Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Apa yang Terjadi Jika Endometriosis Tumbuh Lebih Dalam?
magnific.com
  • Deep Infiltrating Endometriosis (DIE) adalah bentuk berat endometriosis ketika jaringan menembus lebih dari 5 milimeter ke bawah peritoneum, sehingga nyeri dan dampaknya dapat lebih serius.

  • Lesi DIE dapat mengenai ligamen panggul, septum rektovaginal, usus, rektum, kandung kemih, hingga ureter.

  • DIE dapat memicu adhesi dan perubahan posisi organ panggul, serta memengaruhi evaluasi kesuburan. Penanganan, termasuk operasi atau IVF, perlu disesuaikan dengan kondisi tiap pasien.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Masalah kesehatan reproduksi perempuan seperti endometriosis sering menjadi hal yang menakutkan bagi Mama. Tapi ternyata itu bukan satu-satunya, ada kondisi khusus yang dikenal juga dengan sebutan Deep Infiltrating Endometriosis (DIE).

DIE merupakan bentuk berat dari endometriosis yakni jaringan mirip lapisan rahim tidak hanya tumbuh di permukaan organ, tetapi menembus lebih dalam ke jaringan tubuh. 

Kondisi ini jauh lebih membahayakan karena dapat memengaruhi lokasi organ yang diserang, memicu rasa sakit, hingga mengubah struktur organ di dalam rongga panggul. Nah, berikut Popmama.com telah rangkumnya dari media sosial @endometriosis.indonesia untuk Mama simak!

1. Mengapa disebut deep?

Popmama.com/Reisya Adelia/AI

Kondisi ini disebut "deep" karena jaringan endometriosis tidak sekadar menempel atau berada di permukaan lapisan peritoneum. Sebaliknya, jaringan tersebut tumbuh menembus ke dalam jaringan subperitoneal hingga lebih dari 5 milimeter.

Istilah "deep" bukan hanya sekadar penanda jarak, melainkan dengan adanya kedalaman infiltrasi akan berhubungan langsung dengan berbagai struktur panggul penting yang ikut terdampak di bawahnya.

Semakin dalam jaringan tersebut menembus, semakin berat pula dampak serta gejala nyeri yang dirasakan.

2. DIE bisa menyerang bagian tubuh lainnya

Popmama.com/Reisya Adelia/AI

Lokasi timbulnya lesi DIE membantu menjelaskan mengapa gejala yang dirasakan bisa berbeda-beda, kondisi ini dapat menyerang beberapa struktur penting di sekitar rongga panggul.

Bagian tubuh yang sering diserang meliputi ligamen uterosakral, septum rektovaginal, serta organ saluran cerna seperti usus dan rektum. 

DIE juga dapat menginfiltrasi organ kandung kemih dan saluran ureter, penyebaran lesi ini bisa menjangkau area panggul lainnya yang berdampak pada fungsi organ sehari-hari.

3. Hal yang terjadi ketika peta panggul berubah

Popmama.com/Reisya Adelia/AI

Ketika tumbuh semakin dalam, DIE dapat menyebabkan perubahan anatomi dan struktur panggul. Hal ini dapat memicu timbulnya adhesi, yaitu terbentuknya jaringan parut yang membuat organ-organ panggul saling melekat satu sama lain.

Selain adhesi, perubahan ini menyebabkan distorsi anatomi yakni posisi organ panggul dapat berubah, tertarik dari posisi aslinya, hingga terfiksasi. 

Perubahan anatomi panggul sering menjadi penyebab utama rasa sakit luar biasa dan gangguan fungsi organ.

4. Hubungannya dengan program hamil

Popmama.com/Reisya Adelia/AI

DIE menjadi salah satu faktor penting yang perlu dipertimbangkan secara matang dalam evaluasi kesuburan dan program hamil, kondisi ini akan berpengaruh pada aspek usia hingga menghitung berapa banyak waktu yang tersedia dalam menjalani promil.

Kondisi ini akan memengaruhi cadangan ovarium, seperti tingkat hormon AMH dan fungsi ovarium secara keseluruhan. Maka, pemeriksaan juga mencakup evaluasi faktor infertilitas lain yang mungkin ikut berperan memengaruhi peluang kehamilan Mama.

5. Pengobatan apa yang harus dilakukan lebih dulu?

Popmama.com/Reisya Adelia/AI

Mama mungkin mempertanyakan apakah operasi harus selalu menjadi langkah utama sebelum memulai promil atau program bayi tabung (IVF). Jawabannya ialah tidak ada satu solusi tunggal yang berlaku untuk semua orang.

Keputusan terapi harus mempertimbangkan lokasi DIE, tingkat keparahan nyeri, usia pasien, serta jumlah cadangan ovarium. Selain itu, riwayat promil sebelumnya dan faktor infertilitas lainnya juga menjadi bahan pertimbangan utama.

Sekarang Mama sudah pahamkan terkait Deep Infiltrating Endometriosis yang berbeda dengan endometriosis biasa, semoga informasi ini dapat membantu ya!

Curated For You

Editorial Team

Related Article