Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Gejala Kanker Serviks Stadium Awal (1).jpg
Freepik.com/Freepik

Intinya sih...

  • Kanker serviks adalah kanker yang berkembang di leher rahim (serviks)

  • Kanker serviks bisa disembuhkan, terutama pada stadium awal dengan tingkat kesintasan 5 tahun mencapai 90-95%.

  • Faktor yang mempengaruhi peluang kesembuhan termasuk stadium kanker saat diagnosis, jenis sel kanker, usia pasien, respons tubuh terhadap pengobatan, dan kepatuhan menjalani terapi.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Mendengar kata kanker serviks tentu menimbulkan kekhawatiran, terutama jika terjadi pada orang terdekat atau bahkan diri sendiri. 

Salah satu pertanyaan yang paling sering muncul yaitu apakah kanker serviks bisa sembuh? Pertanyaan ini wajar, karena kanker serviks masih menjadi salah satu penyebab kematian akibat kanker tertinggi pada perempuan, termasuk di Indonesia.

Kabar baiknya, kanker serviks bisa disembuhkan, terutama jika terdeteksi dan ditangani sejak dini. 

Namun, peluang kesembuhan sangat bergantung pada stadium penyakit, kondisi kesehatan pasien, serta ketepatan dan konsistensi pengobatan. 

Berikut ini Popmama.com bagikan informasi mengenai apakah kanker serviks bisa sembuh. 

1. Mengenal kanker serviks

Freepik.com/Freepik

Kanker serviks adalah kanker yang berkembang di leher rahim (serviks), bagian yang menghubungkan rahim dan vagina. 

Penyebab utama kanker serviks adalah infeksi Human Papillomavirus (HPV), terutama tipe risiko tinggi seperti HPV 16 dan 18.

Menurut World Health Organization (WHO), sebagian besar kasus kanker serviks sebenarnya dapat dicegah dan diobati bila terdeteksi sejak awal melalui skrining rutin seperti Pap smear dan tes HPV.

2. Apakah kanker serviks bisa sembuh?

Freepik.com/Pressfoto

Jawabannya adalah ya kanker serviks bisa sembuh, terutama pada stadium awal. Tingkat kesembuhan kanker serviks sangat dipengaruhi oleh stadium saat diagnosis:

  • Stadium Awal (Stadium 0–I)

Pada tahap ini, kanker masih terbatas di area serviks. Tingkat kesintasan 5 tahun bisa mencapai 90-95%. Penanganan umumnya berupa operasi dan terapi lokal dengan hasil yang sangat baik. 

Menurut American Cancer Society, deteksi dini memberikan peluang kesembuhan yang sangat tinggi.

  • Stadium Menengah (Stadium II–III)

Pada stadium menengah, kanker mulai menyebar ke jaringan sekitar serviks. Tingkat kesembuhan menurun, tetapi masih memungkinkan untuk sembuh. 

Pada stadium ini biasanya dilakukan kombinasi perawatan berupa radioterapi dan kemoterapi. Selain itu, pemantauan jangka panjang juga dibutuhkan untuk mengetahui kondisi pasien. 

  • Stadium Lanjut (Stadium IV)

Pada tahap stadium lanjut (stadium IV) kanker telah menyebar ke organ lain.

Fokus pengobatan pada tahap ini dilakukan untuk mengendalikan gejala, memperlambat penyebaran sel kanker, dan meningkatkan kualitas hidup. 

Kesembuhan total jarang terjadi, namun harapan hidup tetap bisa diperpanjang. 

3. Faktor yang mempengaruhi peluang kesembuhan

Freepik.com/Freepik

Ada beberapa faktor penting yang menentukan apakah kanker serviks bisa sembuh, di antaranya:

  • Stadium kanker saat terdiagnosis.

  • Jenis dan agresivitas sel kanker.

  • Usia dan kondisi kesehatan pasien.

  • Respons tubuh terhadap pengobatan.

  • Kepatuhan menjalani terapi dan kontrol rutin.

Penelitian dalam Journal of Clinical Oncology menunjukkan bahwa pasien yang menjalani pengobatan sesuai protokol medis memiliki hasil yang jauh lebih baik, dibandingkan dengan pasien yang terlambat diobati atau tidak tuntas menjalani terapi.

4. Pentingnya deteksi dini dan pencegahan

Freepik.com/Freepik

Salah satu kunci utama kesembuhan kanker serviks adalah deteksi dini. Oleh karena itu, Mama perlu memahami langkah pencegahan berikut:

Upaya pencegahan kanker serviks:

  • Pap smear secara rutin setiap 3–5 tahun.

  • Tes HPV sesuai anjuran dokter.

  • Vaksinasi HPV sejak usia remaja.

  • Menjaga kesehatan reproduksi.

  • Tidak merokok.

Itulah informasi mengenai  apakah kanker serviks bisa sembuh. Kesimpulannya, kanker serviks bisa disembuhkan, terutama jika terdeteksi dan ditangani sejak stadium awal. 

Perkembangan teknologi medis, pilihan terapi yang semakin beragam, serta kesadaran untuk melakukan skrining rutin seperti Pap smear dan tes HPV memberikan harapan besar bagi para penderitanya. 

Oleh karena itu, jangan menunggu gejala muncul untuk mulai peduli pada kesehatan, ya.

FAQ Gejala Utama & Kesuburan pada Kanker Serviks

1. Mengapa deteksi dini sangat penting bagi perempuan yang ingin punya anak?

Karena semakin dini kanker ditemukan (stadium awal), pilihan pengobatan yang tersedia biasanya lebih beragam dan lebih memungkinkan untuk mempertahankan fungsi reproduksi. Jika ditemukan pada stadium lanjut, pilihan pengobatan sering kali harus lebih agresif (seperti pengangkatan rahim total) yang secara otomatis akan menghentikan peluang kehamilan alami.

2 Apakah kanker serviks bisa memicu menopause dini?

Kankernya sendiri tidak, tetapi pengobatannya bisa. Jika pasien stadium awal memerlukan terapi radiasi di area panggul atau kemoterapi, tindakan ini dapat merusak indung telur (ovarium). Kerusakan ovarium akan menghentikan produksi sel telur dan hormon, yang mengakibatkan menopause dini dan kemandulan.

3. Apa yang bisa dilakukan untuk menyelamatkan kesuburan sebelum mulai pengobatan?

Jika terdiagnosa namun masih ingin memiliki anak, diskusikan langkah-langkah Onko-fertilitas berikut dengan dokter: Pembekuan Sel Telur (Egg Freezing): Mengambil dan membekukan sel telur sebelum terkena paparan radiasi atau kemo. Transposisi Ovarium: Operasi untuk "memindahkan" posisi indung telur ke area yang lebih tinggi agar tidak terkena paparan radiasi panggul. Operasi Konservatif: Meminta opsi bedah yang hanya mengangkat sel kanker tanpa mengangkat rahim secara keseluruhan.

Editorial Team