Risiko dehidrasi dapat terjadi kepada orang yang berpuasa, termasuk ibu hamil. Manusia dalam 24 jam membutuhkan asupan cairan sebanyak dua liter.
Jika dikonversi dalam takaran gelas menjadi delapan gelas setiap hari. Mengutip pendapat dr. Amir Fahad, Sp.OG dari website Universitas Airlangga mengatakan, ibu hamil memiliki risiko lebih besar dehidrasi saat berpuasa.
"Kalau puasa bisa saja dehidrasi jadi saat berpuasa asupan cairan harus tetap terpenuhi. Dua liter tidak harus habis dalam sekali minum, bisa diatur saat berbuka, setelah tarawih, mau tidur, dan saat sahur," jelasnya.
Ada tanda-tanda dehidrasi yang harus diwaspadai oleh ibu hamil. Seperti rasa haus yang berlebihan dan produksi urine yang berkurang dengan ditandai perubahan warna menjadi lebih pekat.
"Kalau terjadi gejala seperti ini boleh puasa dibatalkan karena khawatir dehidrasi. Apalagi kalau ditambah gejala pusing berlebih dan pandangan berkunang seperti mau pingsan maka puasanya tidak boleh dipaksakan," ungkapnya.
Itulah tadi fakta apakah ibu hamil boleh puasa Ramadhan yang menyertakan pendapat dokter dan ahli. Ingat, ya, jangan memaksakan dan berkonsultasi dulu ke dokter!
Bagaimana kondisi janin saat ibu berpuasa? | selama kondisi tubuh ibu sehat dan dokter sudah memberikan izin untuk ibu berpuasa, keadaan janin akan tetap sehat saat ibu hamil melakukan puasa. |
Kapan ibu hamil harus berhenti puasa? | Segera batalkan puasa dan periksakan diri ke dokter jika Bumil mengalami kondisi berikut ini: Mual dan muntah. Gejala dehidrasi, seperti merasa sangat haus, lemas, lebih jarang buang air kecil, serta urine menjadi berwarna gelap dan beraroma tajam. |
Apakah puasa dapat menyebabkan keguguran pada kehamilan dini? | Beberapa penelitian menunjukkan adanya korelasi antara pembatasan kalori yang ketat dan peningkatan risiko keguguran dini. |