Meski memiliki beberapa risiko, ibu hamil tetap boleh menikmati cilok dengan cara yang lebih aman. Mama bisa memilih penjual cilok yang terlihat bersih, baik dari segi tempat berjualan maupun proses pengolahannya.
“Silahkan dimakan, yang pertama harus bersih. Pilihlah penjual yang bersih atau tempat jualan juga bersih. Hindari kemungkinan cilok yang mengandung formalin ataupun boraks,” ungkap dr. Buha.
Hindari cilok yang dicurigai mengandung formalin atau boraks. Agar lebih aman, Mama juga disarankan membuat cilok sendiri di rumah. Gunakan bahan yang lebih bernutrisi seperti tepung tapioka yang dicampur dengan daging atau ayam untuk meningkatkan nilai gizinya.
Pastikan cilok dimasak hingga benar-benar matang dan saus kacang yang digunakan bersih serta segar. Dengan begitu, Mama tetap bisa menikmati cilok tanpa khawatir berlebihan.
“Yakinkan ciloknya benar-benar dimasak mateng. Ya kalau boleh, buat aja sendiri ciloknya pakai tepung tapioka, tambahin daging, tambahin ayam agar nilai gizinya lebih tinggi dibandingkan hanya tepung tapioka dan juga air saja yang nutrisinya sangat rendah,” sambungnya.
“Kemudian, saus kacangnya juga harus diperhatikan harus benar-benar bersih dan segar,” pungkasnya.
Nah, itu dia penjelasan mengenai bolehkah ibu hamil makan cilok berdasarkan penjelasan dokter. Semoga informasinya membantu.ya, Ma.