Hindari Berhubungan Seks saat Hamil jika Mengalami 5 Kondisi Ini!

Berhubungan intim saat hamil aman dilakukan bila tidak mengalami kondisi ini, Ma

26 November 2021

Hindari Berhubungan Seks saat Hamil jika Mengalami 5 Kondisi Ini
Freepik/freepik

Berhubungan intim saat hamil pada umumnya aman untuk dilakukan selama kondisi kehamilan sehat. Ini dapat tetap dilakukan untuk menjaga keharmonisan dengan suami.

Mama juga tidak perlu takut hubungan intim dapat membahayakan janin. Ini disebabkan karena ada banyak proteksi alami dalam tubuh mama, seperti cairan ketuban, otot-otot dalam rahim yang kuat, dan lendir tebal yang menutupi leher rahim. Ini semua membantu melindungi janin dari bahaya infeksi.

Meski aman, berhubungan intim saat hamil sebaiknya tidak dilakukan jika Mama mengalami kondisi tertentu.

Alih-alih menjaga keharmonisan, aktivitas ini justru dapat membahayakan janin dan Mama.

Ketahui kondisi ibu hamil yang dilarang melakukan hubungan intim pada ulasan Popmama.com berikut ini.

1. Mengalami perdarahan vagina

1. Mengalami perdarahan vagina
Pexels/Polina Kovaleva

Perdarahan selama kehamilan, terutama di trimester pertama, biasanya umum terjadi pada sebagian ibu hamil.

Kondisi ini menandakan terjadinya implantasi. Menempelnya embrio (bakal janin) ke dinding rahim juga dapat menyebabkan perdarahan vagina.

Tapi bila perdarahan tidak berhenti atau disertai nyeri berat pada rahim, kondisi ini harus diwaspadai, Ma. Mama juga harus memeriksakan diri ke dokter untuk mengetahui penyebabnya.

Jika membahayakan, dokter mungkin akan menganjurkan agar Mama tidak melakukan hubungan seksual dulu. Karena ini dapat meningkatkan risiko keguguran.

Editors' Picks

2. Berisiko tinggi mengalami keguguran

2. Berisiko tinggi mengalami keguguran
Freepik/senivpetro

Penyebab terjadinya keguguran bisa bermacam-macam, yaitu kelainan genetik pada janin, infeksi selama kehamilan, efek samping obat-obatan, masalah pada rahim, atau penyakit tertentu, seperti diabetes.

Keguguran juga bisa terjadi kembali pada kehamilan berikutnya jika Mama pernah mengalami kondisi-kondisi di atas.

Bila Mama memiliki kondisi yang berisiko bagi kehamilan, dokter mungkin akan menganjurkan untuk tidak melakukan hubungan seksual selama kehamilan. Ini dilakukan agar Mama dan janin berada dalam kondisi aman.

3. Pernah melahirkan prematur

3. Pernah melahirkan prematur
Freepik/valuavitaly

Persalinan prematur dapat disebabkan oleh beberapa hal. Seperti infeksi, kelainan genetik pada janin, gangguan rahim atau leher rahim, gangguan tumbuh kembang janin, kekurangan nutrisi, hingga stres berat.

Mama berisiko mengalami persalinan prematur kembali jika memiliki riwayat yang sama sebelumnya.

Bila ya, untuk mengurangi risiko tersebut, dokter akan menganjurkan Mama untuk tidak melakukan hubungan seksual selama kehamilan.

4. Memiliki masalah plasenta

4. Memiliki masalah plasenta
Freepik/freeograph

Bila Mama memiliki masalah pada plasenta, seperti plasenta previa dan solusio plasenta, umumnya dilarang atau dianjurkan untuk membatasi hubungan intim.

Orgasme dapat merangsang kontraksi rahim, sehingga berisiko menyebabkan perdarahan vagina saat hamil.

Ketika hal ini terjadi, kondisi ibu hamil dan janin bisa bermasalah. Karena itu, aktivitas ini sebaiknya dibatasi atau tidak dilakukan sama sekali demi keamanan Mama dan janin.

5. Memiliki gangguan serviks

5. Memiliki gangguan serviks
Pexels/MART PRODUCTION

Berhubungan seksual ketika memiliki masalah serviks atau leher rahim dapat membahayakan kehamilan sewaktu-waktu.

Misalnya leher rahim lemah atau pendek. Ini dilakukan untuk mencegah terjadinya keguguran atau persalinan prematur.

Berhubungan seksual saat hamil bukanlah hal yang harus dihindari, asalkan Mama dan janin dalam kondisi sehat.

Tapi jika Mama mengalami salah satu dari kelima kondisi di atas, hindari melakukan hubungan intim sampai si Kecil lahir, ya. Kerena kesehatan dan keselamatan Mama serta janin adalah yang paling utama.

Nah, itu 5 kondisi ibu hamil yang sebaiknya menghindari aktivitas hubungan seks. Semoga informasi ini dapat menambah wawasan, Ma!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.