Ciri-Ciri Kandungan Lemah yang Mudah Dikenali

Waspadai ciri-ciri kandungan lemah yang bisa menyebabkan keguguran

12 Juni 2024

Ciri-Ciri Kandungan Lemah Mudah Dikenali
Pexels/Ksenia Chernaya

Kehamilan merupakan hal yang paling ditunggu-tunggu oleh banyak pasangan suami istri. Tentunya setiap keluarga menginginkan Mama dan bayi yang dikandung sehat selalu dan segala proses lancar sampai persalinan.

Meski sudah berusaha sekuat tenaga untuk menjaga kesehatan selama kehamilan, namun mungkin saja hal-hal yang tidak diinginkan terjadi. Salah satu masalah yang mungkin terjadi ada selama kehamilan adalah kandungan lemah.

Di bawah ini Popmama.com telah rangkum informasi tentang ciri-ciri kandungan lemah yang mudah dikenali. Yuk, disimak, Ma!

Apa Itu Kandungan Lemah?

Apa Itu Kandungan Lemah
Pexels/MART PRODUCTION

Dalam istilah medis, kandungan lemah adalah adanya gangguan pada leher rahim (serviks) yang disebut inkompetensi serviks. Masalah ini biasa dialami ibu hamil saat kandungannya memasuki bulan ke-4.

Inkompetensi serviks ditandai dengan leher rahim melemah, memendek, atau membuka terlalu dini pada kehamilan. Hal ini dapat menyebabkan kelahiran prematur dan keguguran.

Ujung bawah rahim adalah tempat serviks berada. Ini memberikan akses ke vagina. Serviks tertutup dan kencang sebelum kehamilan dan akan melunak, memendek (menghilang), dan terbuka (melebar) normalnya terjadi saat mendekati kelahiran.

Dalam inkompetensi serviks, serviks ibu hamil melunak, terbuka atau memendek sebelum janin cukup umur untuk dilahirkan. Hal ini membuat janin berisiko lahir terlalu cepat sebelum organnya berkembang sempurna.

Ciri-Ciri Kandungan Lemah

Ciri-Ciri Kandungan Lemah
Pexels.com/cottonbro studio

1. Perubahan pada keputihan

Baik ibu hamil ataupun yang tidak hamil sering mengalami keputihan. Keputihan umumnya normal. Meski begitu, sebaiknya perhatikan keputihan yang terjadi pada mama, terutama jika melihat ada perubahan yang siginfikan pada keputihan mama. Serviks yang tidak berfungsi dengan baik dapat diindikasikan dengan perubahan pada keputihan.

Awasi tanda-tandanya seperti peningkatan jumlah, perubahan warna, atau tekstur yang aneh. Beberapa ibu hamil melaporkan bahwa keputihan yang terasa hangat dari vagina mereka sebagai gejala kandungan yang lemah.

2. Bercak atau perdarahan

Mama harus lebih waspada jika mengalami perdarahan saat hamil karena kondisi ini tidak normal. Perdarahan dapat terjadi karena berbagai hal dan kasus yang berbeda.

Bercak ringan bisa menjadi tanda kandungan yang lemah. Perdarahan dalam jumlah kecil memang biasanya bukan apa-apa atau sesuatu yang serius, namun tetap selalu konsultasikan dengan dokter jika mengalami pendarahan selama kehamilan.

3. Peningkatan tekanan panggul

Ciri-ciri kandungan lemah selanjutnya adalah peningkatan tekanan panggul. Kondisi ini umumnya terjadi antara 14 dan 20 minggu kehamilan. Namun, tidak menutup kemungkinan bisa terjadi kapan saja.

Keadaan panggul seakan-akan memiliki sensasi seperti tertekan sehingga membuat ibu hamil kesulitan ketika ingin berdiri jika terlalu lama duduk. Usahakan untuk menaruh bantal yang empuk dan lembut jika dirasa ingin duduk lebih lama.

4. Kram rahim atau kontraksi ringan

Kram perut adalah istilah luas yang mencakup berbagai masalah. Namun, terdapat gejala tertentu, seperti kram rahim atau kontraksi ringan yang bisa menjadi salah satu indikasi inkompetensi serviks atau kandungan lemah. 

Jika Mama mengalami ciri-ciri tersebut, Mama bisa membaringkan tubuh atau mengambil posisi tidur untuk meredakan rasa kram yang terjadi. Selain itu, jangan ragu menghubungi dokter atau profesional medis untuk ditangani lebih lanjut.

5. Nyeri atau sakit punggung

Nyeri punggung ini dapat terjadi secara tiba-tiba saat semula keadaan punggung tidak merasakan sakit sama sekali. Sakit atau nyeri punggung sebenarnya umum ditemui atau dialami oleh ibu selama masa kehamilan. Namun masalah ini jarang terjadi pada tahap-tahap awal kehamilan.

Nyeri punggung seperti itu bisa menjadi gejala inkompetensi serviks atau tanda kandungan ibu yang lemah. Cara sederhana yang bisa Mama coba adalah memanfatkan bantal sebagai sandaran untuk mencegah otot-otot punggung menjadi kaku.

Pencegahan Kandungan Lemah

Pencegahan Kandungan Lemah
Pexels.com/Trần Long

Tidak ada cara yang bisa dilakukan untuk mencegah kandungan lemah atau inkompetensi serviks.

Namun, Mama dapat mengambil langkah-langkah ini untuk menjaga kehamilan yang sehat. Langkah-langkah ini meliputi:

  • Makan makanan yang sehat dan seimbang.
  • Menjaga berat badan yang sehat selama kehamilan.
  • Menghindari konsumsi zat-zat berbahaya seperti alkohol dan narkoba.
  • Mengonsumsi vitamin prenatal.
  • Tanyakan dokter sebelum mengambil suplemen atau obat apa pun.

Demikian informasi tentang ciri-ciri kandungan lemah dan pencegahannya. Jangan lupa untuk melakukan pemeriksaan kehamilan secara rutin demi memantau kondisi kesehatan mama dan bayi dalam kandungan.

Baca juga:

The Latest