- Kafein: Secangkir teh tarik kemasan umumnya mengandung sekitar 30–70 mg kafein. Selama kehamilan, penting untuk menjaga total konsumsi kafein di bawah 200 mg per hari.
- Gula: Terlalu banyak mengonsumsi gula dapat meningkatkan risiko diabetes gestasional sekaligus menyebabkan kenaikan berat badan berlebihan selama kehamilan. Itu sebabnya, perhatikan terlebih dahulu gula yang terdapat di dalam teh tarik kemasan.
- Bahan tambahan: Sebisa mungkin pilih teh tarik yang tidak mengandung terlalu banyak perisa buatan, pemanis buatan, maupun bahan pengawet. Hal ini terutama perlu diperhatikan pada produk teh susu kemasan atau berbentuk bubuk yang siap diseduh.
Bolehkah Ibu Hamil Minum Teh Tarik Kemasan? Ketahui Aturannya

Ibu hamil boleh minum teh tarik kemasan sesekali, tetapi tidak disarankan terlalu sering karena kandungan kafein, gula, dan lemaknya perlu dikontrol.
Kafein teh tarik kemasan berkisar sekitar 20–70 mg per cangkir; total asupan kafein selama hamil dianjurkan tetap di bawah 200 mg per hari.
Untuk lebih aman, batasi satu cangkir sehari, pilih varian rendah gula, gunakan susu rendah lemak atau nabati, hindari boba, dan periksa bahan tambahan.
Take a Deeper Reads

Teh tarik menjadi salah satu minuman yang cukup populer karena perpaduan rasa teh, susu, dan manisnya yang khas. Tidak sedikit ibu hamil yang mungkin menginginkan minuman ini, termasuk teh tarik dalam bentuk kemasan yang praktis untuk dibuat di rumah.
Lantas, bolehkah ibu hamil minum teh tarik kemasan? Sebelum mengonsumsinya, ada baiknya memperhatikan beberapa kandungan yang ada di dalamnya, mulai dari kafein, gula, hingga lemak.
Simak pembahasannya telah Popmama.com siapkan melansir dari berbagai sumber.
Table of Content
1. Bolehkah ibu hamil minum teh tarik kemasan?

Unsplash/Getty Images Ibu hamil diperbolehkan minum teh tarik kemasan ketika sedang menginginkannya. Namun, minuman ini sebaiknya hanya dikonsumsi sesekali dan tidak menjadi minuman yang dikonsumsi terlalu sering selama kehamilan.
Pasalnya, teh tarik mengandung sejumlah bahan yang apabila dikonsumsi secara berlebihan dapat kurang baik bagi kehamilan. Beberapa kandungan yang perlu diperhatikan antara lain kafein, gula, dan lemak.
Kafein pada teh tarik berasal dari teh yang digunakan sebagai bahan dasarnya. Jumlah kafein dapat berbeda-beda, tergantung jenis teh dan produk yang digunakan. Dalam satu gelas teh tarik berukuran sekitar 250 ml, kandungan kafeinnya dapat mencapai sekitar 30–50 mg.
Selama hamil, Mama dianjurkan untuk membatasi total asupan kafein hingga maksimal 200 mg per hari. Oleh karena itu, penting untuk memperhitungkan kafein dari teh tarik sekaligus minuman lain yang dikonsumsi dalam satu hari.
Selain kafein, teh tarik juga umumnya dibuat dengan tambahan gula pasir, susu evaporasi, dan krimer kental manis. Satu gelas teh tarik biasanya mengandung setidaknya 150–200 kalori, yang sebagian besar berasal dari gula dan lemak.
2. Hal yang perlu diperhatikan sebelum minum teh tarik kemasan

Unsplash/Thomas Vimare Mengutip dari laman Mega We Care, ada beberapa komponen lain dalam minuman teh tarik kemasan yang perlu diperhatikan oleh ibu hamil. Kandungan tersebut dapat berbeda-beda tergantung jenis dan cara pembuatan minuman.
Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan:
3. Teh tarik kemasan bisa dikonsumsi, tetapi perhatikan jumlah kafeinnya

Freepik/shurkin_son Mengetahui jumlah kafein dalam teh tarik kemasan dapat membantu Mama menentukan seberapa banyak minuman tersebut aman dikonsumsi selama kehamilan.
Untuk teh tarik kemasan, kandungan kafeinnya diperkirakan berada di kisaran 20–60 mg per cangkir. Jumlah tersebut dapat berbeda-beda tergantung merek dan formulasi masing-masing produk.
Ibu hamil sebaiknya membatasi total asupan kafein hingga kurang dari 200 mg per hari. Dengan batas tersebut, satu cangkir umumnya masih dapat dikonsumsi selama Mama tidak mendapatkan banyak asupan kafein dari sumber lain.
Jadi, apabila Mama ingin minum teh tarik kemasan setiap hari, satu cangkir masih memberikan ruang untuk mendapatkan sedikit kafein dari sumber lainnya.
Namun, tetap perhatikan konsumsi kopi, teh lainnya, minuman bersoda, maupun minuman berenergi karena semuanya dapat menambah jumlah kafein harian.
4. Cara agar minum teh tarik tetap lebih aman saat hamil

Pexels/ Taithong SISAYKEO Mama tetap bisa menikmati teh tarik selama kehamilan dengan melakukan beberapa penyesuaian sederhana. Cara ini dapat membantu mengurangi asupan gula, lemak, dan kafein tanpa harus sepenuhnya menghilangkan minuman yang sedang diinginkan.
Berikut beberapa cara yang bisa diterapkan:
- Batasi hingga satu cangkir per hari: Jumlah ini dapat membantu Mama tetap berada dalam batas konsumsi kafein yang dianjurkan, sekaligus masih memberikan ruang untuk mendapatkan kafein dalam jumlah kecil dari sumber lainnya.
- Pilih varian rendah gula atau tanpa gula: Jika memungkinkan, pilih produk dengan kandungan gula lebih rendah. Mama juga dapat mengurangi takaran gula saat membuat teh tarik sendiri.
- Gunakan susu rendah lemak atau susu nabati: Pilihan ini dapat membantu mengurangi asupan lemak jenuh, sekaligus tetap memberikan nutrisi seperti kalsium dan protein.
- Kurangi atau hindari boba: Boba umumnya hanya memberikan tambahan kalori dan karbohidrat sehingga sebaiknya tidak dikonsumsi terlalu banyak.
- Buat teh tarik sendiri: Membuat teh tarik di rumah memungkinkan Mama mengontrol bahan yang digunakan, mulai dari jenis teh, jumlah susu, hingga banyaknya pemanis.
Dengan begitu, Mama tetap dapat menikmati teh tarik selama hamil sambil lebih mudah mengontrol kandungan yang masuk ke dalam tubuh.
Demikian informasi mengenai bolehkah ibu hamil minum teh tarik kemasan. Semoga bisa menjadi edukasi bagi para ibu hamil.























