Ilustrasi pemerintah (freepik.com/wirestock)
Meski anak adalah masa depan bangsa, pemerintah memahami keresahan perempuan yang memilih childfree. Wihaji menegaskan bahwa childfree bukanlah pilihan ideal untuk Indonesia.
BKKBN hadir menjawab tantangan melalui program Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya). Program ini memberikan fasilitas penitipan anak yang aman dan terjangkau khusus untuk Mama yang bekerja, supaya mereka tetap bisa menjalani karier tanpa harus meninggalkan anak.
Program Tamasya juga melibatkan kerja sama lintas kementerian, termasuk Kementerian Lingkungan Hidup. Pemerintah mewajibkan perusahaan, terutama sektor lingkungan dan pabrik yang banyak mempekerjakan perempuan, untuk menyediakan fasilitas penitipan anak sebagai syarat perizinan.
Dengan begitu, para Mama dapat lebih nyaman bekerja sementara anak-anak tetap mendapatkan pola asuh dan pendidikan yang layak. Ini solusi konkret yang diharapkan bisa mengurangi alasan perempuan memilih childfree karena keterbatasan dukungan.
Jadi fenomena 71 ribu perempuan Indonesia yang memilih hidup childfree menunjukkan adanya perubahan pola pikir dan nilai hidup di masyarakat kita. Alasannya juga beragam, mulai dari pertimbangan ekonomi, tuntutan karier, hingga pandangan baru soal kebahagiaan yang tidak selalu harus berpusat pada memiliki anak.
Meski begitu, pemerintah terus berupaya memberikan dukungan nyata lewat program Tamasya agar para Mama yang ingin berkarier tetap merasa lega soal pengasuhan anak. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Ma.