Selain Stres, Ini Penyebab Keguguran pada Ibu Hamil

Baca ini Ma, agar bisa mengetahui faktor-faktor pemicu keguguran

9 Januari 2020

Selain Stres, Ini Penyebab Keguguran Ibu Hamil
Unsplash/Xavier Sotomayor

Gimana nih Ma selama menjalani masa kehamilan? Ada kendala?

Untuk Mama yang baru pertama kali menjalani masa kehamilan punya ketakutan tentang keguguran. Keguguran menjadi salah satu hal yang paling ditakutkan.

Sebenarnya ada banyak faktor yang memicu keguguran. Untuk Mama yang penasaran, berikut beberapa faktor-faktor penyebab keguguran yang harus diketahui.

1. Tingkat stres

1. Tingkat stres
Freepik/Dragana_Gordic

Mengalami stres tenyata banyak dampak negatifnya ya, termasuk bisa menyebabkan keguguran. Stres yang dialami saat masa kehamilan bisa menyebabkan ketidakseimbangan homonal yang membuat kondisi janin melemah.  

Terkadang stres bisa diakibatkan oleh kelelahan karena beragam aktivitas yang dapat mengganggu kesehatan janin. Adapula yang stres akibat rutinitas pekerjaan. Kalau Mama terlalu kelelahan dan stres bisa membuat kondisi pembuluh darah akan mengecil.

Oksigen dan darah yang disuplai pun terganggu, sehingga menyebabkan imunitas tubuh menurun. Hal seperti ini bisa membuat masuknya virus yang berbahaya bagi kehamilan.

Tingkat stres saat hamil bisa diturunkan dengan beberapa cara, antara lain:

  • Istirahat yang cukup minimal 8 jam dalam sehari
  • Tidak memikirkan sesuatu secara berlebihan
  • Membiasakan diri untuk belajar mengelola stres
  • Bercerita jika ada masalah dengan orang terdekat, agar tidak stres karena menyimpannya sendiri

2. Lingkungan yang tercemar

2. Lingkungan tercemar
Freepik/bedneyimages

Lingkungan juga menjadi salah satu faktor keguguran nih, Ma. Apalagi untuk lingkungan yang sama sekali tidak mendukung selama proses kehamilan.

Lingkungan terkadang memang tidak bisa dikendalikan, pasti ada saja situasi yang kurang mendukung. Saat sedang mengandung, ada baiknya Mama mencoba untuk menjauhkan diri dari polusi, termasuk asap rokok. Dengan begitu kondisi janin dalam kandungan tetap bisa Mama jaga.

Ketahui juga nih ada beberapa faktor lain yang bisa menyebabkan risiko keguguran seperti racun dan bahan kimia. Mulai dari formaldehid, benzena, etilen oksida dan radiasi gas anestesi dianggap berbahaya.

3. Gaya hidup tidak sehat

3. Gaya hidup tidak sehat
Unsplash/Ryan Whitlow

Saat hamil gaya hidup Mama harus diperhatikan ya. Bedakan gaya hidup yang bisa dijalani ketika sedang tidak hamil dan hamil.

Untuk yang biasanya perokok aktif, ada baiknya untuk kesehatan janin diusahakan untuk tidak merokok.

Penyebab keguguran akibat gaya hidup biasanya yang paling sering akibat rokok. Merokok saat masa kehamilan memang tidak dianjurkan ya.

Hal ini dikarenakan pembuluh darah bisa mengalami kerusakan. Selain itu janin tidak bisa berkembang dengan baik karena kurang mendapatkan makanan dan oksigen cukup. Inilah yang membuat asupan nutrisi untuk janin di dalam kandungan jadi terganggu.

Gaya hidup tidak sehat lainnya yang harus Mama hindari, seperti mengonsumsi minuman beralkohol, asupan kafein yang berlebihan, menggunakan obat-obat terlarang selama masa kehamilan. Sebenarnya gaya hidup seperti inilah yang dapat meningkatkan risiko keguguran.

Editors' Picks

4. Faktor usia

4. Faktor usia
Unsplash/Ben White

Frekuensi terjadinya keguguran meningkat pada ibu hamil dengan usia yang lebih tua. Faktor pendukung yang memengaruhi tingkat keguguran karena usia pun sangat beragam. Di usia yang tua, kondisi fisik akan semakin menurun seiring berjalannya waktu.

Kelainan kromosom di usia yang sudah tidak lagi muda bisa saja terjadi ketika kehamilan, sehingga memungkinkan untuk mengalami keguguran. Wah, ternyata tidak main-main ya Ma kalau sudah masalah usia.

5. Adanya infeksi

5. Ada infeksi
Freepik/pressfoto

Faktor lain keguguran yaitu adanya infeksi yang menyerang alat reproduksi Mama, sehingga mengganggu kesehatan janin dan bisa menyebabkan keguguran.

Perlu mama ketahui nih kalau infeksi yang bisa meningkatkan risiko terjadinya keguguran adalah rubella dan toksoplasma. Ada baiknya Mama bisa memeriksakan kesehatan secara rutin selama masa kehamilan, sehingga memungkinkan terhindarnya risiko infeksi atau faktor-faktor lain.

6. Kelainan pada genetik

6. Kelainan genetik
Freepik/bearfotos

Masalah kelainan genetik bisa berisiko lebih tinggi untuk keguguran pada masa kehamilan.

Masalah genetik atau riwayat cacat dari seharusnya tidak bisa disepelekan nih, Ma. Tidak hanya Mama saja nih yang menjadi faktor penyebabnya, melainkan juga pasangan atau anggota keluarga lain yang memiliki kelainan genetik.

7. Memiliki riwayat keguguran sebelumnya

7. Memiliki riwayat keguguran sebelumnya
Pixabay/amayaeguizabal

Mama yang dulu pernah mengalami keguguran akan memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengalami keguguran kembali pada kehamilan berikutnya.

Apalagi kalau sudah dua kali atau lebih memiliki riwayat yang kurang menyenangkan ini. Jadi harus lebih berhati-hati ya, Ma.

Faktor-faktor di atas bisa menjadi pemicu tingginya tingkat keguguran nih, Ma. Kalau ada faktor yang bisa Mama cegah agar masa kehamilan tetap terjaga, kenapa tidak?

Yuk Ma, lebih peduli dengan kesehatan si Kecil yang masih ada di dalam perut!

Baca juga:

Topic:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!