Lebih Parah dari Morning Sickness, Apakah Hiperemesis Gravidarum?

Kenali kondisi kehamilan yang satu ini, Ma

7 Oktober 2018

Lebih Parah dari Morning Sickness, Apakah Hiperemesis Gravidarum
Instagram.com/kensingtonroyal

Salah satu permasalahan yang pernah dialami oleh Kate Middleton saat hamil adalah hiperememis gravidarum (HG).

Ia bahkan sempat dirawat di rumah sakit akibat diagnosis ini, Ma.

Mirip seperti mual dan muntah saat morning sickness, kondisi hiperemesis gravidarum pun sering disalahartikan.

Nah, seperti apa sebenarnya diagnosis hiperemesis gravidarum dan bagaimana cara tepat mengatasinya? Berikut rangkuman informasinya untuk Mama:

1. Definisi hiperemesis gravidarum

1. Definisi hiperemesis gravidarum
Freepik

Jika pada morning sickness biasanya Mama bisa muntah 1-2 kali setiap pagi, maka pada diagnosis hiperemesis gravidarum terparah frekuensi muntahnya bisa mencapai hingga 50 kali sehari.

Jika kondisinya sudah demikian, pakar kebidanan dan kandungan Dib Hatta menyebutkan ibu hamil membutuhkan perawatan khusus. Jika tidak, efeknya bisa jadi membahayakan bagi Mama.

Beberapa di antaranya yakni dehidrasi, masalah metabolisme dan penurunan berat badan yang drastis.

Meski tak secara langsung memengaruhi janin, efek dehidrasi dari hiperemesis gravidarum dapat memengaruhi tumbuh kembang janin.

Jumlah kasus hiperemesis gravidarum ini jarang terjadi. Kasus ini terjadi rata-rata pada 1 dari 100 ibu hamil.

2. Gejala hiperemesis gravidarum

2. Gejala hiperemesis gravidarum
Pixabay/MedicalPrudens

Tanda-tanda awal dari hiperemesis gravidarum biasanya mulai muncul pada usia kehamilan 4-8 minggu alias di trimester pertama.

Salah satu tanda khasnya adalah terus muntah sepanjang hari, disertai dengan mual yang tak kunjung henti dan menurunnya frekuensi buang air kecil.

Selain itu, seringkali ibu hamil dengan hiperemesis gravidarum juga mengeluhkan sakit kepala, tidak fokus dan sering pingsan.

Saat tekanan darah diukur, biasanya hasilnya juga akan terlihat rendah, Ma.

Kondisi ini umumnya akan terjadi dalam jangka waktu yang cukup lama, bahkan sampai berminggu-minggu.

Jika Mama sudah mengalaminya, jangan tunda lagi untuk memeriksakan diri ke dokter, ya.

Editors' Picks

3. Penyebab hiperemesis gravidarum

3. Penyebab hiperemesis gravidarum
Pixabay/3194556

Dikatakan bahwa ibu hamil akan lebih mungkin mengalami hiperemesis gravidarum jika sedang hamil janin kembar.

Penyebab mual dan muntah pada masa kehamilan sendiri disebabkan oleh tingginya produksi hormon human chorionic gonadotropin (HCG).

Hormon ini meningkat di trimester awal karena banyak dilepaskan oleh plasenta.

Meski belum diketahui secara pasti apa penyebab dari hiperemesis gravidarum, tapi ada beberapa faktor risiko yang diyakini bisa memicu gejala ini.

Beberapa di antaranya yakni kelebihan berat badan dan ada riwayat kehamilan dengan hiperemesis gravidarum sebelumnya.

Selain itu, faktor biologis dan psikis juga turut memengaruhi risiko Mama mengalami hiperemesis gravidarum. Jika ragu, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter.

4. Pengobatan ibu hamil dengan hiperemesis gravidarum

4. Pengobatan ibu hamil hiperemesis gravidarum
Pexels/Rawpixel.com

Salah satu cara awal untuk mengatasi hiperemesis gravidarum adalah cukup makan makanan kecil dan minum lebih banyak air putih.

Hindari membiarkan perut kosong dalam jangka waktu lama karena bisa memperparah rasa mual yang Mama rasakan.

Siapkan terus makanan dalam porsi kecil atau camilan untuk Mama konsumsi secara teratur setiap waktu. Misalnya bisa berupa biskuit, roti gandum, kacang atau buah.

Apabila kondisinya sudah semakin parah, Mama mungkin perlu mendapatkan perawatan di rumah sakit. Jika perlu, cairan intravena (IV) mungkin akan Mama butuhkan.

Setiap tahapan pengobatan yang diberikan akan bergantung pada seberapa parah hiperemesis gravidarum yang Mama sedang alami.

Cairan intravena akan dapat membantu mengembalikan status hidrasi, elektrolit, vitamin dan nutrisi Mama. Minum susu juga bisa jadi alternatif jika Mama benar-benar sudah tidak bisa makan makanan padat.

Yang pasti, hindari mengonsumsi obat mual tanpa resep dokter, ya. Kebiasaan seperti ini berisiko bisa mengganggu janin. Segera cek ke dokter jika Mama merasakan mual dan muntah yang tak biasa.

Untuk memastikan diagnosis hiperemesis gravidarum, biasanya dokter akan mengecek status hidrasi dan berat badan Mama. Jika perlu, akan dilakukan tes darah, urine dan ultrasonografi (USG).

5. Cara awal mengatasi mual dan muntah

5. Cara awal mengatasi mual muntah
Pexels/Tookapic

Pengobatan rumahan menjadi salah satu hal penting untuk mengatasi mual dan muntah di tahap awal. Dengan begitu, ada kemungkinan kondisi ini tidak menjadi semakin parah.

Beberapa hal yang bisa Mama lakukan di antaranya menyiapkan makanan dalam porsi kecil. Makanlah lebih sering, Ma. Ini supaya perut tidak kosong dalam waktu yang terlalu lama.

Hindari mengonsumsi makanan yang pedas, asam atau terlalu tinggi lemak. Hal ini bisa membuat mual justru jadi semakin terasa.

Setelah makan, hindari langsung berbaring atau tidur. Berikan kesempatan bagi makanan untuk ‘turun’ ke sistem pencernaan. Mama bisa duduk terlebih dahulu untuk beberapa waktu.

Nah, jika semua sudah dilakukan tapi mual dan muntah semakin hebat dan malah tidak hilang, lebih baik segera konsultasikan ke dokter ya, Ma.