Berdasarkan penelitian National Institute of Child Health and Development, ibu hamil yang mengalami morning sickness memiliki risiko 50-75 persen lebih rendah untuk mengalami keguguran dibandingkan ibu hamil yang tidak pernah atau jarang mengalaminya.
Mual dan muntah selama kehamilan juga dapat membuat ibu hamil mengubah kebiasaan makannya. Perubahan tersebut dapat berdampak pada kehamilan yang lebih sehat.
Morning sickness juga dapat menjadi tanda bahwa plasenta berkembang dengan baik. Ketika plasenta sudah terbentuk sepenuhnya, organ tersebut mengambil alih peran produksi hormon untuk janin yang sedang berkembang. Kadar hormon dalam tubuh ibu kemudian menurun, dan kadar hormon yang lebih rendah ini dapat menyebabkan mual di pagi hari.
Meski begitu, bukan berarti ibu hamil yang tidak mengalami morning sickness sedang mengalami kehamilan yang tidak sehat. Setiap kehamilan merupakan pengalaman yang berbeda sehingga gejala yang dialami setiap ibu hamil juga tidak selalu sama.