“Sambal matah terbuat dari bahan mentah, ada bawang merah, cabai dan irisan serai. Kemudian disiram pakai minyak panas. Apakah boleh? Boleh, tapi ada risiko dibaliknya,” jelas dr. Buha.
Bolehkah Ibu Hamil Makan Sambal Matah? Ini Kata Dokter!

- Bolehkah ibu hamil makan sambal matah? Dr. Buha, Sp.OG, menjelaskan bahwa sambal matah boleh dikonsumsi ibu hamil dengan syarat tertentu.
- Bahan harus dicuci benar-benar bersih untuk menghilangkan bakteri, parasit, dan residu pestisida yang berisiko menyebabkan gangguan pencernaan pada ibu hamil.
- Gunakan minyak yang benar-benar panas saat menyiramkan ke bahan sambal matah dan pastikan penyajian segar, tidak terlalu pedas, serta higienis untuk mencegah kontaminasi tambahan dari lingkungan sekitar.
Sambal matah jadi salah satu sambal yang menjadi favorit banyak orang Indonesia. Perpaduan bawang merah, cabai, serai, daun jeruk, dan minyak panas bikin rasanya segar, pedas, sekaligus wangi. Tapi saat sedang hamil, wajar kalau muncul pertanyaan: bolehkah ibu hamil makan sambal matah?
Rasa pedas sering dikaitkan dengan keluhan lambung, mual, atau gangguan pencernaan yang memang lebih sensitif selama kehamilan. Di sisi lain, ibu hamil juga kerap punya ngidam makanan bercita rasa kuat, termasuk sambal. Lalu, bagaimana sebenarnya pandangan medis soal konsumsi sambal matah saat hamil?
dr. Buha. Sp.OG., di akun TikTok-nya @dr.buha.spog mengenai hal ini.
Berikut Popmama.com rangkum informasi mengenai bolehkah ibu hamil makan sambal matah dan faktanya.
Bolehkah Ibu Hamil Makan Sambal Matah?

dr. Buha, Sp.OG, dalam videonya menjelaskan bahwa sambal matah boleh dikonsumsi ibu hamil. Namun, tetap ada syarat yang harus dipenuhi agar tetap aman dikonsumsi karena sambal matah tidak dalam keadaan matang untuk dikonsumsi.
Untuk itu, ibu hamil disarankan untuk melakukan pengolahan terlebih dahulu ke bahan-bahan sambal matah itu.
Cara Ibu Hamil Makan Sambal Matah yang Aman Menurut Dokter
1. Bahan harus dicuci benar-benar bersih

Sambal matah terdiri dari cabai, bawang merah, dan serai yang tidak dimasak langsung, sehingga kebersihan bahan mentah menjadi faktor paling krusial. Bahan yang kurang bersih bisa membawa bakteri, parasit, atau residu pestisida yang berisiko menyebabkan gangguan pencernaan pada ibu hamil.
“Cabai, bawang, dan serai harus benar-benar dicuci bersih untuk menghilangkan bakteri, parasit, dan mengurangi residu yang menempel,” jelas dr. Buha, Sp.OG.
Mencuci di bawah air mengalir dan menggosok permukaan bahan dapat membantu menurunkan risiko kontaminasi. Ini penting karena infeksi saluran cerna saat hamil bisa membuat tubuh lebih lemah dan memengaruhi kondisi ibu secara keseluruhan.
2. Gunakan minyak yang benar-benar panas

Ciri khas sambal matah adalah penyiraman minyak panas di akhir proses. Meski tidak membuat bahan matang sepenuhnya, langkah ini tetap punya peran penting dalam membantu menurunkan jumlah kuman di permukaan bahan mentah.
“Minyak yang disiramkan harus dalam kondisi benar-benar panas,” ujarnya.
Minyak yang kurang panas tidak efektif membantu mengurangi risiko mikroorganisme. Namun perlu diingat, proses ini tetap tidak sama dengan memasak hingga matang, sehingga faktor kebersihan bahan sebelumnya tetap menjadi hal utama.
3. Sajikan segar, tidak terlalu pedas, dan pastikan higienis

Sambal matah sebaiknya langsung dikonsumsi setelah dibuat dan tidak disimpan terlalu lama. Penyajian yang bersih serta alat masak yang higienis membantu mencegah kontaminasi tambahan dari lingkungan sekitar.
“Sambal harus disajikan dalam kondisi bersih dan segar, serta jangan terlalu pedas karena bisa memicu gangguan lambung pada ibu hamil,” kata dr. Buha, Sp.OG.
Rasa terlalu pedas dapat memperparah keluhan seperti mual, nyeri lambung, atau heartburn yang memang sering dialami selama kehamilan. Untuk pilihan paling aman, ibu hamil disarankan membuat sendiri di rumah atau membeli dari tempat yang benar-benar terpercaya kebersihannya.
Itulah tadi informasi mengenai bolehkah ibu hamil makan sambal matah dan faktanya. Semoga membantu Mama, agar tidak bingung lagi!


















