Selain itu, setelah buang air kecil bersihkan area organ intim dari arah depan ke belakang. Ini untuk mengurangi penyebaran bakteri.

Keringkan area organ intim sampai benar-benar kering sebelum menggunakan pakaian dalam. Area lembap merupakan salah satu pemicu datangnya bakteri.

Hindari kebiasaan memakai celana ketat dan berbahan tidak menyerap keringat. Tak lupa, minum banyak air putih.

5. Pengobatan infeksi bagi ibu hamil

5. Pengobatan infeksi bagi ibu hamil
Pixabay/Ulleo

Khusus untuk ibu hamil, pengobatan yang umumnya diberikan adalah resep antibiotik selama tujuh hari. Setelah itu, dokter akan kembali melakukan tes urine untuk menguji apakah infeksi sudah sembuh.

Jika hasilnya masih positif ada infeksi, pengobatan lebih lanjut akan dilakukan.

Pada kondisi pielonefritis, ada kemungkinan Mama harus mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit sampai benar-benar putih. Sebab pengobatan dengan antibiotik intravena mungkin diperlukan.

Yang terpenting, jangan ragu untuk berkonsultasi ke dokter saat menemui gejala-gejala yang disebutkan di atas ya, Ma.