Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Bolehkah Ibu Hamil Minum Teh Hitam? Ketahui Batas Amannya
Freepik/azerbaijan_stockers
  • Ibu hamil boleh minum teh hitam secukupnya, dengan total asupan kafein dari seluruh makanan, minuman, dan obat maksimal 200 miligram per hari.

  • Secangkir teh hitam sekitar 8 ons mengandung 40–50 miligram kafein, tetapi kadarnya dapat berbeda menurut jenis teh, jumlah daun, serta cara penyeduhan.

  • Kafein berlebih berisiko memicu dehidrasi, peningkatan tekanan darah dan detak jantung, gangguan tidur, serta berat badan lahir rendah; tanin teh juga dapat menghambat penyerapan zat besi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Selama masa kehamilan, Mama mungkin menjadi lebih selektif dalam memilih makanan dan minuman yang dikonsumsi. Salah satu yang sering menimbulkan pertanyaan adalah teh hitam karena minuman ini mengandung kafein.

Kafein memang tidak harus sepenuhnya dihindari selama hamil. Namun, jumlah konsumsinya perlu diperhatikan agar tidak berlebihan. Lantas, apakah teh hitam termasuk minuman yang masih aman dikonsumsi selama kehamilan?

Berikut penjelasan mengenai keamanan minum teh hitam selama hamil telah Popmama.com rangkum, melansir The Bump. 

1. Ibu hamil boleh minum teh hitam selama tidak berlebihan

Unsplash/Lydia Norstad

Menurut American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), ibu hamil umumnya masih diperbolehkan mengonsumsi kafein dengan batas maksimal 200 miligram per hari. 

Batas ini perlu diperhatikan karena kafein tidak hanya berasal dari teh, tetapi juga bisa ditemukan dalam kopi, cokelat, minuman bersoda, hingga beberapa jenis obat. Secangkir teh hitam umumnya mengandung sekitar 40–50 miligram kafein. 

Jumlah tersebut lebih rendah dibandingkan secangkir kopi. Hal ini membuat teh hitam masih bisa menjadi pilihan minuman selama kehamilan, selama dikonsumsi dalam jumlah yang wajar.

2. Berapa banyak jumlah teh hitam yang aman dikonsumsi saat hamil?

Magnific/azerbaijan_stockers

Kandungan kafein dalam teh hitam dapat berbeda-beda, tergantung jenis teh, jumlah daun teh yang digunakan, serta cara dan lama penyeduhannya. Berdasarkan informasi dari Mayo Clinic, satu cangkir atau sekitar 8 ons teh hitam yang diseduh mengandung sekitar 48 miligram kafein.

Dengan batas maksimal 200 miligram kafein per hari selama kehamilan, secangkir teh hitam masih berada dalam jumlah yang relatif rendah. Namun, bukan berarti Mama bisa mengonsumsi teh hitam tanpa memperhatikan minuman berkafein lainnya.

Misalnya, jika Mama sudah mengonsumsi kopi pada pagi hari, kemudian minum teh hitam pada siang dan sore hari, jumlah kafein dari berbagai minuman tersebut perlu dihitung secara keseluruhan. 

Jadi, bukan hanya jumlah teh hitam yang perlu diperhatikan, melainkan total kafein dalam satu hari.

ACOG merekomendasikan agar konsumsi kafein selama kehamilan dibatasi hingga maksimal 200 miligram per hari. Mama juga bisa berkonsultasi dengan dokter kandungan apabila memiliki kondisi tertentu atau merasa lebih sensitif terhadap kafein.

3. Manfaat minum teh hitam bagi ibu hamil

Pixabay/Nicky Girly

Selain memberikan rasa nyaman ketika diminum hangat, teh hitam juga mengandung sejumlah senyawa yang dapat memberikan manfaat. Kandungan kafein dalam jumlah kecil dapat membantu meningkatkan energi, fokus, dan kemampuan berkonsentrasi.

Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa konsumsi dalam jumlah kecil dari teh hitam dan minuman berkafein lainnya akan berkaitan dengan penurunan risiko diabetes gestasional dan preeklampsia. 

Namun, hal ini bukan berarti teh hitam dapat digunakan untuk mencegah kedua kondisi tersebut. Andrei Rebarber, MD, clinical professor of obstetrics, gynecology and reproductive science di Mount Sinai, New York, turut menjelaskan mengenai potensi manfaat tersebut.

Selain kafein, teh hitam juga mengandung antioksidan seperti L-theanine. Senyawa ini diketahui memiliki potensi dalam membantu mengurangi stres dan rasa cemas.

Meski demikian, Mama tetap disarankan mengonsumsi teh hitam secukupnya dan tidak menjadikannya sebagai pengganti pola makan bergizi selama kehamilan.

4. Risiko mengonsumsi teh hitam

Freepik/dashu83

Walaupun teh hitam dalam jumlah sedang umumnya masih aman untuk ibu hamil, konsumsi kafein yang berlebihan tetap perlu dihindari. 

Melebihi batas 200 miligram kafein per hari dapat meningkatkan sejumlah risiko, terlebih jika Mama juga mendapatkan kafein dari sumber lain. Beberapa hal yang perlu diperhatikan jika mengonsumsi kafein secara berlebihan selama kehamilan antara lain:

  • Dehidrasi: Kafein memiliki efek diuretik yang dapat membuat seseorang lebih sering buang air kecil. Jika tidak diimbangi dengan asupan cairan yang cukup, kondisi ini berpotensi menyebabkan dehidrasi.

  • Peningkatan tekanan darah dan detak jantung: Kafein merupakan stimulan yang dapat meningkatkan tekanan darah dan detak jantung. Pada trimester ketiga, konsumsi kafein juga dapat memengaruhi detak jantung janin.

  • Risiko berat badan lahir rendah: Penelitian menunjukkan adanya hubungan antara konsumsi kafein yang lebih tinggi dan meningkatnya risiko bayi lahir dengan berat badan rendah.

  • Gangguan tidur: Terlalu banyak kafein dapat membuat Mama sulit tidur, gelisah, hingga merasa tidak nyaman atau berdebar.

Selain kandungan kafein, teh hitam juga mengandung tanin yang dapat mengikat zat besi, sehingga berpotensi menghambat penyerapan mineral tersebut. Untuk mengurangi efek ini, Mama dapat memberi jeda setidaknya sekitar satu jam antara minum teh dan mengonsumsi makanan kaya zat besi.

Jika Mama sedang mengonsumsi suplemen zat besi selama kehamilan, sebaiknya tanyakan kepada dokter mengenai waktu konsumsi yang tepat agar penyerapannya tetap optimal.

5. Apakah teh hitam lebih baik daripada kopi saat hamil?

Freepik/azerbaijan_stockers

Jika dilihat dari kandungan kafeinnya, teh hitam umumnya mengandung lebih sedikit kafein dibandingkan kopi. Hal ini membuat Mama memiliki ruang konsumsi kafein yang lebih besar ketika memilih teh hitam, selama total asupan kafein harian tetap berada dalam batas yang dianjurkan.

Meski begitu, bukan berarti teh hitam secara otomatis lebih sehat atau lebih aman daripada kopi untuk setiap ibu hamil. Jumlah kafein dalam setiap minuman dapat berbeda, sehingga Mama tetap perlu melihat jenis dan porsinya.

Jika Mama terbiasa minum kopi dan ingin mengurangi asupan kafein, menggantinya dengan teh hitam dapat menjadi salah satu pilihan. Namun, pastikan tetap menghitung seluruh asupan kafein dari makanan dan minuman lain sepanjang hari.

Demikian informasi mengenai bolehkah ibu hamil minum teh hitam. Pada akhirnya, ibu hamil boleh minum teh hitam dalam jumlah yang sudah ditentukan dan tidak berlebihan, ya, Ma.

Curated For You

Editorial Team

Related Article